ANTARA SUAMI DAN MANTAN PACAR

ANTARA SUAMI DAN MANTAN PACAR
Pengakuan ku


__ADS_3

Hari ini rencana nya aku dan ryan mau memberi tau tentang kita sama susan. Ryan mengajak susan untuk bertemu dan makan di sebuah restoran dekat rumah nya, karena gak mau terjadi lagi hal seperti dulu lagi.


"Sayang, kita ke sana nya cuman berdua saja ya, gak usah bawa anak anak dulu?", tanya ryan.


"Ya, mas cuman kita saja kok", jawab ku.


Setelah itu kita pun berangkat, sampai di restoran sana ku lihat susan sudah sampai sama faiq. Kita pun turun dari mobil dan langsung masuk nyamperin susan.


"Eh mba juga ikut?", tanya susan ke aku.


"Ya", jawab ku sambil tersenyum.


Kita pun duduk dan memesan makanan terlebih dahulu, sebelum makanan itu datang suami ku yang langsung bicara pertama kali.


"San, aku disini untuk memberitahu kamu tentang istri ku", kata ryan.


"Oh, tapi mana istrinya apa masih dalam perjalanan?", tanya susan.


"Sebenar nya istri ku adalah erin", jawab ryan.


"Hah, mba erin. Apa kalian bercanda?", tanya susan kembali.


"Mah, buna erin itu sudah nikah sama ayah ryan dan sudah punya anak juga. Key dan anak yang ada didalam perut buna key, mah", kata faiq.


"Kok, kamu tau sayang?", tanya susan.


Tapi faiq diam mungkin dia bingung mau menjelaskan nya harus dari mana dulu.


"Jadi begini mba, pas dulu waktu kita mau ketemuan mas ryan berencana mau ngasih tau tentang ini. Cuman mba sama faiq kecelakaan dalam perjalanan, jadi untuk sementara kita tidak bisa memberitahu kan semuanya", aku mencoba menjelaskan nya kembali.


"Kok bisa kalian dekat dan nikah seperti ini?", tanya susan.


"Dulu mba pernah bilang dan tau tentang aku sama mas ryan satu sekolah, kita bukan hanya satu sekolah tapi dulu kita pernah menjadi sepasang kekasih tapi dulu....", aku pun terhenti karena tidak kuat untuk bercerita masa lalu.

__ADS_1


Ryan pun mencoba untuk merangkul pundak ku.


" Dulu aku dan erin sempat mau nikah cuman biaya kita yang belum ada, erin pun terpaksa nikah sama haris. Erin tidak tau kalau aku sedang mempersiapkan untuk melamar nya, ketika aku kembali dan ternyata erin sudah nikah. Semenjak itu aku dan erin sudah tidak bertemu, mungkin takdir pun mempertemukan kita kembali di suatu kejadian. Tapi ketika bertemu erin dan aku sudah sama-sama punya pasangan", ryan pun melanjutkan nya.


"Ketika mas masih bersama ku apa kalian menjadi dekat?", tanya susan.


"Tepat nya ketika kamu memutuskan untuk berpisah dengan ku dan kita lagi dalam masa mediasi", jawab ryan.


"Tapi kan mba erin masih sama suami nya?", tanya susan.


"Ya, cuman rumah tangga nya lagi tidak baik-baik saja", jawab ryan.


"Kenapa kalian cuman memberitahukan ini sama faiq saja?", tanya susan kembali.


"Bukan kita yang memberitahukan, cuman karena faiq sudah mengerti dan selama mba dirumah sakit faiq tinggal dirumah ku. Dia bingung ada aku dan mas ryan satu rumah, jadi faiq nanya dan aku menjekaskan nya. Faiq mengerti ketika aku bilang jangan dulu kasih tau mamah", aku mencoba menjelaskan nya kembali.


"Waktu kita nikah, aku dan istri ku selalu menghubungi mu. Kita ingin kamu tau kalau kita nikah, tapi kamu tidak bisa dihubungi", kata ryan.


"Oh, ya sudah selamat ya. Maaf aku tidak tau tentang perjalanan kalian seperti apa, aku kira mas ryan belum nikah dan masih menunggu aku. Ternyata cewek yang mas ryan harapkan dari dulu mba erin, kalian kini sudah bersatu dan bahagia", kata susan.


"Rencana nya minggu depan aku akan mengadakan 7bulanan dan acara ulang tahun keyra yang ke 1, aku harap faiq dan mba susan bisa hadir", kata ku.


"Aku dan faiq pasti hadir kok", jawab susan.


Setelah selesai kita pun makan, mungkin ini makanan sudah tidak hangat lagi. Dari tadi kita ngobrol padahal makanan sudah datang, aku lega susan sudah tau tentang ini.


"Mas haris tau tentang ini?", tanya susan.


"Sudah, sebelum bertemu mba. Aku sudah dulu bertemu mas haris, ketika memberitahu aku bawa anak anak ku semua nya", jawab ku.


"Oh, maaf ya mba kemarin aku gak tau kalau kamu istri dari mas ryan. Aku sempet ingin balikkan lagi sama mas ryan", kata susan.


Aku tersenyum sambil memegang tangan susan, aku harap setelah ini kita menjadi keluarga bahagia. Makanan pun sudah habis, aku dan mas ryan pamit pulang. Setelah sampai di rumah, kita pun bermain bersama anak anak diteras belakang rumah.

__ADS_1


"Sudah lega sayang", kata ryan sambil memeluk ku.


"Ya mas, satu persatu masalah sudah terselesaikan", jawab ku.


"Aku cuman fokus sama istri dan anak anak, cuman ingin membahagiakan kalian", kata ryan.


"Makasih mas, sudah menjadi ayah terhebat buat kita", ucapku.


"Kita belum bulan madu lagi sayang, keburu ada anak lagi nih", kata ryan.


"Ya kalau mau bulan madu, kita harus bawa anak anak sayang", jawab ku.


"Nanti kalau kamu sudah lahiran, kita berangkat jalan jalan ke jepang bawa anak anak", kata ryan.


"Kalau si dede sudah lahir, kita mau nambah suster lagi gak mas?", tanya ku.


"Kita tanya dulu ai dan susi, apa mereka sanggup atau gak nya", jawab ryan.


"Habis ini sudah ya mas jangan bikin lagi?", tanya ku sambil tersenyum.


"Ya udah, cukup tiga anak saja ya sayang", jawab ryan.


Setelah selesai bermain sama anak anak, aku suruh ai dan susi untuk menidurkan prince dan key. Aku dan suami masuk ke kamar, kita tidur siang dulu. Hari sudah sore kita pun bangun dan mandi, setelah itu menuju meja makanan. Kita makan malam bersama, habis makan prince belajar, key tidur, suami ku pergi keruang kerja dan aku masuk ke kamar. Aku ketiduran sampai gak sadar suami ku masuk kamar dan tidur. Pagi hari ini kita siap siap makan, setelah selesai prince berangkat sekolah dan aku, suami ku berangkat kerja. Aku diantar sama suami ku ke klinik, sampai disana suami ku pun pergi ke kantor dan aku masuk ke klinik. Aku bekerja dengan para pasien ku ini, tiba-tiba pintu terketuk.


"Masuk", kata ku.


"Maaf mba, apalagi sibuk?", tanya susan.


"Oh gak, masuk saja", jawab ku.


"Aku bawain makan siang buat mba erin", kata susan.


"Repot banget, makasih ya", jawab ku.

__ADS_1


"Gak repot kok", kata susan.


__ADS_2