ANTARA SUAMI DAN MANTAN PACAR

ANTARA SUAMI DAN MANTAN PACAR
Ica korban KDRT


__ADS_3

Aku beraktivitas dirumah bersama key dan baby R, rumah ku kedatangan tamu dan bibi yang bukain pintu nya.


"Bu, ada tamu istrinya pak haris", kata bibi.


Aku pikir ngapa ica ke sini dan perlu apalagi sama aku, aku pun ke depan untuk menemui ica.


"Mba hikh hikh hikh", ica pun tiba-tiba menangis.


"Ada apa?", tanya ku.


"Mas haris, aku dimarahi terus dan terkadang di tampar", jawab ica.


"Kenapa bisa begitu?", tanya ku.


"Mas haris ngabisin uang dari mba, bukan nya pakai modal usaha ini malah pakai mabuk mabuk kan", jawab ica.


Aku pun melihat muka ica memar penuh pukulan, aku coba untuk mengobati nya. Prince dan faiq datang dari sekolah.


"Bun sudah sehat?", tanya prince.


"Sudah sayang, faiq anak ku bisa tolong buna?", tanya ku.


"Apa bun?", tanya faiq.


"Habis ganti baju, tolong ajak adik nya ini buat makan siang bareng kalian ya", kata ku.


"Ya bun", jawab faiq.


"Siapa sih nama anak mu ca?", tanya ku.


"Putri", jawab ica.


"Putri sayang nanti makan bareng sama kak faiq, kak prince dan adik keyra ya", bujuk ku.


"Ya tante trimakasih", jawab putri.


Aku pun kembali mengobati luka lembab nya ica, aku pun merasa beruntung dulu tidak ada KDRT waktu sama mas haris. Faiq dan prince mengajak putri untuk makan siang bareng.


"Ca, kita juga makan yu bareng anak-anak, nanti minum obat biar tidak infeksi", ajak ku.


"Maaf dan trimakasih ya mba sudah memperhatikan ku dan putri", jawab ica.


Kita pun akhirnya makan bareng dan ica aku suruh minum obat biar tidak begitu parah. Ica curhat rumah tangga nya sama aku, ternyata sejak rumah tangga sama ica pun mas haris sudah ketahuan selingkuh lima kali cuman ica bertahan karena uang. Tapi setelah bangkrut ica malah disiksa sama haris, aku tidak tega melihat nya. Aku ambil uang untuk membantu ica.


"Jangan dilihat nominal nya, semoga ini bisa membantu mu dan anak mu. Jangan sampai mas haris tau nanti di ambil", kata ku.

__ADS_1


"Gak usah mba, itu juga belum terganti dan pasti mas haris mengandalkan aku", kata ica.


"Yang itu biar jadi tanggung jawab mas haris dan ini aku ngasih bukan mau minjemin ke kamu", jawab ku.


"Mba baik, dulu aku salah maaf mba", kata ica.


"Justru aku mau bertrimakasih sama kamu sudah membuat ku jauh dari orang seperti mas haris dan mendekat kan aku dengan orang seperti mas ryan", jawab ku.


"Ngomong ngomong soal mas ryan, apa benar mantan istri nya itu gila?", tanya ica.


"Ya, ica tau dari mana?", tanya ku.


"Tau dari mas haris, kemarin sempet cerita gituh", jawab ica.


"Mba susan lagi masa pengobatan di rumah sakit jiwa, aku harap dia cepat sembuh", jawab ku.


"Apa penyebab nya?", tanya ica.


Aku gak mungkin cerita masalah yang sebenar nya.


"Aku juga tidak tau, makanya aku harap mba susan cepat sembuh biar aku tau masalah apa karena kasian sama faiq", jawab ku.


"Faiq tinggal disini?", tanya ica.


"Mas ryan beruntung punya mba erin gak pernah dendam an sama orang selalu baik", kata ica.


"Aku sih gak mau cari musuh saja", jawab ku.


"Mba aku pamit ya, trimakasih untuk semua nya", kata ica.


"Sama-sama, hati-hati dijalan ya", kata ku.


Ica dan anak nya pun meninggalkan rumah ku, aku istirahat dikamar sampai sore dan gak tau suami ku sudah pulang dari kantor.


"Mas sudah pulang", kata ku.


"Sudah sayang, mas mandi dulu ya", kata suami ku.


Aku pun menyiapkan baju nya dan setelah selesai aku pun mandi gantian sama mas ryan. Setelah selesai aku dan suami ku makan malam bersama anak anak, kemudian kumpul di ruang tengah sambil bercengkraman dan tertawa.


"Mas kita ngobrol didalam yu?", ajak ku.


"Ngobrol apa sayang?", tanya suami ku.


"Ikut saja", jawab ku.

__ADS_1


Aku dan suami ku masuk kamar sedangkan anak anak masih asik bermain.


"Mas tadi ica ke sini, mata nya bengkak wajah nya merah", kata ku.


"Kenapa?", tanya suami ku.


"Dia korban KDRT mas haris", jawab ku.


"Terus?", tanya suami ku.


"Aku obatin dia dan dia pun makan disini bersama anak nya, aku kasih uang untuk keperluan nya. Dia pun cerita uang dari kita di pakai mabuk bukan untuk modal", jawab ku.


"Mas haris tega bener sama istri nya, kalau mas ryan tau pasti merasa iba dengan kondisi bekas pukulan mas haris itu", lanjut ku.


"Kita gak mungkin bantuin dia kalau ica nya gak bilang sama kita terkecuali ica minta bantuan sama kita, baru kita bisa bantu", jawab suami ku.


Kita pun baru sampai disini membahas ica dan kita tidur. Esok hari nya aku sudah bisa ke klinik, jadi siap siap dulu. Aku diantar sama mas ryan sampai klinik, aku langsung masuk ruangan ku.


"Rin, kamu sudah sembuh?", tanya sinta yang masuk ke ruangan ku.


"Ya, aku sudah sembuh, tau dari mana aku masuk?", tanya ku.


"Tadi dari kejauhan aku lihat seperti kamu masuk ruangan dan aku cek ternyata kamu", jawab sinta.


Sinta pun pamit karena sudah ada pasien yang menunggu nya, aku jalan jalan sambil melihat takut gak ada dokter dan pasien banyak. Aku pun ke ruangan mas ilyas.


"Pagi mas", kata ku.


"Rin sudah sembuh?", tanya mas ilyas.


"Sudah mas, mas aku mau berdiskusi bisa gak?", tanya ku.


"Bisa, ada apa?", tanya mas ilyas.


"Perlu tambahan orang gak?", tanya ku.


"Ya harus nya ditambah 2 lagi deh dari semua ahli", kata mas ilyas.


"Punya teman gak mas?", tanya ku.


"Ada, ya sudah nanti aku tawarin deh ", jawab mas ilyas.


Aku pun pamit dari mas ilyas dan menuju orang yang membutuhkan ku, ternyata ada dan aku siap membantu nya. Aku tidak terlalu sibuk seperti kemarin, walaupun pasien banyak yang datang. Sudah siang aku dan sinta ke kantin untuk makan sedangkan mas ilyas baru datang dan bergabung dengan kita.


Kita menikmati makan siang, setelah selesai kita pun kembali bekerja. Aku pun masih menolong dokter lain yang membutuhkan, pasien banyak dan benar kata mas ilyas harus mencari 2 orang disetiap ke ahlian yang bekerja disini. Aku pun mulai lelah dan istirahat sejenak sebelum pulang, aku sudah memesan taxi untuk pulang.

__ADS_1


__ADS_2