
Semenjak ke pulangan nya dari luar kota sikap nya mendingin kembali, ntah mengapa dan kenapa aku pun tidak tau. Aku percaya aja kalau semuanya baik-baik saja, mungkin juga ini akan menjadi sebuah cobaan lagi buat ku lebih sabar menghadapi suami ku. Hari ini suami ku sudah tidak pulang selama dua hari, suami ku tidak mengabari tentang keberadaan nya pada ku. Aku mencoba untuk berfikir positif tentang suami ku, ketika aku lagi bermain bersama anak ku suami ku pulang. Aku suruh anakku ke kamar karna aku mau bicara dengan ayah nya,
"Sayang kenapa susah di hubungi? Apa ada rapat ke luar kota yang mendadak", tanya ku pelan kepada suami ku.
Suamiku memeluk ku dan berkata,
"Maaf jika aku salah sayang, aku sayang sama kamu ".
Aku mengangguk saja, aku layani suami ku sediain makanan dan juga mandi nya. Suami ku tetap dingin, aku curiga dengan tingkah nya.
"Apa suami ku menghamili wanita lain", pikiran negatif ku bermuculan, tapi aku yakin suami ku setia tidak mungkin seperti apa yang aku pikirkan.
Esok harinya suami ku berangkat kerja dan aku beres beres rumah, terus mengantarkan anakku main ke rumah anak dia. Aku pulang ke rumah dan tiba-tiba pintu terketuk kembali, aku lihat suami ku pulang kembali dan membawa seorang wanita. Ku pikir wanita itu teman nya, aku persikahkan masuk dan bikinin minuman nya.
"Perkenalkan ini ica", kata suami ku.
Aku saling bersalaman sama yang nama nya ica itu, ku lihat dia lagi hamil.
"Lagi hamil berapa bulan mba? ", tanya ku.
" *Say**a hamil sudah lima bulan*", jawab ica singkat.
__ADS_1
"Sayang ini rekan kerja mu yang dimana, kok aku baru liat ya", tanya ku sama suami.
Karena memang aku tau semua rekan kerja nya,suami ku cuman diam saja tidak menjawab ku.
"Mba, suami nya kerja dimana? Mba hebat masih bekerja meskipun hamil besar", ucap ku polos.
Walau ku juga ketakutan kalau ini selingkuhan suami ku. Aku mencoba tetap tenang disaat berada dititik ini, mereka diam disaat ku mencoba bertanya untuk memecahkan keheningan.
"Sayang aku ingin bicara, walaupun aku tau ini tidak mungkin untuk dibicara kan tapi ini harus", ucap suami ku.
"*Jan**gan dilanjutkan lagi, jika kalian mau nikah, nikah lah tapi ku mohon mas cerai kan aku saja, biarkan anak ku tidak tau masalah ini* ", jawab ku sambil menahan amarah dan tangisan.
"Maafkan aku sayang, aku khilap dan selama ini aku membohongi mu, tapi aku juga tidak mau kalau berpisah dengan mu dan anak kita", pinta haris.
"You it's ok from home?", pesan singkat masuk ke ponsel ku dari ryan,aku tidak membalasnya.
"Jika terjadi masalah dengan keluarga mu, aku akan menjadi pendengar setia mu", lanjut ryan kirimkan pesan singkat itu.
Aku masih diam tidak mau berbicara dengan siapapun, ku dengar pintu kamar di ketuk. Aku cuman bisa diam tapi anakku yang bukain pintu, suami ku masuk dan menghampiri ku. Suami ku peluk aku dengan erat tapi aku menolak nya, aku keluar dan aku masuk ke kamar ku. Rasa marah, benci itu bercampur di hati ku, tapi aku pun sadar aku juga seperti itu pada nya. Ntah kalimat apa yang akan mendeskripsikan keadaan ini, aku mencoba berdamai dengan keadaan. Aktivitas ku masih sama aku jalankan tapi kali ini tanpa bertegur sapa dengan suami ku, aku mencoba bersikap biasa saja dihadapan anak ku. Setelah suami ku pergi, aku dan anakku memutuskan untuk jalan jalan di mol, tidak sengaja anakku melihat ayah nya jalan sama si ica itu.
"Ayah... ", anakku memanggil nya dan berlari ke arah mereka.
__ADS_1
Aku mencoba menghentikan nya tapi semua itu sia sia.
" Ayah, aku sama buna lagi mau makan, ayah ikut ya, ayah tante ini siapa", tanya anak ku sama haris.
Aku ambil anakku dari gendongan suami ku.
"Sayang kamu lihat ayah itu lagi bersama rekan kerja nya jadi tidak bisa makan bersama kita, ayo kita pergi", jawab ku karna aku pun tidak mau berlama lama melihat nya.
Untung anakku mengerti,kita berjalan menjauh dari mereka dan mencari tempat makan disana. Aku kira dari kejauhan tidak ada yang melihat kejadian tadi, aku pulang kerumah. Sejenak rasa sakit ini bisa terobati dengan jalan jalan bersama anak ku, suami ku malam ini tidak pulang lagi dan tiba tiba ada pesan singkat masuk ke ponsel ku.
"Sebulan ini aku tidak pulang karna mau nikah sama ica, maafkan aku sayang", pesan dari haris.
Aku tidak mau menjawabnya. Esok nya pagi-pagi aku lihat didepan dia datang sendirian biasa nya sama istri dan anak nya,aku sebagai tetangganya tidak tau tentang rumah tangga dia. Aku kira mereka sedang baik-baik saja karna jarang bertengkar,
"Tumben ada apa ya? Mana istri dan anak mu", tanya ku.
"Aku mau ngajak kalian jalan jalan ke luar", jawab ryan singkat.
"Bawa aja anakku, aku males ke luar", ya memang aku disana lagi males kemana mana.
Dia cari anak ku didalam rumah dan menggendong nya terus dia tarik aku masuk ke mobil, ya aku kaget takut istri nya tau.
__ADS_1
"Aku tidak enak sama istri mu dan anak mu, aku juga takut suami ku tau, kalian berdua aja berangkat", aku pun berkata begitu sambil ketakutan.
Tapi dia malah tenang saja dengan cepat melajukan mobil nya, aku heran ada apa dengan rumah tangga nya dan apa dia juga tau tentang rumah tangga ku.