
TENTANG MAS RYAN.
Hari ini mas ryan berangkat kerja, ryan sudah melupakan apa yang terjadi dengan ica. Itu hanya sebuah jebakan gara gara minuman nya dikasih obat sama rudi teman kantor nya. Dari kemarin ryan belum melihat rudi dan hari ini baru dia bisa bertemu dengan rudi.
"Rud diam lu jangan kemana mana", kata ryan.
"Ada apa sih? Wanita mana yang sudah melepaskan kejantanan mu", jawab rudi.
"Sialan lu, mending kalau nyampe istri gue, lah ini orang lain", kata ryan.
"Bagus dong, yang terpenting lu enak kan?", tanya rudi.
"Lu keterlaluan kalau bercanda, gue gak bakalan ikut lu lagi", kata ryan.
Ryan meninggalkan rudi dan masuk ke ruangan nya, disana sudah ada ica yang menunggu nya dari tadi.
"Hai mas ryan", sapa ica.
"Ada apa lagi? Sudah ku bilang lupakan ini hanya sebuah jebakan dari teman ku", jawab ryan.
"Aku ke sini mau menawarkan kerjasama", kata ica.
"Maksud nya?", tanya ryan.
"Aku tau mas ryan tidak pernah menyalurkan nya lagi sama mba erin karena hamil kali ini mba erin gak mau disentuh mas ryan", kata ica.
"Kata siapa, istri ku masih melayani ku di ranjang", jawab ryan.
"Gak usah berbohong dari cara mas ryan mencumbu aku waktu malam itu, aku merasakan hasrat yang sudah lama di pendam", kata ica.
"To the poin saja", jawab mas ryan.
"Aku kan janda, mas ryan harus mengeluarkan hasrat nya sedangkan istri tidak memenuhi nya. Bagaimana kalau mas ryan jadi kan aku alat pemuas dan jangan sampai mba erin tau, kalau keadaan mba erin sudah membaik aku akan pergi jauh dari sini", kata ica.
"Maksud kamu?", tanya mas ryan.
"Aku hanya ingin membantu mba erin sama mas ryan, mas ryan tersalur kan dan mba erin gak usah takut kehilangan mas ryan. Karena aku cuman ingin membantu rumah tangga kalian, aku tau bisa saja mba susan memanfaatkan situasi ini untuk merebut mas ryan kembali", kata ica.
"Gila kamu", jawab mas ryan.
"Kalau mas ryan setuju tinggal hubungi aku, aku sudah baik menolong rumah tangga kalian, agar mba susan tidak masuk lagi dan menghancurkan rumah tangga kalian", kata ica.
Ryan pun bingung, apa ica dapat dipercaya dan apa aku tega menghianati istri ku yang sedang hamil.
"Hasrat laki-laki itu tidak bisa di tunda, itu terserah mas ryan", kata ica.
Ica pun meninggalkan ryan di ruang kerja nya.
__ADS_1
"Sial aku harus bagaimana", guman ryan.
Banyak pertimbangan yang harus ryan pikirkan, ada istri, anak dan masa lalu istri nya dengan ica. Sekarang ica kembali menawarkan itu, kalau aku tergoda dengan ica bagaimana. Luka lama istri ku akan terbuka kembali, tapi jika menunggu istri ku normal itu butuh waktu mungkin sampai lahiran.
"Kenapa juga sih sayang hamil kali ini kamu gak mau aku sentuh, aku laki-laki normal", gumam ryan.
Ryan pun kurang konsentrasi nya disini sehingga dia pun memutuskan untuk pulang dan istirahat di rumah.
****
KEMBALI RUMAH TANGGA ERIN
Erin yang sedari tadi tidur dan main ponsel nya saja dikejutkan dengan kehadiran mas ryan yang sudah datang dari kantor nya.
"Mas kok sudah pulang?", tanya ku.
"Ya, kan besok peresmian gedung belanja mu sayang. Mas mau persiapkan itu", jawab suami ku.
"Oh iya, tapi aku gak ikut gimana mas?", tanya ku.
"Gak apa apa, mereka mengerti kamu lagi hamil muda sayang", kata suami ku.
"Mas maaf ya", kata ku.
"Ya, kamu jaga saja kandungan nya ya", kata suami ku.
Prince dan faiq sudah pulang dari sekolah nya, mereka makan siang bersama.
"Ya, ayah sengaja mau main sama kalian", jawab suami ku.
"Horeee bisa main sama ayah", kata prince.
Setelah selesai makan siang mereka main di samping rumah, tiba-tiba kedatangan mba susan yang rencana nya mau jemput faiq hari ini.
"Faiq kita pulang yu", ajak susan.
"Ya mah, tapi aku ijin dulu sama buna", jawab faiq.
Faiq dan susan ke kamar ku.
"Mba, apa kabar?", tanya susan.
"Baik, mau jemput faiq ya", jawab ku.
"Ya mba", jawab susan.
"Sayang jangan nakal ya", kata ku.
__ADS_1
"Ya bun, nanti faiq janji seminggu sekali nginap disini", kata faiq.
"Ya buna tunggu", jawab ku.
Faiq dan susan ke luar kamar, faiq pun pamitan ke adik adik nya prince, key dan rayn. Terakhir pamit sama ayah nya, faiq dan susan pun pergi meninggalkan rumah ku.
Malam hari nya semenjak faiq pergi prince murung gak ada teman nya, diapun ke kamar aku setelah makan malam.
"Bun, kak faiq kok pulang lagi?", tanya prince.
"*Ka**n mamah nya sudah sembuh, dia punya mamah yang harus di jaga nya*", jawab ku.
"Tapi kak faiq akan ke sini lagi kan?", tanya prince.
"Mmm menurut prince?", tanya ku.
"Kak faiq janji kalau libur sekolah mau nginap disini", kata faiq.
"Ok itu berarti kak faiq pasti ke sini lagi", jawab ku.
Prince pun mengerti dan dia kembali ke kamar nya untuk tidur.
Pagi ini tepat nya peresmian gedung baru ku tapi aku gak bisa ikut, sebelum berangkat mereka sarapan pagi dulu.
Suami ku dan anak anak ke kamar setelah selesai sarapan pagi.
"Bun kita berangkat ya?", kata suami ku.
"Ya hati hati sayang", jawab ku.
Aku memeluk anak ku satu persatu, yang ikut ke sana susan dan ai terus ketiga anak ku. Mereka pun pergi meninggalkan aku dan aku pun hanya beraktivitas seperti biasa tidur dan main handphone. Aku berusaha jalan dengan sekuat tenaga, seperti anak kecil yang baru bisa jalan saja. Aku tertawa sendirian melihat tingkah sendiri seperti ini.
Tak terasa siang hari mereka datang dengan wajah gembira nya.
"Buna", prince masuk ke kamar ku bersama suami ku.
Sedangkan key dan rayn langsung ke kamar nya karena mereka dari mobil tadi sudah tidur.
"Sayang seru", kata ku.
"Seru bun, aku bertemu tante susan sama kak faiq, om ilyas, tante sinta dan tante ica", kata prince.
"Apa mereka menanyakan buna?", tanya ku.
"Ya kata prince buna lagi hamil jadi gak bisa ke sini, prince dan adik adik yang mewakili buna", kata prince.
"Hebat anak buna bisa di andalkan", jawab ku sambil tersenyum dan memberi dua jempol.
__ADS_1
"Prince buna nya mau istirahat, prince juga istirahat sayang", kata mas ryan.
"Ya ayah prince ke kamar ya", kata prince.