
Suami ku pun berangkat, aku ngabarin pacar ku kalau suami ku selama sebulan tidak di rumah. Antusias banget dia, pacar ku sering kerumah bahkan menginap disini. Aku tidak takut hamil lagi karna sudah ada perjanjian kita jika aku nantinya hamil, hari hari ku lalui dengan pacar ku. Aku tidak berpikir ke depan nya bagaimana dan akan terjadi apa jika semua nya aku langgar. Aku cuman memikirkan bahagia dan bahagia saja, suami ku pun pulang lebih awal dari jadwal nya. Aku kaget dan buru buru hubungi pacar ku takut keburu dia ke sini, aku bersikap baik seperti biasa nya sama suami ku. Suami ku mendekati aku ketika aku lagi dikamar, dia merangkul ku, aku kaget tidak biasa nya dia seperti itu.
"Maafkan aku ya sayang, akhir akhir ini aku sibuk bekerja dan tidak lagi memperdulikan mu, aku sayang sama kamu, jangan ngecewain aku cuman gara-gara akhir ini aku cuekin kamu", kata dia yang membuat ku kaget.
Apa dia tau atau ada apa ini, aku cuman peluk balik dia dan tersenyum. Dia pun cerita masalah kemarin waktu lagi ke luar kota, ada temen nya yang bawa selingkuhan nya dan suamiku pun ditawari cewek sama temen nya. Tapi suamiku ingat sama aku yang dirumah, dia tidak mau mengecewakan aku makanya dia memilih pulang lebih awal padahal teman teman nya masih disana sama selingkuhan nya. Aku dengar cerita itu, air mata ku menetes karna aku tlah dosa sama suami ku. Aku salah sangka sama suamiku sendiri dan aku malah menghinati dia.
"Maafkan aku yang tlah menodai pernikahan kita", ucapku dalam hati.
__ADS_1
Suami ku mau ngajakin aku berlibur besok selama tiga hari, aku beres beres persiapan untuk pergi besok. Suami ku ngajak aku pergi ke pantai dan penginapan nya sama persis dengan dulu aku nginap sama pacar ku,indah dan bagus. Selama aku sama suami ku, aku tidak aktivkan handphone dulu takut pacar ku telpon. Disana kita tertawa dan bahagia, makan malam romantis dan bak seperti bulan madu lagi. Aku dijadikan bidadari nya lagi, aku bahagia karna suami ku kembali seperti dulu lagi, suami ku berharap semoga pulang nya dapat kado terindah. Sudah dua hari disana aku merasa lemas dan mual, aku baru ingat sudah telat tiga minggu. Suami ku pun bergegas membeli kan testpack, setelah suami ku pulang aku langsung test dan hasil nya positif. Aku lemas karna tidak tahu ini anak siapa, aku bahagia karna kado yang sudah lama aku tunggu sama suami ku. Aku keluar dari kamar mandi dan antusias nya suami ku ingin tahu hasil nya, aku serahkan testpack itu ke suamiku. Aku cemas akan dimarahi dan dipertanyakan anak siapa itu, aku belum bisa menjawab jika itu terjadi. Suami ku peluk aku, dia menangis dipelukkan ku.
"Trimaksih sayang untuk kado yang kamu berikan hari ini untuk ku", ucap suami ku, aku bingung dan untung nya suami ku percaya itu anak nya.
Karena aku hamil, suami ku cepat cepat pulang kerumah karna aku takut kecapean disini. Akhir nya kita disini cuman dua hari saja dan langsung pulang, sebelum ke rumah kita periksa kandungan dulu ke rumah sakit. Suami ku membawa aku ke rumah sakit untuk periksa kandungan, kandungan ku jalan lima minggu. Setelah itu kita pulang ke rumah, suami ku bahagia karna keadaan ku tapi aku masih bingung ini anak siapa??. Semenjak aku hamil, suami ku sering dirumah dan sering pulang cepat membuat ku susah hubungi pacar ku. Aku jalan jalan di luar tapi sebelum nya aku ijin dulu sama suami, tadi nya dia tidak memperoleh kan ku keluar rumah tanpa dia. Aku berniat untuk menghubungi pacar ku tapi sebelum aku hubungi dia, tau tau nya pacar ku sudah di belakang ku dan seperti biasa secara romantis. Aku otomatis kaget karna takut ada suami ku,
"Aku dirumah dan sulit untuk menghubungi mu karna suami ku sering dirumah, ada yang mau aku omongin ke kamu", jawab ku.
__ADS_1
"Omongin apa? Jangan jangan kamu hamil anak ku ya sayang", tebak dia. Sebelum aku ngomong ternyata dia jauh lebih peka. Aku cuman ngangguk saja.
"Jadi bener kamu hamil, kalau gitu kita atur rencana berikut nya sayang", sambil peluk aku.
Aku cuman diam, disana aku bingung banget harus bagaimana lagi. Aku tidak menjawab nya dulu dan aku pun pamit untuk pulang duluan, tadinya dia mencegah ku tapi aku maksa karna aku bingung, pusing. Aku pulang dan menangis, semua ini salah ku, aku tidak berfikir kedepan nya itu bakalan terjadi seperti ini. Aku belum siap untuk semua nya, aku bingung banget. Suami ku pulang, dia memperhatikan ku dan memanjakan ku. Semakin membuat ku tambah berdosa sama suami ku, aku peluk dia dan aku menangis. Dia tidak menanyakan aku kenapa mungkin dia pikir ini karna aku hamil mudah cengeng, padahal bukan itu sebab nya. Aku harus gimana lagi dan curhat ke siapa lagi, tidak ada tempat untuk ku. Suami ku harus pindah tugas dan aku pun harus ikut, ini kesempatan bagus untuk ku, ternyata alloh masih sayang dan memaafkan ku. Aku tidak menolak ajakan suami ku dan aku langsung mau, sebelum pindah rumah ini sudah suami ku jual dan kita sudah membeli rumah ditempat baru. Esok nya kita pindahan dan aku pun ganti nomor dengan alasan banyak nomor yang gak jelas hubungi aku, suami ku pun percaya sama aku.
"*S**elamat tinggal jejak kenangan indah, maaf aku mengecewakan mu dan maaf untuk istri mu yang telah aku lukai hatinya*", bisik ku dalam hati.
__ADS_1
Selamat datang dunia baru ku, ya ini kehidupan baru ku dengan suami ku dan calon anak ku. Aku bahagia dengan suami ku di tempat baru ku, medsos yang berhubungan dengan pacar ku sementara aku tutup. Di tempat ini mungkin aku tidak akan ketemu pacar ku, aku sama suami ku sering menghabiskan waktu bersama. Usia kandungan ku semakin membesar aku harap dia laki-laki bukan perempuan, harapan ku sama suami laki-laki. Semakin berat perut ku dan suami ku sering ikut class ibu hamil, semenjak aku hamil orang yang antusias untuk ikutan class ya suamiku. Suami ku kalau libur dirumah dia sering belajar mengurus bayi, aku cuman liatin saja. Bahagia nya aku punya suami seperti dia.