ANTARA SUAMI DAN MANTAN PACAR

ANTARA SUAMI DAN MANTAN PACAR
Aku bisa bekerja dirumah sakit setelah lulus kuliah


__ADS_3

Sudah jalan mau dua minggu aku sebagai mahasiswi magang disana dan sudah mulai bisa sendiri untuk menangani pasien. Hari hari ku sibuk sekali di rumah sakit dan tidak sempat untuk membantu mereka jualan, untung nya mereka pun mengerti tentang keadaan ku. Mau aku tutup tapi mereka bilang jangan karna mereka susah payah untuk berjuang dari nol waktu dulu itu, aku pun tidak sempat membagi waktu untuk memilih WO buat nikahan nanti dua minggu lagi. Ternyata begini ya sibuk nya seorang dokter tapi masih bisa ada sedikit waktu untuk sekedar menghubungi dia, cuman akhir akhir ini dia pun jarang aktiv. Mungkin dia sibuk mau menyelesaikan pekerjaan nya disana, aku sih positiv aja.


"*K**emana saja dia kok ponsel nya gak aktiv ya*?" , tanya ilyas pada ku.


"*Y**a aku juga tidak tau, ku kabarin setiap hari tapi ponsel nya tidak aktiv terus mungkin dia masih sibuk*", jawab ku.


Ada ke cemasan di raut muka ku karna tidak begini dia, apa mungkin dia seperti dulu lagi gitu ngasih surpraise buat ku. Hari hari di rumah sakit aku sibuk banget karna sudah mulai dilepas sama ilyas, aku seperti seorang dokter profesional saja. Tiba-tiba ponsel ku berdering dan ada nomor baru masuk,


"*H**allo sayang, maaf sudah mengkhawatirkan mu, aku dipindahkan lagi dan ponsel ku hilang, aku pinjam punya teman*", kata ryan.


"*S**yukur kamu baik-baik saja, dipindahkan kemana dan kapan pulang lagi*? ", tanya ku agak mencemaskan nya.


"*M**inggu depan aku pulang dan kita langsung nikah ya sayang*", jawab ryan.


Ryan tidak menjawab kemana dia dipindahkan.


"*Y**a hati hati kamu disana sayang*", hati ku masih mencemaskan nya, ponsel pun terputus.


Mungkin dia sibuk disana pikir ku, aku sudah lega dia baik-baik saja. Hari ini aku belajar mengoprasi orang tapi pikiran ku masih dia, cuman aku harus benar-benar fokus ini soal nyawa. Aku mencoba fokus menyelamatkan nyawa orang dan alhamdulillah aku berhasil juga, ada rasa bangga tersendiri bahwa aku bisa. Aku sudah mempunyai banyak pasien yang aku tangani dan mereka sembuh, aku dipanggil oleh pihak rumah sakit. Aku kira bakalan di omelin dan ternyata aku tidak lagi seorang mahasiswi magang, nanti aku bisa bekerja di rumah sakit ini setelah lulus kuliah.


"*S**elamat ya kamu mahasiswi magang yang berhasil di kontrak untuk bekerja disini*", kata ilyas.


"*Y**a makasih mas sudah mengajari ku*", jawab ku.

__ADS_1


Aku bahagia ingin sekali mengabari nya tapi ponsel nya hilang dan dia juga belum sempat mengabari ku kembali.


"*D**ia dipindahkan tugas ya, semalam dia mengabari ku*", tanya ilyas.


"*Y**a mas, ponsel dia hilang jadi mengabari ku lewat ponsel teman nya*", jawab ku.


Aku sebenar nya masih mengkhawatirkan nya karna tidak pernah sampai lost kontek seperti ini sama dia. Perasaan ku berbeda tidak seperti biasanya sama dia, ya mungkin cuman perasaan ku aja. Hari ini tepat nya dimana dia mau pulang ke sini aku bahagia banget dia pulang, tiba-tiba ponsel ku masuk pesan singkat,


"*S**ayang hari ini aku pulang dan doakan aku semoga aku selamat sampai tujuan*", itu pesan dari ryan.


"*Y**a sayang ku hati hati*", jawab ku dan dia tidak membalas nya kembali, semoga dia pulang dengan selamat.


Aku bahagia karna dia pulang hari ini, semangat ku bekerja bertambah semua orang mungkin sedang melihat ku aneh.


"Sudah barusan dia ngabarin kalau hari ini pulang", jawab ku.


"Ya hari ini memang dia pulang tapi ada kabar buruk buat kamu", kata ilyas.


"Kabar buruk apa? ", tanya ku.


"Dia kecelakaan mau balik ke sini, kabar nya teman yang menjadi supir dia mengantuk", kata ilyas yang membuat sesak nafas ku dan lemas tubuh ku.


Aku tidak sadarkan diri karna saking shok nya mendengar ini semua, aku tersadar ketika sudah diruangan pasien.

__ADS_1


"Mas ilyas dimana ryan, mas? ", tanya ku sambil menangis.


"Yang sabar ya semoga dia baik-baik saja, kamu berdoa untuk keselamatan dia", jawab ilyas.


Aku menangis raga ku hancur berkeping keping dan rasa sudah tidak berdaya. Aku pulang kerumah dan aku ceritakan ke orang rumah, ku peluk anak ku dan aku pelan pelan menceritakan nya. Anakku menangis di pelukkan ku, gimana tidak menangis orang dia dekat banget dengan anakku.


"Yang sabar ya bu, semoga bapak baik-baik saja", kata ai.


Aku tidak tau harus bagaimana mendeskripsikan hati ku yang runtuh saat ini, tapi aku yakin dia masih hidup. Hari hari aku lalui tanpa ada semangat lagi dan cuman sebatas profesi saja sebagai seorang dokter selebih nya aku sebenar nya ingin mengurung diri dikamar. Sampai saat ini pun belum ada kepastian dia hidup atau sudah meninggal.


"Kamu yang sabar dan harus ikhlas jika kabar dia buruk dan baiknya kita tidak tau", ilyas menguatkanku.


Aku cuman diam saja, rasa ingin pergi untuk menjemput nya disana tapi aku harus profesional karna punya pasien. Nanti juga ada pihak yang ngabarin tentang keadaan nya, aku cumam bisa berharap dia datang pada ku. Ku pandangi barang yang dia kasih untuk ku dari dia, aku sangat merindukanmu. Sudah dua hari sejak kabar kecelakaan itu tidak ada kabar lagi tentang dia, aku pun sempat bertanya pada aris dan aris pun sama belum dapat kabar lagi. Aku pun mencoba untuk mengikhlas kan dia, aku mulai belajar tanpa dia. Aktivitas ku sibukkan kembali dan tidak terlalu lagi memikir kan nya tapi aku masih berharap dia hidup, jika dia meninggal pun semoga jasad nya cepat ketemu. Akhir akhir ini pun banyak pasien dan aku sibuk dengan pasien ku.


"Sini aku bantu", kata rayn dari belakang ku,


"Makasih", jawab ku.


Aku dibantu rayn untuk mengurus nya. Setelah selesai aku pulang dan di parkiran ketemu ilyas,


"Gituh donk move on buka hati untuk orang lain, jangan terus memikirkan dia", kata ilyas.


"Aku bukan move on dan mana bisa aku move on dari dia, aku cuman berharap dia masih hidup dan aku juga ingin profesional saja, kan sebentar lagi aku selesai menjadi mahasiswi magang terus skripsi deh", jawabku.

__ADS_1


Aku melaju meninggalkan ilyas yang berada di parkiran, setelah itu aku juga memulai menyusun skripsi biar cepat selesai juga. Aku tidak lagi membantu mereka jualan karena aku pun sibuk dengan kuliah ku, apalagi ini sebentar lagi mau skripsi jadi aku sibuk banget, meskipun begitu aku masih punya waktu untuk bermain bersama anakku.


__ADS_2