
Makan siang pun tiba dan suami ku sudah ada di depan mau jemput aku, aku pun sudah selesai mengerjakan nya. Aku ke depan untuk menemui suami ku.
"Sayang maaf ya lama", kata ku sambil masuk ke mobil.
"It's ok sayang", jawab suami ku.
"Mau kemana?", tanya ku.
"Mau ke suatu tempat", jawab suami ku.
Aku pun dibawa sama suami ku ke suatu tempat dan aku tidak tahu mau kemana, setelah perjalanan lama kita pun parkir di sebuah tempat restoran. Aku dan suami ku masuk ke dalam, pemandangan nya cukup istimewa bernuansa gold.
"Sayang mau pesan apa? ", tanya suami ku.
"Terserah saja", jawab ku.
Suami ku pun pesan steak dan jus saja sama makanan ringan juga, tumben nih suami ku.
"Sayang aku punya hadiah buat kamu", kata suami ku.
"Apa?", tanya ku.
"Ini", jawab suami ku sambil mengeluarkan kotak kecil.
Aku buka ternyata sepasang anting berlian.
"Makasih sayang", jawab ku.
"Kamu suka?", tanya suami ku.
"Suka mas", jawab ku sambil tersenyum.
Emas ku banyak, semua nya dari mas ryan. Mulai dari cicin punya 20gram, gelang 30 gram, anting 10 gram dan ditambah ini 3gram, kalung ada 30 gram. Aku gak pake bergantian, aku cuman pakai satu saja pemberian pertama kali nya dari mas ryan. Selanjut nya jika dikasih aku simpan dan mungkin jadi sebuah koleksi, emas batangan pun nyimpan 30gram. Memang secara materi mas ryan selalu mencukupinya, malahan lebih.
Makanan pun datang kita makan sampai habis setelah itu kita pun pergi pulang.
"Mas gak ke kantor lagi?", tanya ku.
"Gak sayang, sudah beres kok", jawab suami ku.
Sampai di rumah anak anak lagi main di halaman samping, aku dan suami ku ganti baju setelah itu bergabung sama anak anak disana. Aku cari ica ternyata dia ada di ruangan kerja onlineshop ku, aku pun ke ica.
"Ca lagi apa?", tanya ku.
"Ini mba, banyak yang pesan hari ini", jawab ica.
"Sini aku bantu ya", kata ku.
Aku membantu ica pancking barang.
"Senang ya mba ketika banyak yang order", kata ica.
__ADS_1
"Kamu suka?", tanya ku.
"Ya, aku suka banget, jadi semangat buat packing nya", jawab ica.
"Nanti aku bangun husus ruangan buat online shop dan kamu juga bisa tinggal disana", jawab ku.
"Hah beneran mba", kata ica.
"Ya, nanti ica di bantu sama mba susan. Mba susan sudah sembuh tinggal masa pemulihan saja", jawab ku.
"Wah trimakasih mba", kata ica.
"*S**ekarang aku bilang ke suami ku dan nanti besok aku bisa langsung nyari tempat nya*", jawab ku.
Karena sambil ngobrol kerjaan pun beres, ica tinggal telpon kurir untuk mengantarkan ini ke tempat tujuan. Mungkin ini jalan nya agar ica ke luar dari rumah ku, aku berikan tempat tinggal sambil jualan online shop punya aku. Aku pun pergi meninggal kan ica, aku lihat dihalaman sudah sepi mungkin anak anak tidur dan suami ku dikamar.
"Mas", panggil ku.
"Ya sayang", jawab suami ku.
"Pantesan halaman rumah sepi, ternyata sudah pada masuk kamar", kata ku.
"Ya, anak anak sudah mengantuk jadi mereka tidur", jawab suami ku.
"Mas, aku mau minta sesuatu boleh?", tanya ku.
"Apa sayang?", tanya suami ku.
"Oh bagus sayang, besok aku cariin sayang ", jawab suami ku.
"Trimaksih sayang", jawab ku.
Aku sama suami ku tidur. Sore hari nya kita semua makan malam dan seperti biasa setelah nya kita pun berkumpul di ruang keluarga. Asik bermain, bercanda dan tertawa, sampai malam pun tak terasa sudah larut. Kita masuk ke kamar nya masing masing dan tidur.
Besok nya aktivitas seperti biasa setelah sarapan anak anak sekolah, aku dan suami ku berangkat kerja.
"Faiq, nanti buna jemput ya", kata ku.
"Ya bun", jawab faiq.
Aku belum ngasih tau tentang kepulangan nya susan, mau bikin kejutan buat faiq. Sampai di klinik aku masuk ruangan, disana sudah ada mas ilyas dan sinta.
"Kalian sedang apa?", tanya ku.
"Rin, kemarin kamu jemput susan?", tanya mas ilyas.
"Ya, aku lupa kasih tau kalian. Mas ryan pun gak tau, aku kasih tau pas susan sudah di rumah. Aku dikabarin sama dokter terus langsung berangkat", jawab ku.
"Jadi susan dirumah nya?", tanya sinta.
"Ya, emang mau di rumah siapa", jawab ku.
__ADS_1
"Ya kirain mau ngoleksi ular di rumah mu", celetuk sinta.
"Sudah sana aku mau kerja, soal nya nanti aku mau bawa faiq ketemu susan. Faiq belum tau susan pulang", kata ku.
"Ya ya", jawab mas ilyas dan sinta.
Mereka pun pergi meninggalkan ruangan ku, aku langsung kerja dengan laporan ku biar tidak menumpuk. Aku harus selesai sebelum faiq pulang sekolah, untung nya gak ada yang ganggu aku jadi selesai tepat waktu.
Aku pun langsung jemput faiq disekolah nya, pas banget faiq baru selesai sekolah nya.
"Buna", kata faiq.
"Sayang, ikut buna yu", jawab ku.
"Kemana bun?", tanya ku.
"Lihat saja nanti", jawab ku.
Aku dan faiq naik taxi menuju rumah nya susan.
"Bun, ini kan jalan ke rumah ku?", tanya faiq.
"Ya sayang", jawab ku.
"Terus?", tanya faiq.
Aku gak menjawab pertanyaan faiq dan sampailah didepan rumah nya, aku dan faiq turun disambut langsung sama susan.
"Mamah sudah sembuh?", tanya faiq kaget langsung memeluk nya.
"Sudah sayang, kemarin tante erin yang jemput", jawab susan.
"Aku sengaja gak kasih tau faiq biar jadi kejutan buat dia", jawab ku sambil tersenyum.
"Sayang, faiq masih harus dirumah tante erin dulu sampai masa pemulihan mamah selesai ya", kata susan.
"Ya mah", jawab faiq.
Faiq anak nya pintar, dia pasti mengerti maksud mamah nya.
Aku biarkan faiq bersama susan dan aku tinggalkan mereka berduaan.
"Buna, ke klinik lagi ya, faiq disini nanti buna jemput", kata ku.
"Ya bun, hati hati", jawab faiq.
Aku pulang lagi ke klinik naik taxi, aku gak mau ganggu mereka. Sampai diklinik mas ilyas menghampiri ku.
"Rin tolong bantu aku", kata mas ilyas.
"Ya mas, sebentar aku taro tas dulu nanti aku susul ke sana", jawab ku sambil berlari menuju ruangan ku.
__ADS_1
Aku pun bergegas untuk menemui mas ilyas dan membantunya, setelah selesai aku pun masuk ruangan dan mas ilyas pun sama masuk ruangan. Untung aku ke sini lagi, kalau gak kasian mas ilyas sibuk sendirian. Hari ini ada dokter yang gak masuk sedangkan pasien nya banyak.