
"Mas, ikut makan siang juga yu biar sekalian", aku menawari mas haris.
"Aku malu, gak usah aja", jawab mas haris.
"Biar prince ada teman juga", jawab ku.
"Ya sudah ya", kata mas haris.
Aku dan mas haris menuju meja makan dan di susul oleh anak anak ku termasuk key juga. Kita asik makan dan makanan pun sudah habis, aku masuk kamar. Ku biarkan mas haris dan prince berduaan saja, aku dikamar bermain bersama key dan baby R. Tiba-tiba faiq pun masuk ke kamar ku.
"Bun, boleh gak aku ikutan", kata faiq.
"Boleh dong sini", jawab ku.
Faiq bermain bersama key dan baby R, aku mencoba untuk menelepon mas ryan yang berada di kantor.
"Hallo sayang", kata mas ryan.
"Hallo juga sayang", jawab ku.
"Mas sudah makan belum?", tanya ku.
"Sudah, sayang dan anak anak sudah makan?", tanya mas ryan.
"Sudah, ini mereka lagi main. Mas video call saja", jawab ku.
Yang tadi nya telpon biasa kini berganti menjadi video call.
"Faiq, key ini ayah mau ngobrol sama kalian", kata ku.
Aku kasih handphone ku ke faiq, mereka asik berbincang bincang bersama. Setelah selesai faiq pun ngasih handphone nya ke aku.
"Bun, prince tidur?", tanya suami ku.
"Gak, prince didepan bersama mas haris", jawab ku.
"Mas haris di rumah", kata suami ku.
"Ya, dia mau bertemu prince", jawab ku.
Setelah selesai aku tutup ponsel nya dan aku pun kembali bermain sama anak anak, sore hari sebelum mas ryan datang hujan pun turun sangat lebat. Kita berkumpul di ruang keluarga termasuk mas haris.
__ADS_1
"Yah hujan, aku mau pulang malah hujan nya lebat", kata mas haris.
"Ayah tunggu sebentar sampai hujan nya berhenti", jawab prince.
Aku lagi asik bermain sama key dan baby R.
"Rin, kalau ingat dulu. Mungkin kita juga sudah bahagia menjadi keluarga yang utuh", tiba-tiba mas haris bilang begitu.
"Sudah mas, aku dan kamu sudah mempunyai kebahagiaan nya masing masing", jawab ku datar.
Seketika hening cuman ada suara anak anak yang ribut bermain, aku pun pergi sebentar ke kamar. Ku coba menelepon mas ryan tapi tidak di angkat, mungkin lagi meeting. Aku kembali ke luar untuk bergabung lagi sama mereka, aku kaget didepan kamar sudah ada mas haris.
"Mas ada apa?", tanya ku.
"Mas rindu kamu", jawab mas haris.
"Ingat mas, aku dan kamu sudah selesai", jawab ku.
"Mau gak kamu balik lagi sama aku, aku akan ceraikan ica", tanya mas haris.
"Gila mas, ingat ica itu istri yang mas pilih jangan macem macem deh", jawab ku.
"Tapi mas menginginkan mu", kata mas haris.
Mas ryan pun datang, aku langsung memeluk nya.
"Mas, tadi meeting jadi gak angkat telpon nya", kata mas ryan.
"Aku tau mas, mas mandi dulu sana", jawab ku.
Mas ryan mandi, aku dan anak anak sudah menunggu dimeja makan. Mas ryan pun datang dan kita langsung makan malam, setelah itu aku dan anak anak bermain di ruang keluarga sedangkan mas ryan kembali ke ruang kerja nya. Ya aku tau mas ryan lagi ada proyek besar, cukup lama dan sudah malam juga, aku suruh anak anak tidur. Tidak lama mereka pun kembali ke kamar nya masing masing, sebelum masuk kamar aku bawain kopi dulu ke ruang kerja nya mas ryan.
"Sayang, ini kopi nya", kata ku.
"Makasih", jawab mas ryan.
Mas ryan bangkit dari duduk nya terus mendekati ku dan mengambil kopi yang ada ditangan ku. Aku diam mematung ketika kopi ku diambil, mas ryan mendekati ku dan mendorong ke arah pintu. Pintu pun di kunci sama maa ryan.
"Mas kenapa?" ,tanya ku.
"Aku lihat di Cctv apa maksud nya haris mengungkap cinta ke kamu? ", tanya mas ryan.
__ADS_1
"Ya aku gak tau", jawab ku.
Mas ryan mencium dan menggigit bibir ku, aku pun membalas ciuman itu.
"Ingat jangan sampai dekat dan kembali lagi sama dia", kata mas ryan.
Aku baru mau ngomong, bibir ku sudah di cium kembali sama mas ryan. Aku yang pakai hingliner yang tipis karena mau tidur, gundukan gunung kembar ku diremas sama mas ryan.
"Ini hukuman buat istri ku, malam ini harus memuaskan ku", kata mas ryan.
"Arghh... Mas", kata ku menikmati setiap sentuhan mas ryan.
Mas ryan memainkan jemari nya di area sensitif ku.
"Mas, enak akhhh", kata ku.
"Enak ya sayang arghhh", jawab suami ku.
Mas ryan menggendongku ke sopa dan membukakan semua baju ku dan baju dia, mas ryan masih bermain di daerah sensitif ku.
"Wangi banget ini punya istri ku", kata mas ryan.
"Arghh... Mas sudah banyak aku keluar", kata ku.
Mas ryan pun mulai memasukkan punya dia ke daerah sensitif ku sampai aku dan mas ryan di puncak kenikmatan bersama. Setelah selesai aku ke kamar mandi dan memberes kan nya disusul mas ryan. Setelah itu kita pun istirahat dan tidur.
Pagi ini mas ryan berangkat sangat pagi.
"Bun, aku gak bisa nganter maaf ya. Soal nya ada meeting mendadak", kata mas ryan.
"Ya mas, hati-hati", jawab ku.
Mas ryan mencium kening ku dan berlalu meninggalkan aku, aku pun ke luar dan menunggu anak anak untuk sarapan pagi bareng. Setelah sarapan pagi, aku duluan pergi naik taxi karena taxi yang di pesan sudah datang.
Sampai di klinik aku pun langsung bekerja dan membantu mas aris karena dia butuh bantuan ku, ada pasien yang tertabrak dijalan. Setelah selesai aku pun membantu mas ilyas, setelah itu aku istirahat dan baru sadar sudah siang dari pagi aku sibuk terus. Mungkin aku putuskan hari ini pulang agak terlambat karena takut ada pasien lagi.
"Sin, kita ke kantin yu lapar", kata ku.
"Rin, kamu gak pulang?", tanya sinta.
"Aku kayak nya bakalan telat pulang mengingat tadi banyak pasien", jawab ku.
__ADS_1
Aku dan sinta menuju kantin dan memesan makanan, aku ingin makan bubur ayam hari ini dan sinta memesan nasi goreng pedas. Memang sinta itu ratu pedas level 10 kali.