
RUMAH TANGGA ERIN
Hari ini mau ada acara pengajian 4 bulanan nya baby, tamu yang di undang teman kantor mas ryan, staff klinik, pegawai toko ku dan ustadzah. Konsep yang sederhana karena aku gak mau terlalu banyak orang.
Catring, snack dan suvernir sudah siap, semua nya di mulai jam 08.00 pagi ini. Orang rumah sebelum nya sarapan dulu dan setelah itu siap siap menyambut tamu yang datang.
Tamu pun datang secara perlahan, mungkin ada 50 orang yang handir. Acara di mulai dengan hikmat, sampai pada puncak acara yaitu mendengarkan ceramah ustadzah. Dan berakhir dengan makan hidangan yang sudah disajikan itu.
"Bumil are you happy?", tanya sinta.
"Ya", jawab ku sambil tersenyum.
Ica datang menyapa ku.
"Mba semoga sehat semua nya", kata ica.
"Amin, trimakasih semua nya sudah datang", jawab ku.
Mas ilyas datang menghampiri kita.
"Hai rin, apa kabar?", tanya mas ilyas.
"Baik mas", jawab ku.
Kita mengobrol sambil menikmati hidangan yang ada. Mas ryan masih sibuk ngobrol sama teman kantor nya, staff klinik menikmati hidangan nya. Setelah selesai mereka pun pergi silih berganti, tinggal sisa hanya ica, mas ilyas dan sinta.
"Sayang jangan cape", kata mas ryan menghampiri ku.
"Nggak sayang, nih kita lagi ngobrol seru", jawab ku.
"Mas gabung", ajak ica.
Aku melihat tatapan ica ke mas ryan aneh dan mas ryan terlihat canggung sekali. Tapi ya sudahlah jangan merusak kebahagian ku ini.
Mas ryan ikut gabung sama kita, aku heran mas ilyas sejak kapan dekat sama ica. Begitu akrab nya mereka berdua sampai aku lihat sinta pun begitu kesal melihat mereka.
"Sayang mas masuk dulu ya", kata mas ryan.
Mas ryan pun kenapa seperti nya gak suka kalau ica dekat dengan mas ilyas.
"Mba aku ikut ke kamar mandi dulu ya", kata ica.
"Oh iya silahkan saja", jawab ku.
__ADS_1
Aku sempat heran tapi aku sudah pasang Cctv di dalam rumah tanpa sepengetahuan mas ryan. Mungkin suatu saat bisa aku lihat disini, karena aku pun curiga sama ica namun aku tidak punya bukti.
Kalau nanti bukan ica, mungkin mas ryan punya selingkuhan di luar yang aku tidak tau siapa. Ica lagi di kamar mandi dan ini waktu nya untuk menanyakan ke mas ilyas dan sinta.
"Sin, mas, sudah punya bukti tentang mas ryan?", tanya ku.
"Mmm anu belum rin", jawab mas ilyas.
"Belum rin", jawab sinta.
"Hmmm semoga saja ini hanya firasat ku yang tidak benar ", kata ku.
Ica pun sudah kembali.
"Mba aku pamit pergi ya", kata ica.
"Trimakasih sudah hadir ya", jawab ku.
Ica pun pergi dari rumah ku. Sinta dan mas ilyas pun pamit untuk pulang, acara semua nya berjalan dengan lancar. Aku mencari mas ryan ke kamar, ternyata dia lagi berbaring.
"Mas kenapa?", tanya ku.
"Sedikit pusing sayang", jawab mas ryan.
"Sini aku pijitin", jawab ku.
Aku pun mengambil lagi Cctv itu takut ketahuan mas ryan. Mungkin mas ryan memang tidak selingkuh, tapi minyak wangi itu seperti punya ica atau yang punya minyak wangi itu bukan ica saja.
Tiba-tiba pesan masuk dari mas ilyas.
"Rin, besok bisa ketemuan?", tanya mas ilyas lewat pesan masuk.
"Ke sini mas, aku belum bisa jauh", jawab ku.
"Ok aku sama sinta besok ke rumah mu", kata ilyas.
Aku heran kenapa ya ada apa mas ilyas mau ketemu aku besok, apa sudah ada kabar tentang mas ryan. Aku pun istirahat karena kecapean sampai tidak sadar sudah menjelang pagi.
Aku bangun dan mandi terus membangunkan suami ku, suami ku mandi dan kita pun sarapan pagi bareng. Aku sudah bisa melakukannya kembali, suami ku dan anak anak sudah pergi.
Aku menunggu mas ryan dan sinta datang, tak lama mereka pun datang.
"Hai bumil cantik kaya nya sudah seger nih", kata sinta.
__ADS_1
"Ya, aku sudah mulai membaik sin", jawab ku.
Mereka pun duduk.
"Ada apa mas ilyas?", tanya ku.
"Apa kesehatan mu sudah membaik?", tanya mas ilyas.
"Sudah mas, aku sudah bisa beraktivitas tapi belum normal", jawab ku.
"Gue harus ngomong seperti apa sama lu dan dari mana gue ngomong nya ya", kata mas ilyas.
"Maksud nya apa mas?", tanya ku.
"Gini rin, jika ada dua hal. Ada kabar buruk dan ini juga bisa di bilang kabar baik, lu sudah siap menerima ke dua nya?", tanya sinta.
"Hmzz ya aku sudah siap jika itu bisa menyakiti gue", jawab ku.
"Gue liat ya memang ini seharus nya lu tau", kata mas ilyas.
"Mas, sin jangan berputar putar. Aku bingung, ok aku fine", jawab ku.
"Rin, lu tuh baik, setiap orang yang pernah menyakiti lu dan menghancurkan rumah tangga lu sekali pun. Lu bisa terima maaf kembali itu orang, ingat rin tidak semua orang berterima kasih sama lu dengan hati", kata mas ryan.
"Terus apa hubungan nya dengan mas ryan?", tanya ku.
"Lu itu mengobati ular berbisa, memasukkan nya di tengah tengah kehidupan lu. Lu tidak tau kapan bisa itu akan menyerang lu kembali", kata mas ilyas.
"Mas ilyas kelamaan", kata sinta.
"Ini kamu tonton dan dengarkan", kata mas ilyas sambil memberikan ponsel nya ke aku.
Aku menonton di dampingi sinta, aku melihat adegan ica masuk dan mas ryan masuk ke apartemen milik mas ryan. Ada juga percakapan mas ryan dan mas ilyas, terus terakhir aku dengar mas ilyas membuat jebakan buat mas ryan.
"Gue minta persetujuan dari lu, apa boleh gue lakukan agar lu tau siapa ryan sebenar nya. Gue teman nya ryan, tapi gue gak suka ryan seperti itu", kata mas ilyas.
"Memang mas, aku disini juga telah salah tidak memuaskan mas ryan. Tapi seharus nya mas ryan lebih sabar lagi", kata ku sambil menangis.
"Jadi apa boleh aku melanjutkan rencana ku?", tanya mas ilyas.
"Terserah mas ilyas saja", jawab ku.
"Bumil harus kuat, ingat ada dede bayi disini", kata sinta.
__ADS_1
"Jadi pelajaran saja, jangan pernah percaya sama orang. Karena terkadang orang itu tidak sebaik yang kita kira", kata mas ilyas.
Aku terdiam bingung dan tidak tau harus melakukan apa.