
Aku bahagia karna dia pulang hari ini, semangat ku bekerja bertambah semua orang mungkin sedang melihat ku aneh.
"kamu sudah dapat kabar dari dia? ", tanya ilyas tiba-tiba,
" sudah barusan dia ngabarin kalau hari ini pulang", jawab ku.
"ya hari ini memang dia pulang tapi ada kabar buruk buat kamu", kata ilyas.
__ADS_1
"kabar buruk apa? ", tanya ku.
" dia kecelakaan mau balik ke sini, kabar nya teman yang menjadi supir dia mengantuk", kata ilyas yang membuat sesak nafas ku dan lemas tubuh ku. Aku tidak sadarkan diri karna saking shok nya mendengar ini semua, aku tersadar ketika sudah diruangan pasien.
"mas ilyas dimana dia mas? ", tanya ku sambil menangis.
" yang sabar ya semoga dia baik-baik saja, kamu berdoa untuk keselamatan dia", jawab ilyas. Aku menangis raga ku hancur berkeping keping dan rasa sudah tidak berdaya. Aku pulang kerumah dan aku ceritakan ke orang rumah, ku peluk anak ku dan aku pelan pelan menceritakan nya. Anakku menangis di pelukkan ku, gimana tidak menangis orang dia dekat banget dengan anakku,
__ADS_1
"kamu yang sabar dan harus ikhlas jika kabar dia buruk dan baiknya kita tidak tau", ilyas menguatkanku. Aku cuman diam saja, rasa ingin pergi untuk menjemput nya disana tapi aku harus profesional karna punya pasien. Nanti juga ada pihak yang ngabarin tentang keadaan nya, aku cumam bisa berharap dia datang pada ku. Ku pandangi barang yang dia kasih untuk ku dari dia, aku sangat merindukanmu. Sudah dua hari sejak kabar kecelakaan itu tidak ada kabar lagi tentang dia, aku pun sempat bertanya pada aris dan aris pun sama belum dapat kabar lagi. Aku pun mencoba untuk mengikhlas kan dia, aku mulai belajar tanpa dia. Aktivitas ku sibukkan kembali dan tidak terlalu lagi memikir kan nya tapi aku masih berharap dia hidup, jika dia meninggal pun semoga jasad nya cepat ketemu. Akhir akhir ini pun banyak pasien dan aku sibuk dengan pasien ku,
"sini aku bantu", kata rayn dari belakang ku,
"makasih", jawab ku. Aku dibantu rayn untuk mengurus nya. Setelah selesai aku pulang dan di parkiran ketemu ilyas,
"gituh donk move on buka hati untuk orang lain, jangan terus memikirkan dia", kata ilyas.
__ADS_1
"aku bukan move on dan mana bisa aku move on dari dia, aku cuman berharap dia masih hidup dan aku juga ingin profesional saja, kan sebentar lagi aku selesai menjadi mahasiswi magang terus skripsi deh", jawabku.
Aku melaju meninggalkan ilyas yang berada di parkiran, setelah itu aku juga memulai menyusun skripsi biar cepat selesai juga. Aku tidak lagi membantu mereka jualan karena aku pun sibuk dengan kuliah ku, apalagi ini sebentar lagi mau skripsi jadi aku sibuk banget, meskipun begitu aku masih punya waktu untuk bermain bersama anakku.