
Kita pesan dua kamar yang berdekatan tapi sayang nya kamar sudah penuh semua yang tersisa cuman satu, aku dan dia bingung harus bagaimana. Akhirnya mau tidak mau kita satu kamar, penginapan kita dekat pantai dan pemandangan disana terlihat bagus menghadap ke pantai. Didalam kamar kita terlihat canggung mana cuman satu tempat tidur lagi, tadi nya mau aku yang ngalah biar tidur di sopa, eh malah dia yang ngalah. Sebelum makan malam, kita nikmatin dulu pemandangan laut yang biru. Kita jalan jalan sambil tertawa tawa, memang dari kita pacaran sudah terbiasa dengan semua yang dia perlakukan untuk membahagiakan ku. Waktu sudah malam dan kita makan malam dulu, setelah itu kita masuk kepenginapan. Ntah apa yang harus ku lakukan membuat ku canggung disana, aku buka jendela dan nongkrong disana. Dia datang membawakan cemilan buat ku, kita ngobrol dan bercerita tentang dulu ketika kita pacaran sampai akhirnya kita harus berpisah. Mungkin dulu ketika kita berpisah itu tidak ada kata putus cuman kita menjauh secara perlahan karna tidak mau ada yang terluka. Malam sudah mulai larut, kita masuk dan tidur, aku di tempat tidur dan dia di sopa..
"mmm tidur disini aja deket dengan ku, karna tempat ini juga terlalu besar buat ku", aku tidak tega sama dia..
"gak usah, aku disopa aja, biarkan permai suri tidur yang nyenyak", sambil dia tersenyum menatapku..
__ADS_1
"benar kamu tidak mau tidur disampingku", goda ku kepada dia,.
"kalau putri cantik memaksa aku pun mau", kata dia sambil mulai mendekati ku...
Akhirnya kita tidur bareng bersama dia, malam yang indah dan dingin kita lewati bersama dengan bahagia. Pagi nya aku lupa akan kejadian semalam karna indah sekali tapi rasa takut ku pun muncul seketika.
__ADS_1
"apa yang kamu takut kan, takut kamu hamil oleh ku", tanya dia kepada ku.. Aku cuman mengangguk saja, tidak berani berbicara.
"sayang jika itu terjadi aku akan menikahi mu dan kita berdua akan sama-sama meninggalkan pasangan kita terus kita nikah dan hidup bahagia, mau kan kamu slamanya dengan ku", dia mulai kembali gila.
Aku tersenyum dan memeluk nya, kita beres beres baju untuk pulang ke rumah. Dia mengantarkan ku sampai rumah dan kebetulan aku sudah tau kapan suami ku pergi dari rumah. Kita berpisah disini, dia pulang dan aku masuk ke rumah. Mungkin bahagia dan ada rasa takut juga,cuman bahagia ku mengalahkan ketakutan ku. Aku beres beres rumah dan masak seperti biasa, setelah beres aku main handphone ternyata ada pesan masuk dari pacar ku.
__ADS_1
"kalau kamu hamil secepatnya kabarin aku ya sayang dan tolong jangan dulu disentuh suami mu karna aku tidak mau anak kita dicampur dengan orang lain", itu pesan singkat yang aku terima. Sungguh gila nya dia, bagaimana aku menolak suami ku yang ada nanti dia curiga lagi. Suami ku pun pulang, dia tidak menanyakan aku sama sekali. Suami ku pun berencana untuk keluar kota selama sebulan karna ada perjalanan bisnis, aku bilang sama dia mau ikut tapi dia tidak memperbolehkan ku ikut.