
Malam ini aku bertemu dengan dia, prince ku titipkan sama pembantu ku. Dia membawa ku sebuah tempat, kita duduk disana. Aku bingung kenapa dia bawa aku ke sini,
"lihat yang duduk di sebrang sana", kata dia. Aku coba melihat nya dan ternyata sosok suami ku dan ica itu, mereka lagi berduaan disana.
"apa kamu kira sehebat itu kah kamu menghadapi ini semua,aku sudah tau dari dulu dan ku yakin kamu juga tau tentang hal ini", lanjut dia berkata. Aku mungkin selama ini menguatkan hati demi anakku tapi raga ku tidak setegar itu, air mata ku menetes begitu saja.
__ADS_1
"terus kenapa kamu bawa aku melihat mereka, untuk apa", tanya ku.
"agar kamu berhenti bersikap pura-pura kuat dan tegar, lihat masih ada aku dan ingat... ", jawab dia terhenti.
"ingat prince bukan anaknya dia dan apa yang aku pertahan kan di keluarga ini kan", jawabku melanjutkan jawaban yang terpotong oleh nya. Dia diam tidak bicara, dia peluk aku dan menenangkan aku. Aku lepaskan pelukkannya.
__ADS_1
"lepaskan dia, hiduplah bersama ku dan aku ingin membahagia kan mu dan prince", jawab dia. Aku cuman diam tidak berkata,
"kamu juga sudah tau kan tentang aku dan istri ku, kemarin Mantan Istri ku menelepon ku supaya mengajak mu hadir nanti dipernikahan nya dan dia bilang juga kalau kamu sudah tau tentang masalah aku dan dia", kata dia. Disana ternyata ada juga hati yang terluka lebih dari ku, aku kira didunia ini cuman aku ternyata tidak bukan aku saja. Cukup lama kita berdiam disana dan akhirnya kita pun pulang takut prince mencari ku, sesampai di rumah aku teringat terus dia, pikiran ku mulai terpengaruhi omongan nya. Ego kah aku jika ku memutuskan pergi? Ku bingung di buat nya. Aku melihat anakku rasa nya anakku bahagia bersama dia sejak suamiku sibuk dan tidak pernah lagi mengajak nya main. Hari ini suami ku pulang, aku bersikap dingin dengan suami ku, aku tidak bertegur sapa dengan nya.
"hari ini aku mau ngajak kalian makan diluar", kata suami ku. Aku cuman ke kamar untuk siap siap dan ke kamar anakku untuk mempersiapkan nya, anak ku bahagia sekali ketika diajak keluar sama suami ku. Aku cuman diam saja, mereka bermain berdua dan malam ini aku biarkan anakku bahagia. Setelah itu kita pulang ke rumah, aku tidak tidur bareng suami ku dan aku tidur di kamar anakku. Suami ku pun mungkin mengerti kenapa aku seperti itu,pikiran ku mulai berantakkan apa yang seharus nya aku perbuat sekarang. Aktivitas ku dipagi ini seperti biasa layak nya masih seorang istri yang menyiapkan semua nya,
__ADS_1
"harus bagaimana lagi agar kamu mau bicara sama aku", tanya suami ku. Aku cuman dia tidak mau memperpanjang masalah ini.
"kalau kamu mau nya aku ceraikan ica, aku akan menceraikan nya setelah anak itu lahir", lanjut suamiku. Tapi aku tetap tidak mau berbicara masalah ini. Suami ku pergi dan aku pun mulai berdagang online lagi.