
Hari ini aku berangkat ke kampus pagi pagi karena dosen aris mau mengadakan kuis, terpaksa aku tidak bisa masak buat mereka dan hari ini juga aku tidak bawa mobil karena mau dipakai ai buat belanja kebutuhan rumah jadi aku naik taksi. Sesampai nya di kampus aku masuk dan mulai belajar, untung nya aku sempat belajar jadi nilai nya lumayan bagus lah. Setelah selesai aku pulang dan menunggu taksi didepan kampus, aku tidak lihat jalanan karena aku sibuk main ponsel. Tiba-tiba dipinggir aku ada yang merangkul pundak ku, aku kaget dan secara spontan langsung menghindar tapi tangan ku dipegang, aku panik jadi tangan yang memegangku aku cubit dan dia ke sakitan. Pas aku lihat ternyata dia,
"*A**aadduhhh sakit sayang*", kata ryan.
"*M**aaf habis nya aku refleks, kamu sih suka* jail", jawabku.
"*Y**a maaf sayang, ini kejutan buat mu*", kata ryan.
"*K**enapa udah disini lagi? Kata nya nanti satu bulan lagi bakalan balik ke sini nya*", tanya ku.
"*A**ku ada urusan mendadak, so aku mau acara tunangan kita tiga hari lagi, kamu mau kan*? ", tanya ryan.
Baru aku mau jawab dari belakang ada aris yang memanggil ku, kita semua nengok ke aris.
" *H**ai, ris lama tak jumpa ya*", ryan nyapa aris.
Orang mereka juga saling kenal,
"*H**ai juga ya lama tak jumpa, o ya ini buku catatan buat belajar kamu*", kata aris sambil ngasih buku nya.
"Trimaksih ya pak dosen ", jawab ku.
"*R**is, nanti tiga hari lagi kamu hadir ya di pertunanganku*", kata ryan.
"*H**ah tunangan, bukan nya kamu sudah nikah dan punya anak*", terkaget aris, jelas lah karena aris tau kalau dia sudah nikah dan aris belum tau kalau dia sudah cerai.
"*A**ku sudah ada setahun cerai sama* susan", jawab ryan.
"*O**h maaf aku tidak tau, sekarang kamu mau tunangan sama siapa*? ", tanya aris, muka ku memerah dan tak karuan padahal yang ditanya aris itu dia bukan aku tapi aku yang deg deg deg.
__ADS_1
"*I**ni yang ada disampingku, kita akan melangsungkan acara pertunangan*", jawab ryan.
Aku malu sama aris, aris pun terkaget kembali karena aku tidak pernah bercerita tentang cowok yang dekat dengan aku dan aris tau nya aku sibuk dengan anak anak dan anak.
"*O**h, selamat ya*", kata aris.
Aku cuman tersenyum karena malu dan aris pun berpamitan sama kita,
"*Ak**u sengaja biar aris tidak mendekati punya ku*", bisik ryan ditelinga ku sambil merangkul dan berjalan masuk ke mobil nya.
Aku cuman bisa mencubit perut nya, rasa bersalah ku sama aris ntah mau seperti apa dan bagaimana jika nanti ketemu aris. Sesampai nya di rumah prince senang banget dia datang langsung aja nempel sama dia, hari ini aku tutup saja online shop ku biarkan mereka istirahat dan aku sama prince juga dia bermain di luar rumah. Dia bebaskan aku dan prince mau beli apa dan mau makan apa, aku bahagia banget. Tiba-tiba ada pesan masuk dari aris,
"*J**adi ini jawaban dari semua pertanyaan ku*? ", itu isi nya.
"*M**aaf bukan bermaksud menyakiti mu*", aku balas pendek.
"*B**esok di kampus aku ingin bicara*", balasan aris.
"Ada apa? ", tanya ryan.
"Enggak kok, ayo kita makan", ajak ku.
Setelah lama kita habiskan waktu bertiga akhir nya pulang ke rumah, aku masuk ke rumah dan dia pergi ke rumah teman nya karena tidak mungkin dia tinggal satu atap sama aku. Pagi nya aku sudah di jemput sama dia untuk berangkat ke kampus,
"Pagi sayang, pokok nya kalau ada aku kamu jangan pakai mobil harus diantar jemput", kata ryan.
Aku cuman mengangguk saja sambil tersenyum, kita berangkat ke kampus. Sesampai nya di kampus aku langsung masuk dan meninggalkan dia di depan kampus, aku bertemu lagi sama aris dan aris tarik aku kebelakang kampus.
"Aku mau nanya sejak kapan kamu dekat sama dia dan tau tau mau tunangan? ", tanya aris.
__ADS_1
"Semenjak aku belum nikah, aku sudah dekat sama dia", jawab ku, aris heran karena aris tau nya aku dan dia kenal pas mantan suami ku bareng bisnis sama mereka, aris tidak tau kalau dia mantan pacarku.
"Maksud nya? ", tanya aris heran.
"Sebenar nya dia itu sosok masa lalu yang pernah aku tinggalkan demi si brengsek itu", jawab ku.
"Jadi dia itu mantan mu yang dulu? ", tanya aris.
"Ya, aku dan dia sengaja merahasiakan nya karena itu masa lalu kita tapi takdir berkata lain, ketika aku tersakiti dia yang selalu ada untuk ku, ketika aku di usir pun, dia yang ada dipihak ku", aku mencoba sedikit menjelaskan nya.
Dia pun mengerti apa yang aku jelaskan,
"Ya sudah selamat untuk mu ya semoga dia bisa membahagiakan mu", kata aris.
" Ya makasih", jawab ku.
Aku pun langsung masuk ke kelas dan mengikuti pelajaran, ada pengumuman bahwa seminggu ini kita kita tidak ke kampus di karena kan harus mencari rumah sakit untuk praktek nanti. Setelah selesai kuliah aku pulang dan didepan sudah ada yang menjemput ku,
"Sayang cape ya", kata ryan sambil merangkul ku dan masuk ke mobil.
"O ya ada waktu gak buat aku? ", tanya ku.
" Selalu ada waktu untuk mu sayang, kenapa memang?", tanya ryan.
"Besok mau cari tempat buat praktek tapi bingung mau dimana, aris sih menyaran kan aku praktek dirumah sakit hasna yang jalan mau ke rumah kita dulu", jawabku.
"Oh itu, hmzzz eh kan ada yang satu nya lagi kalau gak salah rumah sakit medica itu lebih dekat dari rumah", kata ryan.
"Sebelah mana kok aku gak tau? ", tanya ku.
__ADS_1
"Ya udah besok aku anter kamu ke sana", jawab ryan, aku tersenyum begitu siaga nya dia.
Hari ini kita menuju ke tempat WO nya mau feeting baju, disana sudah ada anak ku dan ke dua dayang nya. Sesampai nya disana kita langsung masuk dan mencoba pakaian buat nanti tunangan, aku pilih warna ungu muda. Aku coba dan ternyata cocok, dekor ku putih dan ungu muda itu yang menjadi pilihan ku. Kedua pangeran ku ganteng semua pakai itu, dayang ku pun cantik. Setelah selesai kita semua pergi untuk cari makan di restoran terdekat, aku dan dia dulu sering makan di pinggiran kota. Dan hari ini pun aku putuskan untuk makan di pinggiran saja, tidak masuk ke restoran. Kita disana makan dengan lahap nya, semua senang.