
Tak lama prince juga datang dengan ai, prince langsung masuk dan mencari faiq.
"Bun, kakak faiq mana?", tanya prince.
"Ada lagi beres beres di kamar nya", jawab ku.
"Prince kalau mau sana ke kamar faiq", kata susan.
"Makasih tante", jawab prince.
Dia pun langsung menuju kamar dimana faiq berada, aku dan mas ryan juga susan ke meja makanan untuk menyiapkan makanan yang tadi sengaja mas ryan beli sebelum ke sini.
"Faiq, prince cepat makanan dulu", teriak ryan.
Faiq dan prince pun ke luar kamar dan kita semua makan bersama, setelah selesai aku dan prince pamit pulang duluan sedangkan mas ryan pulang setelah aku. Aku gak mau bareng mas ryan takut susan curiga, untung nya mas ryan mengerti. Tiba di rumah aku tunggu mas ryan di depan dan prince masuk ke kamarnya, tak lama mas ryan pun pulang. Aku dan mas ryan masuk ke kamar dan mandi biar segar,
"Sayang sampai kapan kita begini?", tanya ryan.
"*S**ampai susan sembuh*", jawab ku.
"Tapi aku gak mau lama kaya gini, aku ingin normal sayang", kata ryan.
Yang seharus nya bilang seperti itu aku bukan mas ryan ya.
"Sabar, sebentar lagi kan susan sembuh total, kita pelan pelan saja", jawab ku.
Ryan pun mengerti dan kita pun tidur karena besok harus beraktivitas kembali. Pagi ini aku bangun dan siap siap sarapan begitu pula mas ryan dan prince, kita sarapan pagi bersama. Setelah selesai aku dan mas ryan berangkat bareng sedangkan prince masuk sekolah, tiba di klinik aku masuk dan mas ryan berangkat ke kantor. Hari ini jarang pasien jadi kerjaan ku santai, waktu sudah menunjukan siang dan aku pun siap siap untuk pulang. Tiba-tiba pesan masuk ke ponsel ku,
"Mba bisa ketemu saya hari ini?", isi pesan dari susan.
"Boleh, mau ketemu dimana?", jawab pesan ku.
"Di dekat klinik aja, kan didepan ada tempat makan sambil makan siang juga", jawab pesan susan.
Aku kirim pesan ke ryan, agar nanti dia tidak menjemputku. Baru mau kirim ternyata ryan pun kirim pesan terlebih dahulu.
"Sayang hari ini aku mendadak meeting, kamu tunggu sebentar ya", isi pesan dari suami ku.
__ADS_1
"Ya, sayang", jawab ku.
Kebetulan suami meeting dan aku mau ketemuan dulu sama susan, aku pergi ke tempat makan disebrang jalan dan aku lihat ternyata susan sudah menunggu ku disana.
"Hai mba disini", kata susan.
Aku pun langsung nyamperin dia yang sudah sampai duluan ke sini. Kita berdua pun pesan makanan sambil nunggu makanan susan pun bertanya kepada ku.
"Mba boleh aku tanya sesuatu?", tanya susan.
"Boleh", jawab ku.
"Suami mba siapa? Kok gak pernah mba kenalin sama aku", tanya susan.
"Eeee dia lagi sibuk, nanti aku kenalin ya", jawab ku.
Pesanan pun datang, kita sambil makan dan mengobrol asik. Sampai makanan di meja pun sudah habis di makan, aku minta bill atau tagihan karena gak mungkin susan yang bayarin dia kan masih sakit.
"Mba, aku saja yang bayar", kata susan.
"Gak usah, hari ini aku yang traktir mba, mmm besok besok boleh deh mba yang traktir aku", jawab ku biar susan tidak merasa direndahkan.
Aku bayar dulu tagihan makan siang tadi, setelah itu kita pun keluar dari sana.
"Mba pulang sama siapa?", tanya susan.
"Mmmm nanti supir yang jemput", jawab ku.
"Bareng aja sama aku", susan menawarkan diri.
"Makasih tapi supir aku kaya nya sudah dijalan, mba duluan aja jangan sering ke luar. Istirahat yang cukup biar bisa bekerja lagi", jawab ku.
"Ya mba, tadi aja aku habis dari kantor nya mas ryan", kata susan.
"Habis apa?", tanya ku.
"Mungkin saja ada lowongan di kantor mas ryan jadi aku bisa kerja", jawab susan.
__ADS_1
"Oh, terus?", tanya ku.
"Nanti dihubungi lagi itu kata mas ryan", jawab susan.
Susan pun pamit untuk pulang duluan dan aku kembali ke klinik untuk menunggu ryan jemput aku. Tak lama ryan pun datang dan kita langsung pulang ke rumah, aku masuk ke kamar dan ryan pergi lagi ke kantor. Dari tadi dia belum cerita kalau susan nyari kerjaan dikantor nya, mungkin nanti habis pulang dia baru cerita tentang susan dan aku juga gak mau nanya biarkan dia yang duluan bercerita. Aku istirahat ke kamar, prince dan key lagi tidur siang sedangkan ai dan susi lagi packing orderan,bibi ros lagi beres beres rumah. Sore hari suami ku pulang ke rumah, sebelum makan kita bermain dulu di samping rumah. Setelah bibi ros panggil untuk makan, kita pun masuk menuju ruang makan. Setelah selesai key masuk ke kamar bersama susi dan prince masuk ke kamar untuk belajar, aku dan suami ku masuk ke kamar untuk istirahat.
"Sayang, tadi susan ke kantor", kata suami ku.
"Terus dia mau apa?", jawab ku seolah olah belum tau apa yang terjadi.
"Dia bawain makan siang untuk ku dan dia juga ingin bekerja di tempat ku", jawab suami ku.
"Jadi makanan siapa yang mas makan?", tanya ku, suami ku suka dikasih bekal makanan setiap hari sama aku.
"Ya punya istri tercintalah, yang punya dia aku kasih ke assisten ku", jawab suami ku.
"Ada gak kerjaan buat dia?", tanya ku.
"Ada, cuman aku ingin dengar pendapat dari istri sebelum aku memutuskan nya", jawab suami ku.
"Aku percaya sama suami ku dan aku juga kasian sama susan, ya udah mas kasih aja buat dia", jawab ku, aku gak mau egois.
"Makasih sayang, kamu baik banget", jawab suami ku sambil peluk dan cium pipi ku.
"Mas, tadi juga aku habis makan siang sama susan", kata ku.
"Terus? Wah kamu ini bohong ya seolah olah gak tau, padahal udah tau", jawab suami ku sambil mencubit pipi ku, aku pun tertawa.
"Ya dia cerita tapi dia gak cerita mas dibawain makanan", jawab ku.
"Dia mau apa ketemu kamu?", kata suami ku.
"Dia ngajakin makanan terus cerita tentang cari kerjaan di kantor mu, dia pun nanya tentang suami ku", jawab ku.
"Kamu sudah memberitahukan dia belum?", tanya suami ku.
"Belum, aku bingung mas", jawab ku.
__ADS_1
"Ya udah, nanti kita sama-sama bicara sama susan", jawab suami ku.
Kita pun tidur dan istirahat karena besok harus kerja. Esok hari nya kita sarapan bareng dan setelah itu aku, suami ku berangkat kerja dan prince sekolah.