
CERITA MAS RYAN
Pagi hari nya mas ryan bangun dan kaget kenapa dia tidur disini dan melihat wajah wanita itu bukan istri nya melainka ica.
"Arhhh sial", umpat rya.
Ryan bangun dan ke kamar mandi, ica juga bangun. Ica masuk ke kamar mandi dengan tidak malu nya dan mendekap ke tubuh kekar nya mas ryan.
"Ica apa apa sih kamu", mas ryan kaget dengan ica.
"Mas ayolah sekali lagi, bukan nya mas tadi malam menikmati nya", kata ica.
"Ica ke luar", kata mas ryan.
"Ya deh ya", jawab ica.
Mas ryan cepat cepat menyelesaikan mandi nya dan bergegas meninggal kan ica, sebelum pergi mas ryan berpesan dulu.
"Jangan sampai istri saya tau soal ini, awas saja kamu", ryan mengancam ica.
Tak lama mas ryan pun ke luar dan membawa kendaraan nya melaju cepat meninggalkan hotel itu.
****
KEMBALI BERCERITA RUMAH TANGGA ERIN
Aku dari semalaman menunggu mas ryan pulang tapi mas ryan sampai pagi ini dia belum juga kembali. Aku hubungi dia berkali kali handphone nya mati, aku sarapan pagi bareng anak anak.
"Bun, ayah gak pulang?", tanya faiq.
"Gak sayang, mungkin aya sibuk dan ketiduran di kantor", jawab ku.
Aku pun tidak tahu dimana keberadaan mas ryan, mas ryan mungkin ketiduran di rumah rudi yang kemarin ngajak mas ryan.
Anak anak berangkat sekolah, aku kembali ke kamar. Aku terpaksa makan bareng anak anak itu pun aku paksa kuat, sebenar nya tubuh ku lemas. Rasa nya ingin berbaring terus, tidak ada tenaga untuk jalan pun.
Suami ku pulang dan menghampiri ku.
"Sayang", sapa suami ku.
"Mas, dari mana?", tanya ku.
"Mas itu anu, mas ketiduran dirumah rudi. Maaf sayang mas gak ngasih kabar", jawab suami ku.
"Ya sudah, mas mandi dan sarapan terus mau istirahat apa ke kantor?", tanya ku.
"Mas ke kantor sayang", jawab mas ryan.
__ADS_1
Mas ryan pun pergi ke kamar mandi, setelah selesai mas ryan pamit ke kantor dan sarapan dulu. Aku percaya mas ryan selalu jujur tidak ada yang perlu aku curigai. Telpon masuk dari sinta.
"Hallo bumil", kata sinta.
"Hallo ada apa?", tanya ku.
"Rin, aku dan mas ilyas sudah dapat 4 dokter yang kemarin kita seleksi", kata sinta.
"Oh bagus dong nambah lagi", jawab ku.
"Ya, tapi kurang rin. Nanti aku cari lagi ya", kata sinta.
"Ya, kalian urus lah. Kalau kurang personil dari bidang mana pun segera di cari ya", kata ku.
"Rin kapan bisa ke sini?", tanya sinta.
"Aku juga belum tau rin, aku tidak ada tenaga untuk jalan. Kehamilan yang sekarang cukup berat buat aku dan mas ryan", jawab ku.
"Lah apa pengaruh nya sama mas ryan?", tanya sinta.
"Aku gak mau di sentuh mas ryan dan aku gak suka bau nya mas ryan", jawab ku.
"Hah separah itu kah hamil mu rin?", tanya sinta.
"Ya, padahal aku sudah punya anak 3 dan mereka gak rewel kaya gini", jawab ku.
"Ya ini cobaan buat kalian sabar saja, nanti juga normal kembali rin", jawab sinta.
"Mas ryan mengerti kok, dia akan baik baik saja. Rin sudah dulu ya nanti kita lanjut", kata sinta.
"Ya sin", jawab ku.
Ku tutup telpon dari sinta dan aku kembali lagi mainin handphone, tak terasa waktu sudah siang anak anak pun pulang dari sekolah nya. Faiq dan prince ganti baju terus makan dan ke kamar ku.
"Bun are you ok?", tanya prince.
"Ok sayang", jawab ku.
"Sure?", tanya prince.
"Yes buna baik baik saja", jawab ku.
"Sini bun aku pijitin", kata faiq.
"Trimakasih sayang", jawab ku.
Mereka berdua pijitin aku sampai aku tertidur, aku bangun ternyata mereka pun tidur disamping aku. Aku cium mereka bergantian, aku bersyukur mempunyai anak seperti mereka dan punya suami seperti mas ryan.
__ADS_1
Semoga keluarga ku selalu bahagia tidak seperti dulu ketika aku berumah tangga sama mas haris. Terkadang aku juga khawatir karena aku dekat dengan ica dan susan. Aku tau masa lalu nya, tapi aku coba untuk mempercayai nya kembali.
Sore hari tidak ada angin atau hujan aku kedatangan mas haris, faiq dan prince aku bangunin.
"Bu maaf di depan ada pak haris mau bertemu den prince", kata bibi.
"Oh iya bi nanti aku bilangin sama prince", jawab ku.
Bibi meninggalkan kamar ku.
"Prince faiq bangun sayang", kata ku.
"Ya bun", jawab mereka kompak.
"Prince ada ayah haris di depan, mau bertemu kamu", kata ku.
"Oh iya bun, aku cuci muka dulu", jawab prince.
Prince dan faiq meninggalkan kamar ku, aku pun mandi karena ini sudah sore. Mas haris pun pulang dan tak lama mas ryan kembali pulang.
"Sayang", sapa mas ryan sambil mengecup kening ku.
Mas ryan pergi untuk mandi dan setelah itu duduk di samping ku.
"Bagaimana keadaan mu sayang?", tanya mas ryan.
"Aku gini saja mas lemas, jalan pun terasa berat. Kata dokter ini bawaan bayi, bisa sampai 3 bulan atau sampai nanti melahirkan", jawab ku.
"Ya sudah sabar", jawab mas ryan.
"Mas akan nunggu aku kan dan sabar ngadepin aku?", tanya ku.
"Aku setia dan sabar menuggu mu sayang", jawab mas ryan.
"Aku takut mas ryan tidak sanggup dan malah menghianati ku", jawab ku.
"Jangan berpikiran kemana-mana cukup jaga baby ini agar sehat semua nya", kata mas ryan.
"Aku bahagia punya suami seperti mas yang pengertian sama istri nya lagi hamil", jawab ku.
"Ya, mas juga bahagia punya istri hebat yang memberikan mas keturunan sudah mau 4", jawab mas ryan.
Mas ryan pun meninggalkan aku dikamar, dia makan malam bersama anak anak. Aku makan dikamar karena sudah di sediakan sama bibi, kapan aku normal kembali bisa beraktivitas seperti biasa.
Setelah makan malam mas ryan kembali ke kamar untuk menemani ku sambil membawa key dan rayn. Sedangkan prince dan faiq lagi belajar, kita bermain dikamar dan aku lihat key dan rayn bahagia bersama ayah nya.
Malam mulai larut dan key serta rayn sudah mengantuk, mereka pun di bawa sama ai dan susi ke kamar nya untuk tidur. Aku dan mas ryan pun tidur.
__ADS_1
Pagi hari nya seperti biasa sarapan pagi dan mereka pun kembali beraktivitas masing-masing, suami ku berangkat kerja sedangkan anak anak sekolah.
Aku cuman bisa tertidur dan main handphone itu aktivitas ku sekarang semenjak hamil.