ANTARA SUAMI DAN MANTAN PACAR

ANTARA SUAMI DAN MANTAN PACAR
Banyak pasien


__ADS_3

Mas ilyas datang dan bergabung dengan kita.


"Rin, kok tumben gak pulang?", tanya mas ilyas.


"Gak mas, nanti 2 jam lagi. Takut banyak pasien kaya tadi", jawab ku.


"Oh ya, pasien hari ini banyak melelahkan sekali", kata mas ilyas.


Makanan punya mas ilyas pun datang, dia pesan nasi padang karena itu menu andalan nya setiap hari. Kita pun menghabiskan makanan tanpa tersisa, aku duluan masuk. Ku tinggalkan mas ilyas dan sinta berduaan di kantin, aku masuk keruangan ku dan merebahkan badan ku di atas kursi.


Tiba-tiba pintu terketuk dan aku kaget dengan kedatangan mas haris.


"Masuk", kata ku.


"Rin, aku sengaja ke sini", kata mas haris.


"Mas ada apa?", tanya ku.


"Aku mau menjemput mu pulang", kata mas haris.


"Sebelum nya trimakasih, tapi saya bisa pulang sendiri terus saya pun belum mau pulang karena masih banyak kerjaan disini", jawab ku.


"Oh gituh ya, sayang sekali aku sudah berbaik hati ingin menjemputmu", kata mas haris.


"Maaf ya mas", jawab ku.


"Ini aku bawain makan siang untuk mu", kata mas haris.


"Mas gak usah repot repot, aku juga sudah makan tadi", jawab ku.


"Tolonglah terima ini", kata mas haris.


"Ya sudah lah aku terima", jawab ku.


Aku terima karena biar cepat juga itu orang pulang dan ke luar dari ruangan ku, benar akhir nya dia pun pulang.


"Mas pamit pulang ya", kata mas haris.


Aku cuman mengangguk saja, aku telpon sinta agar ke ruangan ku. Sinta pun akhir nya sampai di ruangan ku.


"Ada apa rin?", tanya sinta.


"Ini buat kamu", jawab ku.


"Dari siapa? ", tanya sinta.


"Dari mas haris", jawab ku.

__ADS_1


"Mantan suami mu itu?", tanya sinta.


Aku cuman mengangguk saja.


"Kapan dia ke sini?", tanya sinta kembali.


"Tadi, untung sudah mau pergi dia", jawab ku.


"Ada acara apalagi itu orang, jangan jangan??", kata sinta.


"Apa?", tanya ku.


"Dia mau balikkan lagi sama kamu, rin", jawab sinta.


"Ikh ogah sin, aku sudah punya suami ku yang baik. Sampah itu tetap sampah gak bakalan menjadi berlian", jawab ku.


"Dalam banget itu kata kata", kata sinta.


Kita pun tertawa mengingat dia disamakan sampah.


"Makasih ini ya Rin, aku masuk dulu ke ruangan ku", kata sinta.


"Ok sin, kalau ada jampi jampi nya paling ke kamu", jawab ku.


Aku tertawa dan sinta pun pergi dari ruangan ku. Aku pun ke luar ruangan dan mengecek siapa tau ada yang bisa aku bantuin. Sudah sekitar satu jam dan tidak ada tanda tanda butuh bantuan lagi, aku pun memutuskan untuk pulang. Aku beres beres dan pesan taxi, taxi nya sudah menunggu ku di depan. Aku pun ke luar dan taxi itu mulai melaju meninggalkan klinik menuju rumah ku.


Sampai di rumah aku masuk ke kamar ku dan bersih bersih badan ku, aku pun tidur karena kecapean waktu tadi padat banget. Sore hari aku terbangun ketika suara pintu terbuka dan ternyata suami ku pulang.


"Ya, maaf sayang kamu jadi terbangun ya", kata suami suami ku sambil mendekati ku dan mencium kening.


"Gak kok mas, aku sudah kenyang tidur nya", jawab ku.


"Mas mandi dulu ya", kata suami ku.


Mas ryan pun masuk ke kamar mandi dan aku siapkan pakaian nya, setelah selesai giliran aku yang mandi. Mas ryan sudah ke luar dari kamar mungkin menunggu ku di ruang makan, aku pun bergegas untuk berdadan dan ke luar dari kamar. Anakku dan mas ryan sedang menunggu ku.


"Maaf mas, maaf sayang anak anak buna", kata ku.


"Ya bun, gak apa apa kok", jawab faiq.


Kita pun mulai makan, setelah selesai seperti biasa kita ke ruang keluarga untuk bermain, bercerita dan bernyanyi bersama anak anakku. Sekitar jam 21.00 Wib kita pun masuk ke kamar masing-masing untuk istirahat, aku dan suami ku masuk ke kamar.


"Ayah, buna boleh bicara?", kata ku.


"Mau bicara apa sayang?", tanya suami ku.


"Tadi ada mas haris nyamperin aku ke klinik dan membawakan makana", jawab ku.

__ADS_1


"Dia mau apalagi?", tanya suami ku.


"Dia ingin menjemput ku, tapi aku tolak dan kalau makanan nya aku terima karena gak enak. Aku kasihkan ke sinta, sinta yang makan", jawab ku.


"Dia sudah lancang, lain kali harus aku kasih pelajaran", jawab suami ku.


"Aku takut mas", jawab ku.


"Mulai besok mas yang antar jemput kamu sayang", jawab suami ku.


"Kalau mas sibuk gimana?", tanya ku.


"Mas minta tolong ilyas untuk mengantarkan mu pulang", jawab suami ku.


"Tapi takut merepotkan mas ilyas", jawab ku.


"Biar mas yang bicara sama ilyas", jawab suami ku.


"Mas kita tidur yu", kata ku.


"Mas mau ke ruang kerja sebentar, sayang tidur duluan aja", jawab suami ku.


Aku pun mengangguk, suami ku pergi dari kamar dan menuju ruang kerja nya. Aku pun tertidur dan tidak tau lagi kalau mas ryan sudah tidur disamping ku.


Pagi hari nya aku bangun dan siap siap, aku pun membangunkan suami ku agar siap siap untuk kerja.


"Mas, hari ini aku males ke klinik", kata ku.


"Ya sudah istirahat saja di rumah, nanti mas bilang ke bibi kalau ada haris suruh bilang ke kamu agar kamu tetap dikamar dan kunci", kata suami ku.


"Mas, maaf hari ini aku lagi gak nafsu makan. Mungkin kecapean kemarin banyak pasien", jawab ku.


"Nanti mas bilang juga ke bibi agar makanan nya dianterin ke kamar, karena ratu yang manja lagi males", jawab suami ku sambil mencubit hidung ku.


Mas ryan pun bergegas ke meja makan takut anak anak sudah menunggu nya dibawah. Setelah makan faiq dan prince ke kamar ku sebelum mereka pergi sekolah.


"Buna sakit?", tanya faiq.


"Ya buna sakit apa, mana yang sakit?", tanya prince.


"Buna gak sakit dan buna cuman kecapean saja sayang", jawab ku.


"Ini roti buat buna", kata faiq.


"Makasih sayang nya buna", jawab ku sambil memeluk faiq dan prince.


"Kita berangkat sekolah ya bun", kata faiq.

__ADS_1


"Hati hati sayang nya buna", jawab ku.


Faiq dan prince pun berangkat sekolah, aku makan roti buatan faiq dan minum susu. Key dan baby R menemani aku dikamar, rasa nya aku lemas aku pun minum vitamin. Dengan vitamin mungkin bisa mengembalikan stamina ku, baru kemarin aku kerja lagi karena sudah lama aku gak kerja sesibuk kemarin.


__ADS_2