
Nama dokter umum ada mas Ilyas, mas Rizal dan mba Yeni.
Nama dokter anak ada Sinta, mas Aris, dan Santi.
Mungkin aku cuman memperkenalkan dokter nya saja, kalau apoteker dan yang lain nya belakangan.
Ini impian ku my dream, aku bisa mewujudkan nya berkat suami ku. Acara makan makan nya sampe jam 14.00 setelah itu banyak yang berpamitan untuk pulang. Yang bersih bersih ini semua dikerjakan sama OB klinik sejahtera, setelah semua nya pulang tinggal kita terakhir yang pulang. Sampai di rumah aku lihat ada mobil terparkir, ternyata susan sudah menunggu kita. Mungkin mau menjemput faiq karena dia ikut ke acara kita.
"Faiq sayang pulang yu?", ajak susan.
"Ya mah sebentar", jawab faiq.
Aku dan suami ku cuman diam, anak anak sudah aku suruh masuk ke dalam. Faiq pun berpamitan ke key dan prince juga baby R sebelum mereka masuk.
"Bun, ayah makasih ya sudah mau menerima faiq disini", kata faiq.
"Faiq, anak buna juga sayang. Itu sudah kewajiban buna dan ayah menerima faiq disini, kalau mau main datang lagi aja ke sini sayang", jawab ku sambil memeluk faiq.
"Ayah, buna faiq pulang dulu ya", kata faiq.
Aku dan suami ku bergantian memeluk faiq.
"Mba, faiq masih polos jangan jadikan dia bahan buat mencari pembenaran. Dia itu anakku", teriak ku ke susan.
Susan dengan wajah marah sambil masuk ke dalam mobil, aku merasa puas biar si wanita ular itu mikir. Aku dan suami ku masuk ke dalam rumah dan kita langsung ke kamar.
"Mas, aku gak habis pikir apa yang sudah merasuki pikiran susan sih?", tanya ku.
"Mungkin dia sudah lelah sendiri dan menyesal sudah meninggalkan ku", jawab suami ku dengan enteng nya sambil tersenyum.
"Padahal mas ilyas ada keren, tajir lagi, lebih tajir dari suami ku", aku ledekin mas ryan.
"Kamu ya", jawab mas ryan sambil memelukku dan menggelitik tubuh ku.
"Habis nya dari jawaban itu ada unsur kepercaya diri an yang tinggi, aku sebel", jawab ku sambil tersenyum.
__ADS_1
"Mas, gak bakalan tergoda oleh cewe mana pun karena istri ku juga sudah memuaskan", bisik suami ku.
"Oh ya masa, nanti aja giliran dikasih susan gak pakai baju mana mungkin menolak nya", ledek ku.
"Tau gak waktu mas nginap di rumah nya, dia itu pakai baju sexsi banget transparan sampai aku menahan hasrat dan sakit karena semalaman gak tersalurkan terus pulang minta dua kali sama kamu. Kurang setia apalagi coba aku tuh", jawab suami ku.
Aku pikir pikir benar juga ya, suami ku semalaman menahan hasrat nya demi ingin menyalurkan ke istri halal nya dari pada harus ke wanita haram itu, hebat memang.
Aku dan suami ku berhenti membicarakan susan, kita pun istirahat dan tidur. Malam hari nya kita makan malam dan berkumpul di ruang keluarga, anak anak masing belum tidur yang tidur cuman baby R saja. Sekitar 2jam kita bermain dan tertawa bersama anak anak terus key pun mulai mengantuk dan masuk kamar. Prince aku suruh dia belajar sebelum tidur, aku dan suami ku masuk kamar.
Hari ini adalah hari pertama pembukaan klinik ku yang berfasilitas lumayan lengkap, tapi kalau pasien darurat akan segera di pindahkan ke rumah sakit yang lebih besar. Setelah kita sarapan pagi, Prince berangkat sekolah sendiri cuman diantar supir, akan aku biasakan agar dia lebih mandiri. Untung nya prince dengan antusias mau berangkat sendiri tanpa ai.
"Anaak bunda, sekarang kan sudah besar. Kelas berapa sih lupa bunda?", tanya ku.
"Kelas 2 bun", jawab prince.
"Wah sudah besar ya, sudah punya adik dua lagi. Boleh gak mulai sekarang dan seterusnya prince sekolah gak usah diantar mba ai? Karena mba ai mau ngejaga baby R, kan minggu buna mau kerja lagi", kata ku.
"Boleh bun, kakak sendiri an aja. Cuman diantar sama pak supir ya", jawab prince.
"Ya sudah, kakak berangkat dulu ya bun", kata prince.
"Ya, hati hati sayang", jawab ku.
Prince pun berangkat cuman diantar sama pak supir, aku diantar suami ku ke klinik sebelum suami ku berangkat kerja. Baby R dijagain dulu sama ai, sampai di klinik aku masuk dan suami ku langsung berangkat kerja karena hari ini ada meeting pagi.
Aku pun bercengkraman sama semua staff yang ada disana, aku menuju ruangan mas ilyas.
"Mas, sudah datang sepagi ini?", tanya ku.
"Ya, tadi aku sekalian jemput sinta", jawab mas ilyas.
"Hah apa?", aku pura-pura tidak mendengar nya.
"Gue sekalian jemput sinta, tadi di kirim pesan ke aku suruh jemput soal nya mobil dia lagi di bengkel", jawab mas ilyas.
__ADS_1
Aku tertawa sambil melihat muka mas ilyas memerah dan salah tingkah.
"Awal yang bagus mas", jawab ku.
Aku lagi tertawa tawa dan ngeledek mas ilyas, tiba-tiba dari pintu depan ada yang masuk dan tak lain sinta.
"Mas, gawat mas", kata sinta.
Dia belum sadar kalau ada aku karena tubuh nya membelakangi aku, sinta masih menutup pintu.
"Kenapa?", tanya mas ilyas.
Pas sinta membalikkan badan baru lah dia sadar kalau aku ada disana.
"Eh tumben rin disini, masih pagi lagi", kata sinta.
"Ya, aku cuman ingin lihat aja suasana pertama disini", jawab ku.
"Itu ada pasien mungkin dia mau bunuh diri di pergelangan tangan nya penuh darah. Parah nya lagi tau gak siapa", tanya sinta.
Aku dan mas ilyas cuman menggelengkan kepala.
"Mba susan di bawa sama pembantu nya", lanjut sinta.
Aku dan mas ilyas langsung ke depan, di susul sinta dari belakang. Karena dokter lain sudah sibuk dengan pasien nya sendiri tinggal mas ilyas yang belum ada pasien. Jadi yang menangani nya mas ilyas, aku ikut membantu nya. Sinta kembali lagi ke ruangan nya karena dia pun sudah ditunggu pasien nya.
"Rin, bisa bantu sebentar kan?", tanya mas ilyas.
"Bisa mas", jawab ku.
Kita membawa susan ke ruangan dan langsung ditangani sama mas ilyas, masih untung tangan nya tidak parah. Masih bisa kita tanganin sendiri disini, setelah selesai aku ke luar dan yang didalam ada mas ilyas.
"Bi, faiq nya kemana?", tanya ku.
"Den faiq sudah berangkat sekolah dan tadi pagi juga yang sarapan pagi cuman den faiq. Ibu masih dikamar, dan pas aku lihat ke kamar ibu sudah pingsan", jawab pembantu nya susan.
__ADS_1