ANTARA SUAMI DAN MANTAN PACAR

ANTARA SUAMI DAN MANTAN PACAR
Kenyataan dunia


__ADS_3

Malam semakin larut dan semua orang sudah terlelap dalam mimpi nya, aku dan suami ku pun tidur. Besok pagi nya kita sarapan terlebih dahulu sebelum pulang, anak anak pada heboh kalau lagi sarapan pagi.


"Rin, kaya gini tiap pagi?", tanya sinta.


"Ya seperti yang kamu lihat", jawab ku.


"Rame ya bikin rumah penuh warna", kata sinta.


Selesai sarapan pagi kita semua beres beres untuk pulang lagi, di perjalanan anak anak tertidur pulas sampai akhir nya sampai juga di rumah.


"Rin, mas ryan kita pulang ya", kata sinta.


"Hati hati sin", jawab ku.


Mobil sinta dan mas ilyas pun melaju pergi meninggalkan rumah, kita semua masuk dan membereskan semua nya. Aku pergi ke kamar karena rayn mau susu, diperjalanan dia tidur dan pas sampai rumah bangun terus nangis.


Baru sampai rumah tiba-tiba ada yang telpon dari rumah sakit jiwa.


"Hallo ibu erin", kata perawat.


"Hallo ya saya", jawab ku.


"Bu, saya mau memberitahukan bahwa bu susan sudah mulai normal kembali dari tadi pagi beliau memanggil nama faiq", kata perawat.


"Alhamdulillah ya sudah sekarang kita bakalan ke sana", jawab ku.


"Baik bu," kata perawat.


Telpon pun terputus, kebetulan suami ku masuk ke kamar.


"Mas ada kabar baik dari susan", kata ku.


"Apa sayang?", tanya suami ku.


"Mba susan sudah mulai sadar dan terus memanggil faiq", jawab ku.


"Oh bagus lah", jawab suami ku.


Terlihat jelas suami ku sudah tidak mau lagi berurusan sama susan, tapi aku kasian sama dia.

__ADS_1


"Mas tolong ya, bisa gak anterin faiq bertemu mba susan? Aku tidak bisa ikut karena mba susan masih belum normal perlu beradaptasi", kata ku.


"Ya sayang nanti mas anterin faiq", jawab suami ku.


Mas ryan pun pergi bersama faiq ke rumah sakit jiwa, aku berharap ini kabar baik dan akan berlanjut baik. Aku kasian sama faiq, dia sudah rindu sama mamah nya.


Aku pun mengabari mas ilyas lewat pesan singkat.


"Mas, mba susan sudah dapat merespon dan mengingat faiq", isi dari pesan singkat ku.


Tidak lama mas ilyas pun membalas nya.


"Syukurlah, kamu beri waktu dia tiga hari supaya kuat mental nya", jawab mas ilyas.


"Ya mas, aku gak ikut. Cuman mas ryan sama faiq saja", jawab ku.


Susan sudah ada 4bulan dirawat di rumah sakit jiwa dan menunjukkan ke sembuhan nya, mungkin waktu satu bulan lagi agar dia bisa normal kembali. Tapi perlu bertahap tidak sekaligus langsung normal, aku mungkin kasih waktu dia seminggu saja. Nanti kalau ada perkembangan bagus baru lah aku menengok susan.


"Sayang susan baru sembuh 30% kata dokter nya", pesan singkat masuk dari mas ryan.


"Alhamdulillah berarti dia mau sembuh, apa mba susan merespon faiq?", tanya ku.


"Ya, tapi kadang gituh lagi", jawab suami ku.


Malam nya kita gak pernah terlewatkan untuk makan dan setelah selesai kita semua masuk kamar untuk tidur. Aku sama suami ku pun sama tidur.


Pagi hari nya sebelum beraktivitas kita pun sarapan setelah itu barulah anak anak pergi sekolah, mas ryan kerja dan aku ke klinik.


Sampai di klinik aku pun langsung bekerja melihat laporan yang sudah 3hari aku tinggalkan. Aku pun mencoba untuk menyelesaikan nya, tiba-tiba pintu terbuka dan datang sinta.


"Rin, susan sembuh", kata sinta.


"Ya, kemarin faiq dan mas ryan yang kesana", jawab ku.


"Yah harus nya pelakor itu gak usah sembuh", kata sinta.


"Husss jangan gituh kasian faiq nya rindu mamah nya", jawab ku.


"Faiq kan sudah ada kamu, lebih dari mamah nya yang seperti itu", jawab sinta.

__ADS_1


Ya sih faiq lebih terbuka sama aku daripada mamah nya, cuman anak itu pasti merindu kan mamah nya juga. Sinta pun ke luar dari ruangan ku, aku mulai berkonsentrasi lagi dengan kerjaan yang menumpuk.


Setelah selesai aku pun pulang dan memesan taxi, sampai dirumah aku ganti baju dan nyusuin rayn karena dia menangis. Setelah selesai aku pun mencari anak anak dan ternyata mereka lagi bermain di halaman rumah.


"Sayang lagi apa?", tanya ku.


"Lagi main bola bun", jawab prince.


Aku duduk sambil melihat anak anak yang lagi bermain bola. Faiq pun mendekati ku.


"Bun, mamah sudah mulai sembuh. Kalau nanti sembuh faiq mau disini gak mau ikut sama mamah", kata faiq.


"Sayang, mamah sudah berusaha untuk sembuh. Faiq boleh nginap, boleh bermain disini tapi ingat faiq harus ikut mamah. Faiq jagain mamah ya", jawab ku.


"Tapi faiq takut mamah kaya dulu lagi", kata faiq.


"Gak bakalan, mamah pasti berubah", jawab ku.


"Faiq sayang buna", kata faiq.


"Buna juga sayang kamu dan anak anak buna yang lain nya", jawab ku.


Aku peluk faiq dan tidak lama prince pun datang mendekati kita sambil ikut berpelukkan.


"Masuk yu, tidur siang", kata ku.


Anak anak pun mengikuti ku masuk dan mereka masuk ke kamar nya, aku juga masuk dan istirahat. Sore hari nya suami ku datang dan dia pun mandi, setelah selesai baru lah aku secara bergantian untuk mandi.


Selesai mandi kita makan malam bersama dan seperti biasa kita pun berkumpul di ruang tengah. Sambil ngobrol dan bermain sama anak anak, karena waktu malam saja kita bisa berkumpul bersama.


Malam pun semakin larut, kita masuk kamar masing masing. Pas malam aku berjalan ke dapur karena ingin mengambil air minum, tidak sengaja aku mendengar suara dari dalam kamar nya ica.


"Aku ingin merebut mas ryan dari tangan nya mba erin, tapi aku tidak bisa", kata ica.


Ternyata ica lagi mengobrol sama seseorang lewat telpon dan itu suara wanita, suara nya pun jelas mungkin ponsel nya di loudspeker. Dia kira tidak akan ada yang mendengar nya.


"Bodoh banget sih, sudah jelas kau masuk ke rumah itu. Tinggal kamu rayu saja mas ryan pasti sudah nemplok", kata wanita itu.


"Aku sudah coba waktu itu, malam hari pas ke pulangan nya mas ryan. Aku tidak sengaja melihat mereka sedang bercumbu di dapur, aku normal dong ingin merasakan ******* yang ku buat bersama mas ryan. Pagi nya aku sengaja rusakin kran kamar ku dan aku ikut mandi dikamar nya mereka, aku lagi mandi dan mas ryan masuk. Sedangkan erin ke luar dari kamar, mas ryan kira yang mandi itu erin. Aku sengaja gak aku kunci", jawab ica.

__ADS_1


"Terus lu berhasil?", tanya cewe itu.


"Berhasil memancing mas ryan masuk dan tak lama dia memelukku memainkan p*ti*g ku, aku mendesah dong. Eh mas ryan sadar kalau itu bukan suara erin, badan ku di balik kan menghadap dia. Dia kaget melihat ku, aku bilang ke mas ryan, mas please sampe aku nikmat mainkan aku, aku gak disentuh sama suami ku. Tapi mas ryan menolak ku", kata ica.


__ADS_2