
Hari pertama masuk kuliah, rasa deg deg deg an. Aku ketemu cewek cantik dan berkenalan sama dia, nama nya putri. Kita satu kelas, aku duduk sama putri. Banyak hal yang kita perbincangkan dari perkenalan sampai asal usul latar belakang ku sama putri, putri belum nikah umur nya tujuh taun lebih muda dari ku. Sedangkan aku sudah menjadi janda anak satu, semoga aku dan putri jadi teman baik. Aku ikutin mata kuliah ku kebetulan hari ini cuman ada dua mata kuliah, jadi aku bisa pulang sehabis dzuhur. Aku ke tempat kuliah bawa mobil sendirian, setelah pulang kuliah aku jualan online shop sambil bermain sama prince. Ada pesan masuk ke ponsel ku,
"*S**emoga hari pertama masuk kuliah bahagia sayang*", pesan dari ryan.
"*A**minn*", aku jawab singkat.
Tapi dia tidak membalas nya mungkin masih sibuk kali, orderan ku pun hari ini cukup banyak. Aku sekalian ajarin ai jualan onlineshop, ai pintar orang nya langsung mengerti. Aku jadi ada patner nya, ai pun sambil mengasuh putra ku sambil jualan online shop ku. Aku bagi dua setiap penghasil online shop ku sama ai, jika nanti aku kuliah masih ada ai yang jualan. Kalau aku sudah selesai kuliah aku bantuin ai jualan dan mengasuh putra ku. Hari ini ada dosen baru di kelas, kata teman teman dosen nya ganteng. Pas dosen itu datang, aku kaget ternyata dosen itu teman mantan suami ku, dulu aku sempat berkenalan sama dia nama nya aris. Kita pernah empat kali bertemu dengan nya tapi aku tidak tau kalau aris itu dosen,aku mau pura-pura tidak mengenalinya takut aris pun tidak ingat aku. Setelah selesai aku mau pulang tapi tiba-tiba ada yang memanggil ku dan aku noleh ternyata aris.
"*A**pakabar? Sudah lama tidak bertemu*", tanya aris.
"*K**abar ku baik, pak dosen apa kabar*? ", jawab ku.
" *J**angan panggil aku bapak, aris aja, hebat ya suami mu sudah memperbolehkan mu untuk kuliah lagi*", kata aris.
Mungkin aris tau betul sifat mantan suami ku,
"*A**ku sudah bercerai mas dari suami ku*", jawab ku.
"*A**pa, masa udah cerai, bukan kah kalian sudah punya anak ya*? ", aris pun kaget.
" *Y**a sudah, cuman ya mau gimana lagi memang kita udah resmi cerai*", jawab ku.
Dan lagi lagi aris tau rumah tangga ku, mungkin haris sering curhat sama aris.
__ADS_1
"*B**ukan kah rumah tangga kalian sudah di uji dengan penantian anak sampai kalian bertahan satu sama lain, terus apa yang membuat kalian bercerai*?", tanya aris.
"*Y**a, cuman ini masalah kompleks, aku tidak mau bercerita sepihak*", jawab ku.
"*M**aaf ya soal nya aku kaget kenapa bisa gtuh, o ya boleh aku minta nomor mu*? ", jawab aris.
Aku ngasih nomor ku ke aris, siapa tau aku butuh bimbingan nya nanti. Aku pun pamit pulang ke rumah, sesampai nya di rumah ada masuk pesan singkat dari aris ngabarin ini nomor nya. Aku langsung bantu ai untuk jualan kasian ai kecapean, hari ini banyak orderan kembali, aku tidak memperdulikan ponsel ku karna lagi banyak orderan. Karna besok tidak ada jadwal kuliah, aku lembur buat urusin orderan sedangkan ai, aku suruh untuk istirahat. Cukup lelah malam ini aku lembur, aku beres beres semua nya dan lanjut ke kamar untuk istirahat. Aku buka ponsel ternyata sudah ada 20kali panggilan masuk dari dia, mau aku telpon balik eh dia duluan yang telpon aku.
"Hallo abis dari mana sayang? Kenapa gak angkat telpon ku", tanya ryan.
"Maaf tadi aku habis pulang kuliah terus ngerjain orderan yang banyak sampai lembur jam segini dan aku lupa ponsel ku lagi di cas, maaf ya sudah bikin kamu khawatir", jawab ku.
"Ya gak apa apa, aku cuman takut kamu kenapa napa disana", kata ryan.
"O ya kamu tau aris gak teman mantan suami ku, mungkin kamu tau kan satu kerjaan dulu", tanya ku.
"Oh ya aku tau, aris itu patner dekat mantan suami mu dan dia dosen deh kaya nya", jawab ryan.
"Ya betul, aris itu dosen aku sekarang", jawab ku.
"Oh jangan deket deket sama aris, awas ya ada aku disini yang setia menanti mu dan ingat nanti kalau aku ke sana kita nikah", kata ryan.
"Deket kan sebagai dosen sama mahasiswa nya, hah belum ada persetujuan dari ku main nikah nikah aja", ledek ku, aku buat dia kesal.
__ADS_1
"Gak usah persetujuan sudah pasti setuju, toh aku ayah nya prince juga", jawab ryan.
Aku ketawa senang dia selalu bilang begitu. Kita akhiri telponan malam ini karna aku sudah cape habis banyak orderan. Pagi ini aku bangun ke siangan ku lihat jam sudah setengah hari nya, aku ke luar kamar dan langsung cari ai dan anakku.
"Ai kenapa tidak membangunkanku? ", kata ku.
" Aku takut ibu kecapean jadi biarkan ibu istirahat saja", jawab ai.
"Hari ini kita tutup saja, kita jalan jalan ke luar", kata ku.
"*I**bu tidak kuliah kah*? ", tanya ai.
" Tidak, ayo siap siap kita berangkat ", jawab ku.
Aku dan ai lagi siap siap tiba tiba bel rumah berbunyi, aku buka dan ternyata aris ke rumah ku,
"Eh ada apa ris, tau dari mana alamat rumah ku? ", tanya ku.
" Aku tau dari kampus, kemarin aku mau minta ke kamu lupa, jadi aku tanya ke kampus dan kebetulan aku lihat jadwal kamu dan aku tidak ada jadwal kuliah, aku mau ajak kamu dan anak mu buat ke luar", jawab aris.
"Kebetulan aku juga mau ke luar, ya sudah bareng aja", jawab ku.
Aris mengangguk tanda iya, kita pun berangkat naik mobil aris menuju mol. Anakku bermain puas disana, prince memang sudah mengenal aris jadi tidak ada canggung lagi bagi mereka berdua. Kita bermain dan habis itu makan karna sudah kecapean bermain, aku bahagia melihat anakku dan ai bahagia hari ini. Mungkin ke depan nya aku pun akan begini menyempatkan waktu untuk bersama mereka, kasian mereka dirumah terus dan ai pun dia sudah bekerja double mengasuh prince dan juga jualan online shop ku. Setelah selesai makan kita pun pergi nonton, ntah nonton apa yang penting nonton saja. Hari ini mungkin hari bahagia ku lagi, aku selalu bersyukur atas apa nikmat ku setiap hari dan anakku pun bahagia walaupun tanpa sosok ayah.
__ADS_1