
Aku senang banget punya suami seperti dia,
"*B**ahagia kah dengan ku sayang*? ", tanya ryan.
"*L**ebih dari bahagia*", jawab ku.
Sambil makan dia sering melirik ku.
"*J**angan melihat ku seperti itu, makan aja*", kata ku.
"Aku seperti mimpi karna sudah memiliki mu", jawab ryan.
Ya aku juga sependapat dengan dia, seperti mimpi tapi ini memang nyata. Dia kembali memberikan sebuah kotak, gak tau isi nya apa.
"*I**ni buat mu sayang*",kata ryan sambil memberikan kotak itu pada ku.
"*A**pa ini isi nya*? ", tanya ku sambil mencoba membuka nya, ternyata isi nya dua kartu atm, dua kunci rumah dan perhiasan satu set.
" *K**enapa ini dikasihkan ke aku*? ", tanya ku.
"*S**ekarang semua nya menjadi milik mu, itu kartu atm milik ku semua kamu pegang, satu kunci apartemen dan rumah tapi bukan yang ini nanti aku kasih tau tempat nya dimana*", jawab ryan.
"Trimaksih sayang, aku sebenar nya tidak perlu ini sudah cukup kamu dari dulu selalu ada buat ku",kata ku.
Setelah itu kita pulang ke apartemen, aku masak buat kita dan juga ilyas, kasian ilyas sendirian. Pintu terketuk dan suami ku yang membuka kan pintu nya,
"*S**ayang ini ada yang kelaparan*", kata suami ku.
"*S**ebentar bilangin ke ilyas, sayang*", jawab ku.
"*C**epet nih gue laper dari tadi nungguin lu pada pulang*", jawab ilyas.
Setelah selesai masak kita pun makan malam bertiga.
"*B**esok gue pulang duluan ya, ada pasien gw yang harus dioprasi*", kata ilyas.
"*Y**ah lu kata nya mau bareng kita pulang nya*", jawab suami ku.
"*R**encana nya, cuman kan kasian pasien gw*", kata ilyas.
"Mas ilyas boleh nitip gak buat orang rumah? ", tanya ku.
__ADS_1
" *W**ah ya jelas boleh*", jawab ilyas.
"*Y**a iyalah boleh, ilyas kan naksir tuh sama ai, sayang*", kata ryan.
"*L**ah masa, kok aku gak tau, boleh tuh ai juga lagi sendiri mas, nanti aku bilang sama ai ya*", kata ku.
Setelah selesai ilyas pulang dan kita istirahat.
Besok nya ilyas pulang duluan dan kita rencana nya mau belanja lagi buat oleh oleh. Aku tinggal beli makanan nya aja karna barang sudah dititipkan ke ilyas, semua sudah ku beli dan kita pun pulang ke apartemen. Rasa nya badan ku remuk banget, cape dan lesu. Suami ku yang bereskan semuanya karena besok kita pulang, aku terbaring lemas,mungkin kecapean. Hari ini kita ke bandara untuk pulang lagi ke jakarta,didalam pesawat aku merasa pusing tidak enak badan ku, lemas.
"*S**ayang kamu baik-baik saja kan*? ", tanya ryan.
" *Y**a aku baik-baik saja kok*", jawab ku.
"*A**ku sudah hubungi supir yang disana agar nanti kita langsung ke rumah sakit dulu*", kata ryan.
Aku tidak ada tenaga untuk bicara, aku cuman bisa tidur dan memejamkan mata. Setiba nya pesawat mendarat, suami ku siaga dan aku langsung di dorong pakai kursi roda. Aku di bawa ke rumah sakit dan yang nanganin temen ku,
"*S**elamat ya dok*", kata dokter teman ku.
"*S**elamat, maksud nya*? ", tanya ryan.
" *D**okter cantik ini lagi hamil sudah jalan dua minggu*", kata dokter itu.
Suami ku langsung peluk aku sangat erat,kita bahagia karena sudah di beri amanah kembali. Setelah selesai aku diperlakukan seperti ratu, tidak boleh jalan harus pakai kursi roda. Kita pun pulang ke rumah dan disambut anakku.
"Buna.... ", kata anakku.
"Sayang nya buna, kangen banget", jawab ku. Aku peluk dan cium anakku.
"Ibu kenapa pakai kursi roda, ibu sakit? ", kata ai.
" Gak kok, aku baik-baik saja", jawab ku.
"Sayang sebentar lagi kamu akan menjadi kakak", kata suami ku sambil gendong anakku.
"Horeee aku punya adik", kata anak ku sambil peluk ayah nya.
"Selamat ya bu ", kata ai dan susi.
" Tolong jagain ibu ya kalau aku lagi gak dirumah", pesan suami ku sama ai dan susi. Mereka mengangguk berarti iya.
__ADS_1
Aku langsung masuk kamar dan istirahat, karna aku lemas jadi makan pun di dalam kamar dan spesial disuapin suami ku. Setelah selesai makan kita semua istirahat di kamar masing-masing. Hari ini aku tidak bisa menyiapkan sarapan, jadi pengganti nya susi yang masak.
"Sayang kamu beneran mau kerja? ", tanya ryan.
" Ya, aku baik-baik saja kok sayang", jawab ku.
"Aku antar ya dan nanti aku jemput", kata ryan.
"Makasih sayang sudah perhatian", Jawab ku sambil memeluk suami ku dan suami ku pun mencium pipi ku.
Aku berangkat diantar suami ku, sampai di rumah sakit aku langsung masuk dan suami ku berangkat kerja. Kondisi ku saat ini lemah banget aku sering mual dan rasa nya tidak ada tenaga untuk mengurus pasien,
"Sudah jangan terlalu memaksa", kata ilyas.
"Maaf ya mas, aku kira bakalan baik-baik saja tapi semakin aku paksa ternyata tidak bisa", jawab ku.
"Aku telpon suami mu ya biar dijemput, kalau dia sibuk nanti aku yang mengantar pulang", kata ilyas.
Ilyas menghubungi suami ku dan suami ku lagi dijalan mau jemput aku, tiba suami ku di ruangan dimana aku terbaring lemas.
"Sayang kamu kenapa? Aku sudah bilang jangan dulu kerja", kata suami ku sambil peluk aku.
Aku pulang dengan suami ku, sesampai nya di rumah aku langsung ke kamar untuk istirahat.
"Mas mau balik kerja? ", tanya ku.
" Mana bisa mas kerja kalau kamu seperti ini sayang", kata ryan.
"Aku dirumah ada mereka yang jaga mas balik lagi aja", kata ku.
"Aku sudah telpon assisten ku suruh handle pekerjaan ku dulu", jawab ryan.
Memang dia itu suami siaga selalu ada untuk ku, apalagi ini anak nya dan pasti dia jaga tapi prince juga sebenarnya kan anak nya cuman prince dulu beda cerita dengan anak ini. Suami ku menemani ku di kamar bersama anak ku, aku dipijitin dan disuapin.
"Mas, boleh jika aku resign dari kerjaan dulu, kalau aku sudah melahirkan nanti aku kerja lagi? ", aku minta pendapat suami ku.
"Itu sangat boleh dan lebih baik, jika sudah melahirkan pun kamu mau gak kerja, gak apa apa sayang, aku yang tanggung jawab semua nya", jawab ryan.
"Mas tolong besok ke rumah sakit buat urusin resign ku ya maaf", kata ku.
"Ya istri ku, nanti mas minta tolong juga ke ilyas", jawab suami ku.
__ADS_1
Aku bahagia punya keluarga seperti ini semoga ini selama nya meskipun bukan pertama tapi setidak nya ini terakhir buat ku, aku serasa punya dunia yang lengkap.