
Aku dan suami dan juga membawa anak ku untuk pertemuan itu, sebisa mungkin aku tampil sederhana agar tidak mengecewakan suami ku. Sesampai nya disana aku dikenalkan sama teman kerja suami ku, banyak yang suka sama anak ku. Untung nya ada sedikit yang mirip sama suami ku jadi tidak mencurigakan, karna banyak orang disana dan anak ku sedikit terganggu aku sama suami ku bergegas mencari tempat agar anak ku nyaman. Setelah menemukan nya suami ku ijin untuk bergabung sebentar dengan teman nya dan bergegas meninggalkan ku, aku disana berdua sama anak ku sambil bermain. Sedari tadi mungkin ada mata yang memperhatikan ku dari jauh tapi aku cuek saja, tidak terlalu menghirau kan itu. Ketika aku bermain sama anak ku, sosok dia yang tlah hilang muncul tiba-tiba didepan ku.
"Apa kabar sayang sudah lama kita tidak berjumpa", ryan menyapa ku.
Dan aku terkaget, aku lihat ternyata dia pacar ku, pikiran ku pun kemana-mana apalagi masalah anak aku takut itu.
"Eh kamu aaapaa kaabbar nya", gemetar badan ku.
__ADS_1
"Oh jadi kolega ku ternyata suami mu, aku baru tau itu dan ternyata sejauh mana kamu pergi, kita ditakdirkan untuk bertemu lagi", tutur ryan.
Aku tidak bisa berkata dan hanya berdoa semoga ada jalan ke luar dari sini. Tiba-tiba datang suami ku dan ternyata benar mereka akrab banget, suami ku pun pamit pada dia untuk pulang duluan karna takut anak ku sakit. Rasa lega yang aku rasa kan saat ini ketika pulang dan besok nya kita pun pulang kerumah. Tiba-tiba sebelum berangkat pulang pacar ku telpon suami ku, kedengaran nya dia mau pulang bareng kita. Kalau aku tolak takut curiga, ya aku ikutin suami ku, kita bertiga pulang bareng. Dia nanyain anak aku dan nama nya siapa, aku ketakutan disana pengen banget buru buru pulang ke rumah. Kita berpisah disuatu rumah dan parah nya lagi ternyata dia pun pindah ke sini tidak jauh rumah nya dari ku,apa ini takdir ku kalau harus bersama nya. Akhir nya kita sampai dirumah, tidak ada curiga sama sekali dari raut wajah suami ku. Mungkin suami ku pikir aku kenal dia baru malam tadi, padahal aku disini selalu deg deg an. Mungkin kah ini awal dari bom yang akan meledak, aku takut sekali jika itu kenyataan. Semenjak jadi patner kerja suami ku, dia sering main dan berkunjung ke rumah, yang biasa nya rapat di luar sekarang sering rapat dirumah. Aku ketika ada dia ke rumah aku diam terus dikamar karna ketakutan, dia pun sering membawa mainan untuk anak ku. Anak ku pun sering dibawa sama suami ku kalau rapat sudah selesai untuk bergabung sama teman-teman nya,aku masih dikamar saja. Ketika aku hendak ke dapur dan berpapasan sama pacar ku dia negor aku dan bertanya,
"Jawab aku prince anak aku kan bukan anak suami mu? Anak kita berdua kan", ryan bertanya tentang anakku.
"*Buk**an, dia anak dari suami bukan dari mu*", jawab ku.
__ADS_1
Aku tidak menjawab dan hanya mengangguk sebagai jawaban ya. Seiring berjalan nya waktu aku semakin ketakutan akan bom waktu yang suatu saat akan meledak dan melukai semua pihak. Pacar ku semakin sering datang ke rumah ntah disaat ada suami ku ataupun tidak, antara suami dan pacar ku mereka sama-sama menyayangi my prince. Ada rasa takut tapi ada juga rasa bahagia karna anak ku diterima semua pihak, suami ku pun terkadang mengijinkan pacar ku membawa aku dan anak ku jika suami ku lagi di luar kota. Aku pun mau tidak mau harus mengikuti nya karna takut menjadikan suami ku curiga, pacar ku sekarang mengajak ku sama anak ku kembali main ke luar.
"Mungpung kita lagi berdua aku ingin bertanya kembali apa benar prince anak ku? ", tanya ryan.
" Harus berapa kali aku jawab bukan, dia anak dari suami ku", aku kesal dia terus menanyakan itu.
"Kalau begitu mari kita buktikan kebenaran nya dengan cara test DNA", jawaban ryan yang menggetarkan ku.
__ADS_1
"Untuk apa? Sudah jelas dia mirip suami ku yaitu ayah nya", jawab ku yang sejak tadi gemeteran.
Mungkin pacar ku saat ini mengalah tapi aku yakin dia lagi berpikir bagaimana cara nya untuk membuktikan semua nya, aku sudah tau dia itu seperti apa. Semenjak kejadian ini jika tidak ada suami ku, aku dan anak ku tidak lagi mau bertemu dengan ryan. Meskipun ryan kerumah, aku dan anak ku diam di kamar dan aku suruh ke bibi buat dia pergi dari rumah. Tapi jika ada suami ku, aku tidak bisa menolak kedatangan nya dirumah ku. Aku memberanikan diri untuk ngomong sama suami agar dia tidak sering kerumah dengan alasan aku tidak mau suami salah paham nanti nya jika aku dan dia dekat terus, tapi suami tidak enak karna dia patner kerja terus dia pun suka maen sama prince. Suami ku pun memikirkan nya dan mau menimbang permohonan ku itu, suami mau mencoba bicarakan baik-baik sama dia tapi jangan sampai dia sakit hati. Semenjak aku memohon kepada suami mungkin dia dengar apa yang menjadi alasan suami ku dan hasil nya dia jarang lagi maen ke rumah, tapi itu cuman kuat sebentar sekitar dua bulan. Ke sini nya lagi dia kembali main kerumah ku tapi kali ini membawa anak nya, aku tidak bisa menolak kedatangan nya karna aku melihat anak nya biarkan anak nya berteman dengan anak ku. Aku menjauh jika dia mendekati ku, rasa canggung pun kembali menyelimuti ku. Anak ku bahagia karna punya teman yang umur nya jauh dari dia, anak ku dan anak dia terpaut 3tahun. Anak dia bernama Faiq. Anak dia bisa mengasuh anak ku dan membuat nya nyaman, aku sebagai orang tua nya tidak mungkin menjauhkan anak ku dengan anak dia jika mereka bahagia bersama. Aku sering cerita sama suami ku tentang perkembangan setiap hari anak kita dan semenjak kedatangan anak dia, anak ku menjadi jauh lebih bahagia. Suami ku mendukung tentang ini tanpa ada curiga sedikit pun, terkadang sekarang jika weekend kita jalan bareng dia pun terpaksa membawa istri nya. Istrinya ryan bernama susan. Kita seperti ngedate keluarga cemara, semoga dengan ini dia tidak ingat tentang status prince yang setiap kali dipertanyakan oleh dia siapa ayah kandung yang sebenarnya.