
Setelah ilyas dan sinta pergi aku mendekati mas ryan.
"Jangan dipikirin mas, mas pasti sembuh kok", kata ku.
"Maaf mas sudah menjadi suami yang gagal", jawab mas ryan.
"Mas masih bisa memperbaiki semua nya", jawab ku.
Aku memeluk mas ryan dan menguatkan nya, seharian ini aku di rumah sakit nemenin mas ryan hingga sore hari dan mas ilyas pun datang untuk menemani mas ryan.
"Rin segera lah pulang, biar aku yang nemenin ryan", kata mas ilyas.
"Maaf ya mas sudah merepotkan", jawab ku.
"Gak usah sungkan, sana anak anak pasti sudah menunggu mu", kata mas ilyas.
Aku pamitan dulu ke mas ryan.
"Mas, aku pulang ya. Besok aku ke sini lagi", kata ku.
"Ya sayang hati hati ya", jawab suami ku.
Aku meninggalkan rumah sakit dan pulang naik taxi, sampai di rumah anak anak sudah menunggu ku di meja makan.
"Buna kok baru pulang?", tanya faiq.
"Ayah mana bun?", tanya prince.
"Ayah sakit, sekarang ayah di rumah sakit", jawab ku.
"Sakit apa bun?", tanya faiq.
"Mmmm panas, besok kalian bisa jenguk ayah", jawab ku.
"Buna lama, key lapal", kata si kecil keyra.
"Maaf cantik, ya sudah kalian duluan makan, buna mau mandi dulu ya", jawab ku.
Aku meninggalkan anak anak dan aku pun mandi, aku nyuruh bibi buat mengantarkan makanan nya ke atas. Malam ini aku lelah dan ingin makan di tempat tidur.
****
CERITA MAS RYAN
Ryan ditemani ilyas di rumah sakit karena erin tidak mungkin menemani ryan disini.
"Yas thank ya, sudah mau menemani gue", kata ryan.
"Ya, itu lah guna nya teman", jawab ilyas.
Tiba-tiba ada pesan masuk dari ica.
"Mas kok gak ke toko, kangen tau", pesan dari ica.
Ryan cuman membaca nya dan tidak membalas nya.
"Ishh sial ini cewe sudah gue tolak, masih saja menggoda", kata ryan.
"Siapa, ica?", tanya ilyas.
"Iya, gue udah gak mau berhubungan sama dia", jawab ryan.
"Lu sih pertama nya main sama tuh cewek, ya sekarang dia wajar lah sering menggoda lu", jawab ilyas.
__ADS_1
"Yas lu gak main sama ica?", tanya ryan.
"Lu gila, gak lah. Gue cuman mau bantu erin", jawab ilyas.
"Maksud nya?", tanya ryan.
"Inti nya apa lu benar-benar suka atau sekedar jadi pelampiasan saja, gue sengaja deketin ica. Eh lu terjebak di permainan gue", jawab ilyas.
"Sial lu", jawab ryan.
"Lu sih gila, erin kurang apa coba. Lu malah milih barang bekas", jawab ilyas.
"Sudah lah gue males kalau bahas ini, semakin gue ingat semakin gue merasa bersalah sama erin", jawab ryan.
Tiba-tiba ica nelpon ilyas.
"Haloo ada apa?", tanya ilyas.
Ilyas sengaja di loundspeker agar ryan tau.
"Mas dimana? Ke apartemen yu lagi mau aku", jawab ica.
"Dikh lu cewe apaan murah banget?", tanya ilyas.
"Ikh mas ilyas selalu nolak aku deh, gak kaya mas ryan", jawab ica.
"Ya udah sana ajak aja ryan", jawab ilyas.
"Mas ryan gak ada kabar, tiap aku kirim pesan dia gak pernah balas", jawab ica.
"Eh lu segera tobat, sana periksakan diri lu sebelum terlambat. Lu tuh main masuk masuk in barang laki-laki sembarangan, lu gak tau apa penyakit yang nanti lu derita?", tanya ilyas.
"Lah aku masih sehat kok mas", jawab ica.
"Gue juga risih, sudah gue blok eh dia pake nomor lain lagi. Semua ini awal dari gara gara lu yan", kata ilyas.
"Ya maaf gue emang salah", jawab ryan.
"Gue ke luar dulu ya nyari kopi sama angin", kata ilyas.
"Ya", jawab ryan.
Ilyas ke luar kamar nya ryan, ryan mau tidur tapi gak bisa masih kepikiran penyakit nya.
"Apa bisa sembuh ya?", gumam ryan.
Ryan pun ketakutan karena kalau gak sembuh, bagaimana nasib anak anak nya yang masih butuh dia dan erin yang sekarang masih mengandung anak nya.
Ryan memang tidak pernah berfikir ke depan nya akan seperti ini, dulu yang dia pikirin cuman kenikmatan sesaat. Malam hari baru lah ryan bisa tidur.
****
RUMAH TANGGA ERIN
Pagi ini aku siap siap untuk ke toko dulu sebelum ke rumah sakit, aku sarapan bareng sama anak anak ku.
"Faiq, prince nanti buna jemput kalian ya", kata ku.
"Ya bun mau ke ayah kan?", tanya prince.
"Ya, key sama rayn gak bisa ikut, mereka masih terlalu kecil dan rentan", jawab ku.
Prince dan faiq berangkat sekolah setelah sarapan pagi, aku berangkat ke toko terlebih dahulu. Disana aku disambut sama ica, aku menanggapi nya dengan sinis.
__ADS_1
"Selamat pagi mba", sapa ica.
"Pagi", jawab ku.
"Mba kok gak di anter sama mas ryan?", tanya ica.
"Mas ryan sakit dan sekarang ada dirumah sakit", jawab ku.
Aku menjawab pertanyaan ica sambil melihat laporan toko.
"Sakit apa?", tanya ica.
"Panas", jawab ku.
"Mba boleh sekarang aku ikut buat nengokin mas ryan?", tanya ica.
Aku sempat ragu dan terdiam.
"Ya boleh", jawab ku.
Akhir nya aku memperoleh kan ica ikut dengan ku untuk menjemput mas ryan.
"Mba tunggu sebantar ya, aku beli buah buahan dulu", kata ica.
Aku cuman mengangguk saja, ica pergi ke luar dan aku pokus untuk menyelesaikan laporan nya.
"Mba ayo sudah selesaikah?", tanya ica.
Ica sudah balik lagi ke sini ternyata dan membawa parsel buah buahan.
"Ya ayo", jawab ku.
Aku dan ica berangkat ke rumah sakit untuk bertemu mas ryan. Sampai dirumah sakit, mas ryan masih bersama mas ilyas.
"Mas, aku sudah disini. Kalau mas mau pergi ya pergi lah", kata ku ke mas ilyas.
"Ok lah, aku pergi dulu ya mau ke klinik", jawab mas ilyas.
"Mas, ini bawa ada sarapan buat mas ilyas", jawab ku.
"Ok trimakasih rin", jawab mas ilyas.
Mas ilyas pun meninggalkan ruangan mas ryan.
"Mas apakabar?", tanya ica ke mas ryan.
"Fine", jawab mas ryan.
"Mas ini sarapan dulu", kata ku.
"Ya bun, tapi suapin ya", pinta mas ryan.
"Ya, sini aku bantu duduk", jawab ku.
Aku menyuapin mas ryan dengan bubur yang sudah aku bawa.
"Trimaksih sudah menjenguk ku", kata mas ryan ke ica.
"Ya sama-sama mas", jawab ica.
"Bun, anak anak gimana?", tanya ryan.
"Nanti anak anak mau ke sini, aku jemput nanti siang", jawab ku.
__ADS_1
"Gak usah di jemput, suruh anterin sama pak supir ke sini aja bun", jawab mas ryan.