ANTARA SUAMI DAN MANTAN PACAR

ANTARA SUAMI DAN MANTAN PACAR
Menengok susan


__ADS_3

Aku baru sampai rumah dan ku lihat rumah pun sepi, aku pergi ke kamar anak anak ternyata mereka sudah tidur siang. Aku pun memutuskan untuk tidur siang juga karena lelah banget, untung nya rayn juga ikut tidur. Sore hari aku bangun dan mandi, ternyata suami ku sudah pulang.


"Sayang sudah pulang", kata ku.


"Ya barusan", jawab suami ku.


"Ya sudah mas mandi dulu sana", kata ku.


"Sayang, mas sudah makan tadi diluar jadi nanti mas langsung tidur ya cape", kata mas ryan.


"Ya, sayang. Sudah aku sediakan baju nya, aku sama anak anak makan dulu ya", jawab ku.


Aku pun pergi meninggalkan kamar dan mas ryan juga pergi ke kamar mandi.


"Bun, ayah belum pulang?", tanya prince.


"Sudah pulang sayang", jawab ku.


"Kok gak ikut makan?", tanya prince.


"Ayah kecapean dan tadi dikantor ayah juga sudah makan, jangan ganggu ayah ya", kata ku.


"Ya bun, kasian ayah", jawab prince.


"Nanti faiq belajar saja ya sama prince jangan nonton televisi, habis belajar langsung tidur", kata ku.


Ke dua bocah itu pun mengangguk saja.


"Sus nanti key langsung dibawa ke kamar saja biar dia tidur, kalian biar bisa packing pesenan juga", kata ku.


"Ya bu", jawab susi.


Kalau rayn sudah pasti bayi itu tidur dikamar ku, memang tiap malam susi dan ai selalu menyempatkan untuk packing barang pesenan. Anak anak aku dan suami yang jagain, tapi sekarang suami ku kecapean ya sudah anak anak pun disuruh tidur biar ai dan susi mengerjakan itu. Aku melihat suami ku tertidur pulas banget dengan wajah tampan nya yang teduh, aku pun tidur disamping nya.


Pagi hari suami ku berangkat pagi pagi dan tidak sempat sarapan dulu.


"Sayang, mas ada meeting jadi harus berangkat pagi", kata mas ryan.


"Hati hati mas jangan lupa sarapan nanti nya", jawab ku.


"Ya sayang, mas berangkat", jawab mas ryan.


Aku pun sarapan pagi sama anak anak dan berangkat kerja naik taxi.


"Bun, ayah mana?", tanya faiq.

__ADS_1


"Ayah ada meeting jadi sudah berangkat", jawab ku.


"Bun, boleh kakak minta sesuatu?", tanya faiq.


"Apa sayang?", tanya ku.


"Faiq mau jenguk mamah sekarang boleh tidak?", kata faiq.


"Hmmmm ya sudah nanti buna telpon sekolah buat ijin terus faiq buna anterin untuk ketemu mamah", jawab ku.


"Kak, titip salam sama tante susan", kata prince.


"Ya nanti kakak sampaikan", jawab faiq.


"Prince berangkat sendiri dulu sayang", kata ku.


"Ya bun, kakak berangkat", jawab prince.


Prince sudah berangkat ke sekolah sedangkan aku masih menunggu taxi yang sudah dipesan. Tidak lama taxi pun datang, aku dan faiq naik taxi menuju rumah sakit dimana susan dirawat. Datang di rumah sakit jiwa kita pun masuk dan mencari kamar susan, untung tidak jauh langsung ketemu kamar nya. Faiq pun berlari menghampiri mamah nya dan memeluk nya.


"Mah, faiq datang", kata faiq.


Tidak ada respon apapun dari susan.


Masih dalam tatapan kosong nya dan tidak bisa merespon nya.


"Sabar sayang", kata ku sambil mengelus kepalanya.


"Mah faiq kupasin buah jeruk ya", kata faiq.


Untung nya susan tidak menolak, faiq menyuapin mamah nya sampai buah jeruk pun habis.


Aku lihat disorot mata nya faiq menyimpan rindu ketika bersama mamah nya yang pernah dia lewatkan. Aku tidak mengajak nya pulang, aku biarkan dia melepaskan rindu nya sama sosok mamah yang ada didepan nya.


"Bun, kita pulang yu", kata faiq.


"Faiq sudah selesai nengok mamahnya?", tanya ku.


"Ya sudah bun", jawab faiq.


Aku pun menuritin apa mau nya faiq, kita pun pulang naik taxi.


"Faiq mau nangis ya nangis saja, sini buna peluk", kata ku.


Faiq pun menangis dalam pelukkan ku, aku mengelus kepalanya.

__ADS_1


"Sabar anak buna ", kata ku.


"Kapan mamah sembuh?", tanya faiq.


"Faiq doakan saja mamah nya biar cepat sembuh", kata ku.


Akhinya kita pulang ke rumah, aku masuk ke kamar untuk ganti baju dan faiq pun sama. Aku gendong baby R bersama key juga masuk ke kamar nya faiq.


"Sayang main yu di taman belakang?", ajak ku ke faiq.


"Ya bun", jawab faiq.


Faiq menggendong key dan sampailah ditaman belakang, ai dan susi sibuk dengan pelanggan nya. Kita bermain bersama sampai prince juga sudah pulang dari sekolah nya.


"Buna, kakak faiq, adik key", kata prince sambil berlari medekati kita.


"Sayang ganti baju sana, buna dan kakak tunggu diruang makan", kata ku.


Kita nungguin prince dan akhirnya datang juga, kita pun mulai makan bersama.


"Kak, gimana kabar tante susan?", tanya prince.


"Baik kok de", jawab faiq.


Faiq menyembunyikan sedih nya dari adik adik nya itu, tergambar jelas di raut muka nya. Setelah selesai makan faiq dan prince ke kamar sedangkan aku bermain dikamar nya key bersama baby R. Aku ingin menghubungi keluarga nya susan tapi tidak tau dimana, nomor nya pun tidak pernah susan save di handphone nya. Key pun sudah tidur aku bisa kembali ke kamar untuk nidurin baby R dulu, aku gak bisa tidur dari tadi. Aku duduk di depan pengawasan CCTv, semua ruangan ada Cctv nya dan di awasi di kamar utama yaitu kamar suami dan aku.


Aku lihat faiq termenung didepan jendela kamar nya sedangkan prince sudah tidur, aku pun bergegas untuk menghampiri nya.


"Sayang boleh buna masuk", kata ku.


"Boleh bun", jawab faiq.


"Faiq mau ketemu sama nenek dan kakek?", tanya ku.


"Gak bun, karena nenek dan kakek sudah membuat mamah seperti ini", jawab faiq.


"Jangan membenci, mamah pun tidak membenci nenek dan kakek mu", jawab ku.


"Tapi bun, aku juga takut nenek dan kakek malah mau membawa ku pulang", jawab faiq.


"Ya sudah faiq istirahat dan buna juga mau tidur sayang", jawab ku.


Aku meninggalkan faiq dan faiq pun tidur, aku yang tadinya mau tidur malah gak jadi kepikiran faiq juga sih. Dia trauma dengan keluarga nya sendiri dan keluarga dari susan, dia cukup bahagia disini karena penuh kehangatan. Tergambar sudah raut muka nya yang bahagia jika kita sudah berkumpul semua nya, aku yang tadi nya ingin mempertemukan faiq dengan kakek nenek nya tapi melihat dan mendengar faiq semua nya aku urungkan.


Aku ingin faiq bahagia ditengah tengah keluarga yang utuh dan hangat. Aku akan selalu ada untuk anak anakku termasuk faiq karena dia sudah aku anggap anak sendiri.

__ADS_1


__ADS_2