ANTARA SUAMI DAN MANTAN PACAR

ANTARA SUAMI DAN MANTAN PACAR
Akhirnya aku memilih mantan pacar


__ADS_3

Hari ini aku ada acara untuk mencari rumah sakit buat praktek nanti, aku sudah dijemput sama dia dan kita pun berangkat dari rumah menuju ke rumah sakit terdekat. Kebetulan juga dia punya teman dirumah sakit medica jadi aku di titipkan disana, setelah sampai kita masuk ke ruangan dan langsung ngasih berkas dari kampus buat persyaratan menjadi dokter magang. Jurusan ku menjadi dokter umum dan teman nya pun sama dokter umum, setelah selesai interview dan aku diterima disana. Jadi mulai minggu depan aku sudah bisa magang disana, setelah selesai aku dan dia pulang.


"Trimaksih ya sudah mau nemenin aku", kata ku sambil tersenyum.


"*Y**a sayang ku, aku sudah menitipkan calon istri ku agar tidak ada yang mengganggu*", jawab ryan.


Kita pun sampai dirumah, dia langsung bermain dengan anakku. Aku sedikit membantu mereka karna hari ini orderan pun lagi sepi tidak rame, lumayan lah buat mereka bisa istirahat juga. Aku tidak memfokuskan mereka buat jualan, itu mah cuman sampingan mereka saja sayang kalau aku harus berhenti jualan. Hari sudah malam dia pamit pulang dan aku disuruh istirahat karna besok sore mau tunangan,


"*S**elamat malam sayang, jangan begadang besok harus vit jangan sampai sakit ya*", kata ryan.


"*Y**a sayang ku*", ledek ku.


Kita tertawa karena jarang malahan tidak pernah aku bilang sayang sama dia, dia pun pulang dan aku pergi ke kamar untuk istirahat. Besok nya kita semua siap siap pergi ke hotel untuk mempersiapkan sore tunangan, aku deg deg deg berdebar hati ini. Semua mempersiapkan yang terbaik untuk acara aku dan dia, anakku didandanin seperti pangeran kecil ku. Ai dan susi pun didandanin cantik, aku pun didandanin. Dulu ketika tunangan sama suami ku yang dulu tidak seheboh ini, cuman acara biasa saja tapi sekarang bak putri raja. Waktu sudah menunjukan jam nya sekarang, aku di gandeng sama ai dan susi, anakku dan teman kampus ku di belakang. Aku pun undang teman kampus yang dekat dengan ku saja, dari kejauhan ku lihat dia tersenyum pada ku, dia terlihat gagah dan tampan. Aku mendekati nya dan tersenyum, acara pun berlangsung cincin ku sematkan dijari nya dan juga sebaliknya cicin nya sematkan dijari ku. Setelah selesai acara semua tamu mencicipi hidangan nya dan bersalaman mendoakan semoga cepat nikah.


"*A**ku sayang kamu*", bisik ryan ditelinga ku.


Aku cubit dia sambil tertawa, ku lihat aris pun hadir disana. Kita bertiga berfoto, bahagia rasa hati ku. Banyak patner kerja dia pun datang ke sini memberikan selamat dan ada juga yang memberi kado seperti orang nikahan saja. Setelah acara selesai anak ku, ai dan susi diantar supir, aku dan dia pulang belakangan.


"*S**ayang coba ini nikah sudah aku culik ke hotel buat bulan madu*", canda ryan.


"*M**au donk di culik sama pangeran*", goda ku.


"*B**ener nih mau sekarang aku culik*", tantang ryan.


"*J**angan sekarang nanti aja bulan depan*", jawab ku sambil senyum.


"*S**ayang besok aku harus berangkat lagi, nanti aku kirim gambar buat resepsi pernikahan kita bulan depan dan kamu seperti biasa yang pilih*", kata ryan.

__ADS_1


Aku cuman mengangguk saja.


"*S**ayang jangan dilepas cincin nya, awas aja kalau berani di lepas*", goda ku.


"*H**arus nya aku yang bilang gitu bukan kamu sayang, aku selalu bangga memiliki mu*", jawab ryan.


Hari ini dia pergi lagi untuk bekerja dan hari ini juga aku pertama kali nya praktek magang di rumah sakit, aku deg deg an nih takut juga ya. Aku sengaja berangkat lebih awal biar bisa lihat situasi di sekeliling, tiba-tiba ada yang negur aku,


"Kamu anak magang ya? ", tanya seseorang.


" Ya pak", jawab ku.


"Jangan panggil pak, panggil mas ilyas saja", kata ilyas.


"Oh ya mas ", jawab ku.


Di sana memang ada lima orang lain lagi yang ikut magang, aku kenalan sama mereka dan satu orang yang sama dari universitas ku nama nya rayn, dia jurusan perawat. Kita semua ditugaskan untuk mengikuti dulu dan melihat dulu apa yang di bilang senior itu,setelah itu kita juga ikut untuk membantu nya. Mungkin hari pertama masih belum bisa menyesuaikan diri sama keadaan, tapi aku mencoba nya. Setelah selesai magang aku pulang, sampai rumah dia telpon,


"Sayang sudah pulang? ", tanya ryan.


"Udah ini baru sampai rumah", jawab ku.


"Gimana hari pertama nya? ", tanya ryan.


"Masih agak kaku sih", jawab ku.


"Tadi ilyas hubungi aku, sudah bertemu dan berkenalan sama calon istri ku", kata ryan.

__ADS_1


"Oh jadi mas ilyas temen nya", tanya ku.


"Ya, ilyas yang nanti pantau kamu terus biar tidak ada yang ganggu, aku juga suruh ilyas liatin cincin nya di pakai gak, kalau gak tegur istri ku, gituh", posesif nya ryan.


Tapi itu tanda sayang nya dia sama aku. Aku cuman tertawa saja dan aku akhiri telpon an nya. Aku langsung bantu mereka jualan dan mengasuh prince juga, tidak ada kata lelah ku untuk membagi semua nya. Hari ini juga banyak banget orderan yang masuk, untung nya mereka berdua sudah terbiasa dan pekerjaan mu cepat beres. Setelah beres kita makan malam bersama dan langsung istirahat, aku kembali ke kamar. Pegal rasa nya tubuh ku ini, tapi ini semua demi anakku prince. Pagi nya aku siapkan sarapan untuk orang rumah dan aku kembali ke rumah sakit, aku bertemu dengan mas ilyas,


"Pagi mas", sapa ku.


"Pagi, o ya sudah ada kabar dari pawang mu kah tentang siapa aku? ", tanya ilyas, pawang yang ilyas maksud mungkin ryan.


"Ya sudah, maaf aku tidak tau mas", jawab ku.


"Begitu posesif nya itu si pawang sama istri nya", kata ilyas.


"Ya mas", jawab ku sambil tersenyum.


"Dia takut kalau si cantik nya di rebut buaya seperti ku", kata ilyas sambil tertawa dan aku pun ikut tertawa.


Hari ini aku ditugaskan untuk menangani pasien tapi masih didampingi ilyas juga,rasa takut tapi harus berani nih. Aku mencoba nya karna kalau tidak mana bisa kan, setelah selesai kita istirahat dan makan siang. Aku duduk sendiri dan tiba-tiba ada yang menghampiri ku,


"Boleh aku duduk disini? ", tanya seseorang dan tak lain rayn.


" Boleh, ini kan tempat umum juga", jawab ku.


"Gimana sudah bisakah dan betah disini? ", tanya rayn.


"Hmzz masih belajar aja sih, ya betah", jawab ku.

__ADS_1


Kita banyak berbagi ilmu dengan rayn sambil makan siang dan setelah itu kita kembali lagi bekerja menangani pasien.


__ADS_2