
Aku, faiq dan prince pun pulang dari rumah sakit jiwa. Aku bisa menangkap ekspresi faiq yang kecewa karena mama nya belum juga sadar. Sampai di rumah aku disuguhkan dengan kedatangan mas haris dan istri nya.
"Prince sayang", kata mas haris sambil memeluk prince.
"Mas haris dan ica sudah dari tadi menunggu kita?", tanya ku.
"Baru kok, baru sampai disini", jawab ica.
"Faiq duluan ke kamar gih, istirahat sayang", kata ku ke faiq.
Mas haris dan prince mengobrol sebentar.
"Ayah rindu sama jagoan ayah nih", kata mas haris.
"Sama kakak juga rindu ayah", jawab prince.
Beda dengan sorot mata nya, apa yang prince ucapkan dengan apa yang prince rasakan.
"Kapan bisa nginap dirumah ayah?", tanya haris.
"Mmmm kalau buna ijinin ya", jawab prince.
"Ok ayah akan tunggu prince di rumah ayah", jawab haris.
"Ayah prince masuk dulu ya", kata prince.
"Ok sayang", jawab haris.
Prince pun masuk ke kamar nya menyusul faiq, mungkin dalam pikiran nya cuman ingin dekat faiq terus walaupun gak tau apa yang sebenar nya terjadi.
"Kedatangan mas dan ica ke sini mau menanyakan tentang itu", kata mas haris.
"Oh, terus", jawab ku.
"Ya, apakah kamu sudah bilang sama ryan?", tanya mas haris.
"Sudah", jawab ku.
"Terus apa boleh aku minjam uang sebesar yang sudah aku bilang?", tanya mas haris.
"Maaf mas, mas ryan gak mengijinkan itu. Karena memang itu dalam jumlah yang cukup besar, kalau pun ada itu mungkin tidak mudah mempercayai sesuatu ke orang lain", jawab ku.
"Ya, mas pun mengerti tentang kecemasan itu. Tapi mas janji akan mengembalikan nya", jawab haris.
"Mas ryan cuman berpesan sama aku, kalau jumlah 10.000.000 hari ini juga ada. Dan aku sudah dikasih uang nya sama mas ryan", jawab ku.
"Uang segitu mana cukup untuk usaha", kata ica.
__ADS_1
Membuat ku ingin mengusir mereka aja, seenak nya datang dan meminta tapi rasa kemanusiaan ku yang lemah.
"Ya itu terserah, cuman ada cash segini", kata ku sambil mengeluarkan uang dalam amplop coklat.
"Kalau mas butuh pekerjaan datang saja ke kantor mas ryan, siapa tau ada kerjaan dan uang ini bisa dipakai ica buat buka usaha", aku melanjutkan perkataan tadi.
"Mana bisa dia membantu keuangan ku, ica tau nya cuman ngabisin uang saja", celetuk mas haris yang bermuka kesal.
"Ya lah apa fungsi suami kalau bukan mencari uang uang dan uang, sedangkan istri cuman menikmati aja", jawab ica yang tampak begitu kesal.
Aku disana seperti patung yang lagi menyaksikan mereka bertengkar.
"Terus apa ini mau diterima atau....", aku belum selesai ngomong amplop itu sudah diambil ica.
"Ya saya terima saja lah walau segini", jawab ica.
"Nanti aku balikin lagi ya, sekitar 2bulan aku bakalan balikin uang mu", Kata mas haris.
Mungkin aku sudah tidak peduli, mau itu dibalikin atau gak juga ya gak apa-apa sih. Mereka berdua pun pamit untuk pulang, aku pun bahagia akhir nya mereka pulang. Aku lelah ingin tidur, setelah mereka pergi aku langsung menuju kamar dan tidur.
Tak terasa tidur ku begitu nyenyak sampai tidak sadar kalau mas ryan sudah pulang dari tadi.
"Sayang sudah bangun?", tanya suami ku yang dari tadi disampingku.
"Mas, ini jam berapa?", tanya ku.
"Sudah melewati makan malam", jawab suami ku.
"Aku kasian sama kamu, cape ya. Ini sudah mas siapin makan malam nya dimeja sana", jawab suami ku.
"Mas, aku mau cuci muka dulu ya", kata ku.
Aku pergi ke kamar mandi dan setelah itu aku kembali tapi tak ku lihat mas ryan dimana, aku pun makan malam sendirian karena mereka sudah duluan makan malam nya. Setelah selesai mas ryan datang ke kamar ku.
"Mas habis dari mana?", tanya ku.
"Mmmm ini buat istri tercinta mas", kata suami ku sambil memberikan kotak yang tidak tau itu isinya apa.
"Apa ini mas?", tanya ku.
"Buka donk", jawab mas ryan.
Aku membuka nya ternyata cincin berlian yang indah dan bagus.
"Makasih mas, dalam rangka apa nih?", tanya ku.
"Dalam rangka sudah menjadi istri hebat, sekarang harus mengurus 4 orang anak", jawab suami ku.
__ADS_1
"Itu sudah menjadi kewajiban buat ku mas", jawab ku.
"Bagus tidak?", tanya suami ku.
"Sangat bagus", jawab ku.
Memang masalah ini mas ryan jago banget pilih nya.
"Sudah ada belum mas haris dan istri nya kesini?", tanya suami ku.
"Tadi ada mas", jawab ku.
"Terus?", tanya suami ku.
"Tadi nya kekeh ingin segitu cuman dia juga gak mau donk menolak yang aku kasih secara dia kan lagi butuh", jawab ku.
"Oh, ya sih pasti mereka gak bakalan nolak", kata suami ku.
"Sayang aku ke ruang kerja dulu ya", kata suami ku.
"Ya, jangan malam malam ya", jawab ku.
Suami ku pun berlalu meninggalkan aku dikamar, terdengar rayn menangis. Aku pun langsung menggendong nya dan menyusui nya, kasian dia baru dapat susu dari tadi. Setelah selesai aku tidurkan kembali dan tak terasa aku pun ikut tidur.
Pagi ini kita sarapan bareng, mungkin prince belum menanyakan itu sama mas ryan atau lupa dan sekarang ingat.
"Ayah sakit jiwa itu apa sih?", tanya prince.
"Sakit jiwa itu dimana kondisi seseorang sedang tidak mengenal dirinya dan orang sekitar nya atau lupa semua nya", jawab suami ku.
"Terus mereka bisa mengingat lagi gak yah?", tanya prince.
"Bisa, dengan cara mereka terus diingat kan tentang kebiasaan nya yang pernah dia lakukan", jawab suami ku.
"Tenang ya kak faiq, tante pasti bisa mengingat nya. Prince akan ada disamping kakak untuk menemani kakak ke rumah sakit menemui tante", kata prince ke faiq.
Faiq pun tersenyum dan mengelus punggung prince.
"Buna punya hadiah buat kalian?", kata ku.
"Apa bun?", tanya prince dan faiq.
"Besok weekend kita bakalan ke kebun binatang", jawab ku.
"Horee bener ya bun", kata prince.
"Bener sayang", jawab ku.
__ADS_1
"Ya, ayah siap untuk bermain seharian sama anak anak ayah", kata mas ryan.
Aku cuman bisa membahagiakan faiq seperti itu, setidak nya beban dia bisa berkurang dan dia pun bisa normal seperti anak yang lain nya mendapat kan kasih sayang dari orang tua yang utuh. Setelah selesai suami ku berangkat kerja, faiq dan prince berangkat sekolah. Aku bermain dengan key dan rayn karena mulai hari senin mungkin aku akan kembali lagi bekerja.