
Aku dan suami ku ke klinik dulu bertemu sinta, aku diperiksa oleh sinta.
"Sin, bagaimana anak ku?", tanya ku.
"Baik, sehat", jawab sinta.
"Oh syukurlah", jawab ku.
"Kalau buna nya happy, baby nya pun happy. Pertahan kan kebahagiaan mu agar ponakan ku baik dan sehat", kata sinta.
Setelah selesai di periksa aku dan suami ku pulang ke rumah, sampai di rumah aku disambut sama anak anak ku.
"Buna", kata prince, key dan faiq.
"Sayang nya buna", jawab ku.
Aku dipeluk oleh anak anakku.
"Kok ayah gak dipeluk", kata mas ryan.
Anak anak bergantian peluk ayah nya.
"Kasian buna, mau istirahat", kata mas ryan.
Aku dan suami ku pergi ke kamar untuk istirahat.
"Sini ayah pijitin bun", kata mas ryan.
"Trimakasih ayah", jawab ku.
Aku dipijitin sampai tertidur pulas dan pagi nya aku bangun, hari ini weekend. Setelah sarapan pagi, anak anak dan mas ryan bermain di samping rumah. Aku bahagia melihat pemandangan yang sejak 2 bulan kebelakang tidak aku lihat, kini aku kembali melihat nya lagi.
"Bun mau ikutan?", ajak mas ryan.
"Ya masa buna lari lari sih yah", jawab ku.
Mas ryan tersenyum, aku ingin mas ryan benar benar kembali ke keluarga nya. Ada yang datang ke rumah ku, ternyata sinta dan mas ilyas.
"Hai bumil, hai anak anak", sapa sinta.
"Hai tante", jawab faiq dan prince.
"Wah kalian bagus deh main ke sini", kata ku.
Mas ilyas nyamperin mas ryan dan anak anak yang sedang main bola.
"Aku sengaja mau main ke sini ajak mas ilyas", kata sinta.
"Oh, kalian gak jalan jalan?", tanya ku.
__ADS_1
"Gak, aku ke sini ingin tau apa mas ryan pergi lagi", jawab sinta.
"Gak, kemarin aja mas ryan ngajakin aku berlibur ke tempat pemandian air panas berdua", jawab ku.
"Wah romantis, pantes kemarin kalian periksa kandungan", kata sinta.
"Ya semoga saja mas ryan seperti ini terus", jawab ku.
Aku dan sinta ngemil makanan.
"Aduh efek tua dan punya anak mau 4, segini aja sudah cape", kata ryan.
"Ya payah lu yan", kata ilyas.
"Sudah ini makan dulu dan minum", jawab ku.
Mas ilyas dan mas ryan pun duduk.
"Yan kapan kita jalan jalan?", tanya ilyas.
"Nanti kalau anak gue lahir lah", jawab ryan.
"Ok kalau anak lu lahir, kita ke jepang", kata ilyas.
"Ok siap", jawab ryan.
"Heh kalian enak banget ya bikin rencana, terus anak gue nanti gak bisa di bawa kan masih kecil, gue aja baru lahiran mana bisa jalan jalan", jawab ku.
"Ya bisa lah, nanti kita ke sana nya kalau baby sudah umur 5 bulan", jawab ilyas.
"Eh tapi jangan bawa anak anak bun kalau ke jepang, kita berdua aja bulan madu tapi sebelum pergi berdua, kita ajak anak anak dulu bermain disini yang dekat saja", kata ryan.
"Dasar orang tua yang gak sayang anak anak nya", ketus sinta.
Aku ketawa saja, terserah mereka saja lah.
"Bener tuh yan, lu berdua sama istri lu gak usah bawa anak anak. Nanti gue sama sinta, sebelum berangkat ke jepang gue sama sinta nikah dulu ya gak", kata ilyas.
"Nah Sin, mau gak tuh?", tanya ku.
"Kalau dia berani ke orang tua ku, aku sih yes", jawab sinta.
"Lah mana berani si ilyas ngadepin orang tua", kata ryan.
"Eitss kita liat saja, minggu depan aku ke rumah orang tua mu sin", jawab ilyas.
"Sudah jangan berdebat, yu kita makan siang bareng", ajak ku.
Kita pun makan siang bersama, meja penuh dan aku bahagia sekali punya keluarga seperti ini. Setelah makam siang selesai mas ilyas dan sinta pamit pulang.
__ADS_1
Anak anak tidur siang dan aku serta suami ku pun sama tidur siang. Hari ini terasa cape dan bahagia sih, aku terbangun dari tidur ku. Ponsel mas ryan berbunyi, aku lihat panggilan dari ica, aku angkat.
"Hallo mas, aku kangen kapan bisa bertemu di apartemen lagi? Apa mas bener mau ninggalin aku dan kembali lagi ke keluarga mas?", tanya ica.
Aku tidak menjawab nya.
"Mas tau gak, semenjak mas memutuskan aku dan aku dekat sama mas ilyas. Itu tuh beda banget mas ilyas gak kaya mas ryan bisa menjadi pemuas ranjang ku, mas ilyas cuman ngajakin makan itu aja dan setelah itu mas ilyas pun meninggal kan aku", kata ica.
Aku masih tetap tidak menjawabnya.
"Mas mas dengar aku kan", tanya ica.
Aku matiin telpon nya ica dan segera aku kembalikan lagi, aku masuk ke kamar mandi. Aku rapihkan diri dan membangunkan mas ryan karena ini sudah sore.
"Mas bangun", kata ku.
"hmmm ya sayang", jawab mas ryan.
"Mandi gih sudah sore", kata ku.
"Ya mas mandi dulu", jawab mas ryan.
Mas ryan mandi dan setelah itu mas ryan ngambil ponsel nya dan melihat panggilan masuk dari ica.
"Sayang tadi kamu menjawab telpon nya?", tanya mas ryan.
"Maaf ya mas", jawab ku.
Mas ryan mendekati ku.
"Gak usah minta maaf, harus nya mas yang minta maaf sama kamu", jawab mas ryan.
"Ya, tadi ica ngomong kata nya rindu", jawab ku.
"Mas memang salah dan mas sudah tidak mau lagi menyakiti kamu dan anak anak", jawab mas ryan.
Aku diam.
"Maafkan mas sayang, mas khilaf", kata mas ryan.
"Sebelum mas ryan minta maaf, aku sudah memafkan nya", jawab ku.
"Trimakasih sayang", jawab mas ryan.
"Ya maaf sudah aku maafkan tapi dengan kepercayaan, maaf aku belum bisa seperti dulu lagi karena aku sudah terluka", jawab ku.
"Ya mas mengerti, mas juga tidak bisa memaksa mu untuk melupakan apa yang tlah mas lakukan sama kamu", kata ryan.
"Ya sudah makan dulu yu mas", jawab ku.
__ADS_1
Aku dan mas ryan ke ruang makan dan anak anak sudah menunggu kita. Kita makan malam, habis itu berkumpul di ruang keluarga. Bermain sama anak anak sampai larut malam, anak anak tidur ke kamar nya. Aku dan mas ryan pun ke kamar untuk tidur karena besok harus beraktivitas kembali.
Pagi harinya seperti biasa, makan pagi terus anak anak sekolah. Aku diantar suami ku ke toko dan hari ini aku gak ke klinik, aku mau di toko saja melihat laporan. Kita sedikit bermesraan dan disaksi kan oleh ica. Setelah itu Suami ku berangkat ke kantor.