
Tidak terasa sudah hampir satu minggu sejak kehilangan dia, aku pun disibukkan dengan skripsi ku yang sebentar lagi mau selesai dan sidang. Aku mencoba fokus untuk itu semua dan di bantu juga sama ilyas.
"*G**imana sudah selesai skripsi nya*? ", tanya ilyas.
"*S**ebentar lagi selesai kok, nanti tolong periksa ya takut ada yang salah*", pinta ku.
"*Y**a, serahkan saja sama aku jika sudah selesai*", jawab ilyas.
Malam ini aku harus selesai kan skripsi nya biar bisa di koreksi dulu sama ilyas, aku pun begadang untuk menyelesaikan nya. Besok nya aku berangkat pagi dan menyediakan sarapan untuk mereka, sampai di rumah sakit aku langsung cari ilyas dan akhir nya ketemu ilyas.
"*M**as ini tolong periksa punya ku ya*", kata ku.
"*K**amu pandai juga ya, cepat cuman seminggu sudah selesai*", jawab ilyas.
"*T**api itu belum tentu benar juga*", kata ku.
Ilyas pun meninggalkan ku dan aku mulai bekerja lagi dengan pasien ku, aku bahagia jika pasien ku sembuh dan sekarang banyak yang sembuh dan boleh pulang. Tidak lama ilyas pun menghampiri ku,
"*K**amu tuh jenius, bagus dan baik rapih juga, ini tidak ada yang salah , perfect*", kata ilyas.
"Makasih, cepat sekali", jawab ku.
"*Y**a aku ingin tau aja orang pilihan dia itu bukan sembarangan dan ternyata benar kamu itu jenius, aku bangga* sama dia udah memilih mu sebagai istrinya", kata ilyas.
"*Y**a tapi sayang waktu begitu cepat memisahkan aku dan dia*", jawab ku sambil tersenyum sakit.
Setelah itu aku pamit pulang karena kerjaan sudah selesai, dan besok nya aku mau ke kampus buat sidang skripsi. Sampai di rumah aku langsung masuk kamar dan mempersiapkan buat besok sidang, semoga aku bisa. Aku tidur lebih awal dari biasa nya dan mereka pun mengerti tidak ada yang berani ganggu ku. Pagi nya aku bangun dan masak buat mereka terus aku pamitan untuk pergi ke kampus,
"*D**oain aku ya semoga lancar sidang nya*", kata ku.
"*K**ita selalu berdoa yang terbaik untuk ibu*", jawab ai.
__ADS_1
"*S**emangat bu*", kata susi.
Aku cium anakku dan aku berangkat ke kampus, sesampai nya disana aku merasa deg deg deg takut. Aku nunggu giliran di panggil, aku berdoa agar lancar semua nya dan mencoba untuk tenang. Sekarang giliran ku di panggil dan aku masuk, rasa gemetar seluruh tubuh ku tapi aku mencoba untuk releks. Alhamdulillah sidang nya lancar dan berhasil, aku langsung pulang ke rumah. Sampai di rumah aku kabarin semua yang dirumah kalau aku berhasil dan mereka bahagia. Malam ini sebagai perayaan aku ngajakin mereka makan di luar, kerjaan di tutup dulu kita mau siap siap pergi. Mereka aku biarkan bebas mau beli apa saja dan terakhir mencari tempat makan. Setelah selesai kita pun pulang ke rumah, aku masuk ke kamar. Tiba-tiba ponsel ku berdering ada pesan masuk,
"*G**imana sidang nya lancar*? ", pesan dari ilyas.
"*A**lhamdulillah lancar, makasih atas bimbingan nya ya*", Jawab ku.
"*S**ama-sama aku cuman membantu sebisa nya saja*", balas ilyas.
"*B**esok aku traktir mas ilyas makan siang dan pagi nya nanti aku bawain sarapan, sebagai tanda trimakasih ku*", kata ku.
"*G**ak usah repot repot, makasih ya*", balas ilyas. Hari ini aku berangkat ke rumah sakit dan bertemu ilyas,
"Mas ini ku bawakan sarapan sesuai janji ku semalam", kata ku.
"Makasih ya, sudah merepotkan mu", jawab ilyas.
Setelah itu aku mulai beraktivitas lagi dengan pasien ku, hari ini aku di tugas kan untuk mengoprasi orang yang habis tabrakkan. Harus nya aris tapi aris ada pasien lagi jadi aku yang bantu aris. Aku lihat data pasien nya dan aku langsung masuk ke ruangan pasien itu. Aku panggil suster yang mau dampingi ku nanti,
"Ya dokter ada apa? ", tanya anisa.
"Kok itu pasien belum ganti baju nya sih bukan kah udah di sediain? ", tanya ku.
" Udah kok, dok", jawab anisa.
"Tolong mas dipake baju dari rumah sakit nya", aku menyuruh orang itu pake baju buat operasi dibalik tirai yang menutupi tempat tidur si pasien.
Aku tidak sengaja liat orang itu kok gak asing dari postur tubuh sampai celana box pendek yang orang itu pakai. Tapi masa iya dia sih, aku mencoba baca identitas pasien tapi bukan dia kok.
"Sayang sudah aku pakai", kata ryan, aku kaget dan langsung membuka tirai itu.
__ADS_1
"Masya allah", kata ku sambil terus memeluk dia, ini orang yang aku tunggu hampir satu bulan dia tidak ada kabar nya.
"Kangent ya sayang ku", tanya ryan.
Aku menangis dan sambil memeluk dia. Dia menyapu air mata ku yang menetes di pipi ku.
"Kamu ini kamu, kamu selamat, sudah ku kira kamu pasti selamat", kembali ku peluk ryan.
"Ya sayang aku selamat", kata ryan.
Tiba-tiba ilyas pun masuk,
"Akhir nya drama pun selesai, aku tidak tega melihat si cantik ini terus merenung sedih", kata ilyas.
"Maksud nya? ", tanya ku.
"Jadi begini sayang, aku tuh kecelakaan mobil, untung nya semua selamat cuman lecet saja dan mobil agak parah, mungkin ini kesempatan aku agar aku ingin tau seberapa setia nya kamu jika aku tidak ada aku dan sesedih apa kamu kehilangan ku, maaf sayang sudah membuat mu menangis setiap hari", ryan menjelaskan nya.
"Kalian jahat ya sama aku", ku pun merajuk cemberut.
"Aku tuh sayang banget sama kamu, jangan marah ya dan selamat udah mau diwisuda jadi dokter", peluk ryan.
"Sudah ah aku mau ke luar malu jadi lalat", kata ilyas.
Kita tertawa, aku dan dia pulang ke rumah, ilyas pun mengijinkan aku untuk bisa pulang duluan.
"Sayang selama aku membohongi mu, sudah aku siapkan pernikahan kita dan minggu depan kita nikah, undangan sudah di atur ilyas", kata ryan.
"Makasih sayang, nanti kamu disini kan? ", tanya ku.
" Kita bakalan pindah, aku sudah menyiapkan sebuah klinik untuk mu, biar kamu punya klinik sendiri, nanti ilyas pun ikut membantu mu sayang", kata ryan.
__ADS_1
"Makasih kamu sudah membantu ku dari dulu sampai sekarang", kata ku sampai aku menangis.
Sesampai nya dirumah semua orang dirumah pun bahagia karna dia datang kembali ke sini, prince juga ikut bahagia menyambut kedatangan dia di rumah. Sebagai hari bahagia kita semua makan malam di luar dan tak lupa aris pun diajak, betapa senang nya hari ini. Setelah selesai aku diantar pulang sama dia dan dia pun pulang ke rumah ilyas.