
"Ya juga sih, kalian itu luar biasa. Maka nya lu yang beruntung mendapatkan istri seperti dokter erin", kata mas ilyas sambil menepuk pundak mas ryan.
"Gue gak akan mencari kebahagiaan diluar sana karena di rumah pun gue sudah bahagia", jawab mas ryan.
Setelah kita banyak ngobrol dan akhir nya waktu pun sudah menunjukan siang hari, semua acara tujuh bulanan selesai dan sekarang dilanjut sama acara ulang tahun keyra. Suami ku yang menjadi moderator nya, dia itu serba bisa. Tiup lilin dan potong kue pun di lakukan, untung keyra tidak rewel dia malah asik dengan suasana ramai ini.
"Selamat ulang tahun anak buna yang cantik dan solehah", kata ku sambil mencium kening nya.
Keyra sedari tadi sibuk makanin kue ulang tahun nya.
"Selamat ulang tahun princes nya ayah yang solehah", kata suami ku.
"Selamat ulang tahun adik key yang kakak sayangi", lanjut prince memberi ucapan selamat kepada adik nya.
Di ruangan riuh anak kecil yang bernyanyi dengan badut doraemon nya, ada juga yang makan. Tidak hanya anak yatim saja tapi masih ada rekan kerja suami ku yang masih disana mengikuti acara ulang tahun key. Key nampak asik berjoget dengan prince kakak nya dan juga faiq, aku bahagia melihat mereka bertiga akur.
"Lihat anak anak begitu bahagia", dari samping terdengar suara susan yang berbicara padaku.
"Ya, aku jadi ikut bahagia", jawab ku sambil tersenyum.
Sore hari nya acara pun ditutup dan alhamdulillah semua nya lancar tanpa ada kendala. Kita pun masuk ke kamar masing-masing untuk istirahat dan beres beres karena besok mau pulang ke rumah, aku ketiduran dan suami ku yang membereskan semua barang barang. Pagi nya aku dan suami bangun setelah itu mandi dan makan pagi, setelah selesai kita pun pulang ke rumah sedangkan keluarga pulang ke kampung nya lagi. Kita berpisah di hotel itu, banyak banget kado buat key sampai penuh dua mobil.
"Bun, nanti di rumah aku bantuin bukain kado adek boleh?", tanya prince.
"Boleh donk, kan ade masih kecil jadi kakak bantuin", jawab ku.
__ADS_1
Sampai dirumah semua barang dan kado diturunin, susi dan ai serta supir pun membantu nya. Aku cuman bisa melihat mereka yang sibuk, suami ku pun ikut membantu nya. Semua barang dan kado sudah didalam rumah, rupanya key dan prince tidak sabar ingin membuka nya. Kita semua ikut membantu membukakan kado nya, key mendapatkan banyak baju, sepatu, sandal yang bermerek, mainan apalagi banyak banget.
"Wah banyak banget kado buat ade", kata prince.
Aku dan suami ku tersenyum melihat tingkah anak anak yang senang, aku memberi kado buat key berupa tabungan untuk masa depan nya cukuplah sampai dia kuliah nanti. Sedangkan suami ku membelikan emas batangan seberat 100gram, buat tabungan juga. Kalau prince memberikan mainan buat key, kita sebagai orang tua bukan nya gak mau ngasih mainan tapi ini pun sudah banyak yang ngasih. Aku dan suami ku ingin buat tabungan dia untuk masa depan dan jika nanti prince ulang tahun pun, aku dan suami berniat sama ngasih kado seperti ini. Tidak akan mubazir malah bermanfaat untuk mereka kelak dewasa, mainan cuman ujung ujung nya akan menjadi sampah. Setelah selesai kita pun istirahat dikamar, aku merasa kelelahan sampai darah ku rendah. Suami ku menelepon dokter kandungan untuk memeriksa ku, ya benar darah ku rendah karena kecapean. Aku dikasih obat dan vitamin, aku dilarang ke luar kamar, makan pun dianterin bibi ros ke kamar. Aku cuman bisa bangun dari tempat tidur ku kalau mau ke kamar mandi saja.
"Sayang, jangan dulu kemana-mana tidur dan istirahat lah", kata suami ku.
"Ya sayang, maaf merepotkan mu", jawab ku.
Aku lihat suami ku lagi membereskan pakaian dari koper ke lemari, memang suami siaga buat keluarga. Suami ku tidak membedakan ini pekerjaan istri ataupun suami, jika suami bisa kenapa tidak. Setelah selesai suami ku pun ke luar kamar untuk makan malam, bibi ros pun mengantarkan susu dan makanan ke kamar ku. Setelah selesai suami, key dan prince nyamperin aku yang lagi dikamar.
"Buna kenapa?", tanya prince.
"Sini sayang, kakak sama ade disini peluk buna, buna baik-baik saja sayang", jawab ku.
"Ya, ayah yang ngalah ini mah demi anak anak", jawab ku.
"Ya nih ayah gak bisa tidur donk dekat buna", kata suami ku.
Suami ku dan aku tertawa,
"Boleh deh malam ini temani buna, ayah tidur dikamar kakak. Kakak sama ade jagain buna ya", kata suami ku.
"Trimaksih ayah sudah mau mengijinkan kita", jawab prince.
__ADS_1
Prince dan key memeluk ayah nya, setelah itu suami ku pergi ke kamar nya prince. Kita pun tidur dan istirahat karena besok prince juga sekolah. Pagi ini aku dan suami bangun terus mandi dan setelah itu sarapan pagi bareng anak-anak, setelah selesai prince berangkat sekolah dan suami ku berangkat kerja. Aku di rumah saja istirahat, memang badan ku sudah mulai membaik tapi takut ngedrop lagi jadi aku ijin ke mas ilyas buat gantiin aku dari pagi. Untung punya patner baik seperti mas ilyas jadi dia mengerti tentang keadaan ku saat ini, aku dikamar terus bersama key. Sedangkan susi melanjutkan packing barang yang sudah dipesan orang, bibi ros beresin rumah. Pintu kamar ku ada yang ngetuk.
"Masuk", kata ku.
"Bu, maaf ini susu dan makanan nya", kata bibi ros.
Bibi ros memang sangat perhatian sama aku, mungkin juga bibi ros sudah menganggap ku anak nya.
"Makasih ya bi", jawab ku.
"Sama sama bu, kalau ada yang kurang panggil bibi aja", kata bibi ros.
Bibi ros pun pergi dari kamar ku, aku dan key memakan makanan yang tadi dibawain bibi ros. Key pun senang bisa menghabiskan waktu bersama ku, hari sudah siang dan prince pun pulang dari sekolah nya. Prince masuk ke kamar ku,
"Buna, ade", kata prince sambil peluk aku dan adik nya secara bergantian.
"Kakak udah makan?", tanya ku.
"Sudah bun", jawab prince.
"Kakak bisa tolong buna gak?", tanya ku.
"Bisa, tolong apa?", tanya prince balik.
"Tolong ajakin main ade key ya, buna mau istirahat boleh?", tanya ku.
__ADS_1
"Boleh bun, ayo ade kita main didepan", ajak prince ke adik nya.
Prince dan key ke luar kamar, mereka main di samping rumah bersama ai dan susi juga bibi ros sedangkan aku istirahat di kamar.