
Aku masuk ke kamar dan bukan nya tidur malah masih keingat omongan nya mas ryan, aku takut mas ryan suatu saat akan tergoda oleh ica.
"Sayang", kata suami ku.
Mas ryan membangunkan aku dari lamunan ku.
"Eh, mas sudah selesai?", tanya ku.
"Sudah, kenapa sayang?", tanya mas ryan.
"Gak kok mas", jawab ku.
"Ya sudah tidur siang dulu yu", jawab mas ryan.
Aku pun mengiyakan mas ryan, kita tidur siang. Tidak terasa waktu pun sudah sore, aku bangun dan mandi disusul mas ryan juga. Setelah itu aku dan mas ryan ke ruang makan untuk makan malam bersama mereka. Aku terkadang mencuri pandang ke mas ryan atau ica karena setelah kejadian yang aku dengar itu. Aku harus extra waspada, meskipun mas ryan bakalan sayang aku tapi waktu tidak akan menjamin itu.
Selesai makan kita bermain dan bercanda di ruang keluarga, memang rutin setiap malam karena cuman ada waktu malam agar kita semua kumpul.
"Sayang kok diam?", tanya mas ryan.
"Gak kok, ini main sama rayn", jawab ku sambil gendong rayn.
"Apa ada masalah di klinik?", tanya mas ryan.
"Gak, klinik baik baik saja", jawab ku.
Mas ryan bermain sama anak anak, aku menggendong rayn. Karena rayn sudah 9 bulan jadi dia tidur sama key, ai dan susi. Kalau bocah itu sudah besar baru lah mereka tidur sendiri. Rayn dan key sudah mulai ngantuk, jadi mereka sudah masuk kamar bersama ai dan susi. Kalau prince dan faiq mereka masih bermain sama mas ryan.
"Mba, aku duluan ke kamar ya", kata ica.
"Oh ya ca", jawab ku.
Ica pun sama masuk kamar.
"Prince faiq ayo masuk kamar, belajar terus tidur", kata ku.
"Ya bun", jawab faiq.
Faiq dan prince selalu menuruti apa yang aku suruh tanpa penolakkan, mereka pun masuk kamar di susul aku dan mas ryan juga masuk kamar.
"Sayang, sini aku mau bicara", kata suami ku.
"Apa mas?", tanya ku.
"Apa ica bakalan disini terus?", tanya mas ryan.
"Gak tau mas, katanya sih sampai sidang selesai minggu depan", jawab ku.
"Oh gituh", kata mas ryan.
"Ada apa mas?", tanya ku.
"Ya aku hanya ingin kamu hati hati, orang lain tidak sebaik apa yang kamu fikirkan. Mas selalu menekan kan itu ke kamu", jawab mas ryan.
"Ya mas, makasih selalu sayang dan ada untuk ku", jawab ku.
Kita pun tidur karena besok harus bekerja.
__ADS_1
Pagi hari aku dan mas ryan bangun terus mandi dan sarapan pagi seperti biasa nya. Anak anak setelah sarapan mereka sekolah, aku dan mas ryan berangkat kerja. Sampai di klinik aku masuk dan mas ryan berangkat kerja.
"Sin kok tumben sudah di ruangan ku?", tanya ku.
"Ya, aku mau bicara sama kamu", jawab sinta.
"Mau bicara apa sepagi ini?", tanya ku.
"Sudah ada 4hari yang lalu, aku dengar mas ilyas telponan sama mas ryan. Terus mereka bahas ica, aku sih gak terlalu jelas cuman kaya nya ica menggoda mas ryan", jawab sinta.
"Oh tenang bisa aku atasi itu mah", jawab ku.
"Maksud nya?", tanya sinta.
"Sudah lah jangan dibahas, biarin saja sekuat apa mas ryan", jawab ku.
"Hey come on rin, cowo mana tahan tergoda janda", jawab sinta.
Aku tertawa saja.
"Ya, aku tau sahabat aku ini paling hebat. Tapi ingat sampah itu harus dibuang", kata sinta.
"Baik baik", jawab ku sambil tersenyum.
"Aku kembali bekerja lagi ya", kata sinta.
Sinta pun kembali ke ruangan nya, tiba-tiba ada yang telpon dari rumah sakit jiwa.
"Hallo", kata perawat.
"Ya hallo", jawab ku.
"Ada apa?", tanya ku.
"Nanti dokter yang menjelaskan nya", jawab perawat.
"Ya, saya ke sana", jawab ku.
Aku pun pesan taxi dan menuju ke rumah sakit jiwa. Sampai disana aku keruangan dokter yang menangani susan itu.
"Permisi dok", kata ku.
"Masuk bu", jawab dokter.
"Ada apa ya manggil saya?", tanya ku.
"Bu susan sudah bisa pulang, dia sudah mulai pulih 95% kalau bu erin mau", jawab dokter.
"Boleh saya temui susan dulu, dok", kata ku.
"Boleh bu", jawab dokter.
Aku dan dokter pun ke ruangan susan, aku lihat dia sudah rapih dan sudah bersih.
"Mba susan", panggil ku.
"Mba erin", jawab susan.
__ADS_1
"Apa kabar?", tanya ku.
Susan pun memelukku sangat erat.
"Mba, maafin semua kesalahan ku ya", kata susan.
"Sudah saya maafkan mba", jawab ku.
Pelukan susan aku lepas.
"Trimaksih sudah merawat faiq selama aku tidak sehat", kata susan.
"Sudah menjadi kewajiban ku", jawab ku.
"Aku mau pulang ke rumah, tapi untuk sementara faiq aku titipkan dulu ke mba erin ya", kata susan.
"Ya, kalau mba susan sudah siap merawat faiq. Mba tinggal ke rumah saya saja ya", jawab ku.
"Aku gak tau harus berterima kasih seperti apa", kata susan.
"Sudah jangan dipikirkan, kita pulang yu", ajak ku.
Aku dan susan pulang dari rumah sakit jiwa naik taxi. Aku anterin susan ke rumah nya dan disambut oleh bibi, bibi membantu membereskan pakaian nya susan dan kamar untuk istirahat nya.
"Bi, tolong jagain ya", kata ku.
"Ya bu", jawab bibi.
"Mba, aku permisi pulang ya. Besok aku sama faiq ke sini", kata ku.
"Ya mba, trimakasih banyak", jawab susan.
Aku pun pulang ke klinik kembali untuk bekerja, sampai di klinik aku masuk ruangan dan mulai bekerja dengan laporan mingguan dan harian nya.
Kebetulan mas ryan telpon, tadi nya aku yang mau telpon dia.
"Hallo sayang", kata mas ryan.
"Ya sayang", jawab ku.
"Lagi sibuk gak?", tanya mas ryan.
"Gak, ada apa?", tanya ku.
"Nanti siang aku jemput ya", kata suami ku.
"Ok sayang aku tunggu", jawab ku.
"Kangen sama istri tercinta", jawab suami ku.
"Mas, tadi aku jemput mba susan. Dokter telpon mba susan boleh pulang, aku berbicara sedikit dan memang mba susan sudah mulai sembuh tapi masih dalam pengobatan", jawab ku.
"Oh, dia pulang ke rumah nya?", tanya suami ku.
"Ya, terus faiq masih mau dia titipkan ke kita. Kalau dia sudah siap nanti faiq di jemput", jawab ku.
"Oh gituh, ya sudah mas kerja lagi sayang", kata suami ku.
__ADS_1
Telpon pun terputus, aku kerja kembali. Hari ini harus beres karena nanti siang di jemput suami ku, untung gak ada yang mengganggu ku jadi aku lebih konsentrasi untuk memberes kan nya.