
Aku, suami ku dan mas ilyas nyamperin sinta di samping rumah.
"Eh ada bu dokter nih", kata suami ku.
"Ya mas ryan, saya mau nengokin keponakan yang lucu ini", jawab sinta.
"Makasih ya sudah mampir ke sini", jawab suami ku.
Baby R menangis mungkin lapar, aku pun pamit masuk ke kamar untuk nyusuin dia. Key aku suruh masuk ke kamar nya bersama susi, suami ku dan mas ilyas nemenin sinta dulu. Setelah selesai aku boboin baby R dan aku titipkan ke susi, kalau susi sudah nidurin key, dia nanti jagain baby R. Aku pun ikut gabung sama mereka di teras samping rumah.
"Sudah tidur sayang?", tanya suami ku.
"Sudah mas", jawab ku.
"Tadi kita sudah membahas klinik sayang dan kata dokter sinta dia mau bergabung", Kata suami ku.
"Ya, tadi juga kita berdua sudah membahas itu, mungkin selesai renovasi tinggal satu mingguan lagi ya", kata ku.
"Ya, sekitar satu mingguan dan setelah itu kita selamat an dulu", jawab suami ku.
"Sin, ini mas ilyas yang nanti akan jadi patner mu", kata ku.
"Ya, salam kenal ya dari aku", jawab mas ilyas sambil salaman ke sinta.
"Perasaan tadi sudah ya kenalan nya", jawab sinta sambil tersenyum.
"Gak apa apa kan erin belum tau kalau kita tadi sudah kenalan", jawab mas ilyas sambil tersenyum.
__ADS_1
Aku dan suami ku cuman tersenyum dan geleng-geleng kepala, buaya darat mulai beraksi nih. Kita pun asik mengobrol ber empat sampai sinta pun pamitan karena ada pasien nya yang mau melahirkan. Mas ilyas pun ikut ikutan pulang lagi, mereka berdua pulang dan aku sama mas ryan masuk kamar. Susi pun pindah ke kamar nya Key, aku lihat baby R tidur nya pulas banget.
"Sayang sebentar ya aku ke ruang kerja", kata suami ku.
Aku pun mengangguk dan aku main handphone takut nya ada orderan masuk, biar nanti malam susi dan ai siapin untuk dikirim saja. Baru juga ku buka sudah banyak banget yang order ada 10 yang harus kita kirim besok pagi, aku kirim pesanan itu ke susi biar nanti kalau ada luang waktu dia nyiapin semua nya. Makan malam pun sudah siap, kita berkumpul di ruang makan. Setelah selesai makan tiba-tiba pintu pun terketuk ada tamu tapi kenapa malam ya, bibi ros pun yang ke depan untuk membuka kan pintu.
"Siapa bi?", tanya ku sambil membereskan piring bekas makan malam, suami ku sudah kembali lagi ke ruang kerja nya.
"Ada ibu susan, bu ", jawab bibi ros.
"Tolong lanjutin ini ya bi, biar aku ke depan dan tolong siapin minum nya", kata ku.
Aku kedepan untuk menemui susan dan bibi ros ke belakang untuk cuci piring.
"Hai mba erin", kata susan.
"Hai mba tumben malam ke sini", jawab ku.
"Baby R, nanti resmi nya kalau sekalian aqiqah", jawab ku.
"Oh bagus baby R", kata susan.
Kita pun panjang lebar berbincang bincang berdua sambil minum dan ngemil, padahal tadi aku habis makan tapi sekarang masih lapar.
"Sudah malam saya pamit ya, besok ke sini sama faiq", kata susan.
"Ya, hati hati ya, makasih kado nya", jawab ku.
__ADS_1
Susan pun pulang dan aku menemui mas ryan ditempat kerja nya sambil membawa kado dari susan.
"Sayang ada apa?", tanya suami ku.
"Tadi mba susan ke sini dan bawain kado buat baby R, sekarang dia sudah pulang", jawab ku.
"Oh sendirian?", tanya suami ku.
"Ya, mmm mas bulan ini sudah di transfer buat faiq belum?", tanya ku.
"Belum lupa sayang", jawab suami ku.
"Tuh kan lupa lagi, ayo sekarang transfer buat faiq", kata ku.
"Mas kan suka pelupa, gini aja deh kamu sebagai istri mas, tolong tiap bulan transferin buat faiq, gimana?" tanya suami ku.
"Mas percaya sama aku?", tanya ku balik.
"Selama ini yang selalu ngasih tau mas itu kamu, ya mas percaya sama kamu", jawab suami ku.
"Ya udah, makasih mas sudah percaya sama aku", aku peluk suami ku dan aku pun pergi meninggalkan nya di ruang kerja.
Tiap bulan transfer an dari suami ku ke rekening pribadinya faiq yang dulu di kasih suami ku, pertama saldo nya ada 5juta dan sudah jalan 2bulan tiap bulan nya 5juta jatah buat faiq. Pembantu di gajih sama suami ku sebelum susan bekerja, tapi suami ku gak mau menerima susan. Susan di suruh nyari di tempat lain karena dia gak mau kalau aku sering berantem nanti nya sama dia, meskipun aku meminta untuk menerima susan. Kita cuman bertanggung jawab sama kehidupan faiq sedangkan susan itu bukan urusan kita, kadang karena aku pun tau no rekening faiq. Aku selalu transfer 2juta tapi tidak bilang sama suami ku dari rekening pribadi aku. Aku pun punya penghasilan dari online shop dan klinik terus tambah lagi dari suami ku, uang belanja dan kebutuhan ku di bedakan sama suami ku. Aku bahagia tidak ke kurangan nafkah lahir dan batin dari suami ku, aku pun berencana untuk buka apotik di luar klinik karena di klinik pun sudah ada apotik nya. Cuman belum bilang sama suami ku, aku suka desain jadi apapun ke inginan ku aku sering mendesain nya. Termasuk klinik yang direnovasi ini desain ku, eh suami ku lihat desain nya jadi tanpa sepengetahuan ku dia merenovasi nya. Sekarang pun aku sudah mendesain buat nanti bikin apotik, cita-cita ku ingin menjadi dokter kalau desain itu cuman sekedar suka bukan cita-cita. Pagi ini suami ku berangkat kerja dan prince berangkat sekolah, aku dikamar menjaga baby R sedangkan key bermain bersama susi di samping halaman. Bulan depan ada acara aqiqahan baby R dan setelah itu acara peresmian klinik ku yang ada rawat inap juga bersalin pasti lelah karena dua hari acara berturut turut. Suami ku sambil bekerja sambil mempersiapkan segala nya mencari catring dan semua yang diperlukan. Aku keluar kamar mencari susi mau menanyakan paketan.
"Sus, barang sudah dikirim yang kemarin?", tanya ku.
"Sudah bu tadi pagi dianterin sama ai", jawab susi.
__ADS_1
"Oh, ya udah hari ini aku cari yang order lagi ya, kalau ada seperti biasa aku nanti kirim ke kamu", kata ku.
"Ya bu, makasih sudah membantu nya", jawab susi.