
Hari ini ntah kenapa aku ingin sekali ke kantor nya mas ryan, aku putuskan untuk hubungi mas ilyas supaya dia lebih cepat datang ke klinik. Aku tidak menunggu mas ilyas datang cuman kasih pesan saja ke perawat disana, aku naik taxi menuju kantor nya mas ryan. Sampai di kantor aku pergi ke resepsionis yang didepan dulu.
"Permisi", kata ku.
"Ya mba, eh ibu istrinya pak ryan ya?", tanya resepsionis itu.
"Ya, apa mas ryan ada ditempat nya? Aku gak hubungi dia dulu sebelum nya", jawab ku.
"Sebentar ya, aku telpon dulu ke atas", jawab resepsionis itu.
Setelah menunggu dan akhir nya resepsionis itu panggil aku kembali.
"Bu, maaf tadi saya telpon ke ruangan pak ryan tidak ada yang jawab dan setelah telpon asisten nya kata dia, pak ryan lagi ke luar", kata resepsionis itu.
"Oh, ya udah trimakasih ya", jawab ku.
Aku pun pergi dan aku berpikir mungkin mas ryan ketemu klien diluar kantor, aku memutuskan untuk menjenguk susan dulu. Sampai di tempat susan, aku masuk dan ku ketuk pintu nya.
"Eh ada ibu erin, masuk bu", kata pembantu yang membukakan pintu buat ku.
Aku masuk dan duduk sedangkan bibi memanggil susan dikamar nya, susan pun ke luar dari kamar.
"Mba, baru pulang kah?", tanya susan.
"Ya, tadi aku ke kantor suami tapi dia lagi ke luar jadi aku putuskan untuk ke sini saja", jawab ku.
"Oh gituh, barusan mas ryan ke sini", kata susan.
"Untuk apa?", tanya ku.
__ADS_1
"Tadi aku minta tolong buat bawain obat karena habis dan aku lagi gak enak badan", jawab susan.
"Oh, sini aku periksa", kata ku.
Aku memeriksa keadaan susan.
"Baik, cuman mungkin ini efek dari kecelakaan itu, semua nya baik-baik saja dan harus dibanyakin istirahat", kata ku.
"Mba, tau gak istrinya mas ryan?", tiba-tiba susan tanya itu sama aku.
"Mmmm kenapa memang nya?", aku kembali bertanya karena aku juga bingung.
"Tadi aku tanya mas ryan tapi gak dijawab", jawab susan.
"Mas ryan cuman bilang apa aja?", tanya ku.
"Dia bilang nanti kalau aku sudah membaik, dia akan mengenalkan istri dan ternyata mas ryan sudah mau punya anak tiga", jawab susan.
"Aku kira mas ryan akan menunggu ku dan dia cuman mencintai ku tapi ternyata aku salah, aku tidak bisa lagi memiliki mas ryan", kata susan.
"Sabar ya, nanti suatu saat mba juga akan menemukan cinta kembali dan yang terpenting sayang sama faiq", jawab ku.
Aku pun berpamitan untuk pulang, aku pesan taxi dan pulang naik taxi. Sampai di rumah aku lihat ada mobil mas ryan terparkir disana, aku langsung masuk dan mencari mas ryan ke kamar.
"Sayang", peluk mas ryan.
"Lah kok mas sudah pulang? ", tanya ku.
"Aku khawatir sama kamu, kenapa tadi ke kantor ku dan ada apa sayang, kenapa tidak mengabari ku dulu?", tanya ryan.
__ADS_1
"Oh itu, aku ingin mengajak mas untuk makan siang bareng tapi pas di kantor mas nya lagi ke luar", jawab ku.
"Oh, aku takut kamu sakit sayang", kata ryan.
"Gak kok mas, cuman ingin makan siang bareng", jawab ku.
"Maaf ya, tadi susan hubungi aku, dia kehabisan obat dan dia juga lagi sakit. Dia minta tolong sama aku dan kebetulan aku lagi gak sibuk jadi aku beli terus nganterin obat nya ke rumah", mas ryan menjelaskan nya.
"Oh, aku juga tau kok mas. Tadi aku ke rumah susan untuk melihat keadaan nya dan susan pun cerita tentang mas", jawab ku.
"Mas gak mau ini terlalu lama, mas gak mau kamu sakit hati", kata ryan.
"Sebentar lagi ya mas, kondisi susan sebentar lagi pulih", jawab ku.
Aku dipeluk mas ryan, dia pun gak ke kantor lagi malah main sama key dan prince yang baru pulang dari sekolah. Aku bahagia punya suami seperti mas ryan, memang dari dulu sifat nya tidak berubah. Cuman saja dulu kita terpisahkan dan sekarang kita pun dipersatukan kembali, anak kita pun sudah tiga meskipun orang tau nya prince anak mas haris tapi kalau menurut DNA prince anak mas ryan. Aku sudah tidak peduli dengan itu karena mas haris pun sudah jauh sama prince dan prince pun dekat dengan mas ryan. Satu bulan sekali mas haris ke sini ngajak prince jalan jalan, aku dan mas ryan tidak pernah melarang itu. Selagi prince mau kita sih boleh aja, cuman terkadang mood prince pun tidak baik. Dia suka gak mau diajak main sama mas haris, aku yang selalu sabar membujuk nya sampai prince mau. Key sudah mau satu tahun tinggal 2minggu lagi, aku dan suami ku merayakan ulang tahun nya key. Rencana nya sebelum key ulang tahun, susan sudah tau tentang kita. Aku dan mas ryan juga mau mengundang anak yatim juga, sekalian tujuh bulanan aku. Mungkin ini bakalan menjadi acara besar besaran, keluarga dan kerabat dekat serta teman kantor pun bakalan di undang. Kita bakalan ngadain acara di sebuah restoran dekat sini, karena gak mungkinlah kalau cuman ngadain acara di rumah kasian bibi ros yang nanti bakalan ke repotan membereskan nya. Suami pun langsung sibuk buat menyiapkan nanti acara yang mewah itu, acaranya double sih jadi mewah. Mungkin nanti acara pagi sampai siang tujuh bulanan aku dan dari siang sampai sore acara ulang tahun key yang akan dihadiri oleh anak yatim.
"Bun, nanti kalau ulang tahun kakak harus meriah kaya adik key ya?", pinta prince.
Dia tau tentang acara ini dan mungkin dia juga cemburu padahal tiap tahun acara dia selalu meriah.
"Ya sayang, kan kakak juga kalau ulang tahun selalu meriah sayang", jawab ku.
"Ya, cuman prince takut nanti ulang tahun prince yang ke 8thn gak meriah", kata prince.
"Prince gak usah takut sayang, semua nya anak buna dan ayah, mau itu prince, adik key dan adik yang didalam perut buna. Kalian itu semua nya sama istimewa buat kita", jawab ku sambil membujuk prince agar tidak cemburu sama adik nya sendiri.
"Maafin prince ya buna, kakak sayang buna, ayah, adik key dan adik ini yang di dalam perut buna", kata prince.
"Prince janji sama buna untuk selalu sayang dan jagain adiknya", kata ku.
__ADS_1
"Ya, kakak janji buna", jawab prince sambil memeluk ku.