ANTARA SUAMI DAN MANTAN PACAR

ANTARA SUAMI DAN MANTAN PACAR
Acara mendadak


__ADS_3

Hari ini cerita nya aku dan suami ku mau ngadain pemotretan keluarga tapi sayang nya prince ada acara jalan jalan dari sekolah nya, semua nya aku batalin mundur jadi lusa. Prince dan ai sudah dari pagi mereka berangkat, aku dan suami serta key dan baby R main dipinggir rumah saja.


"Sayang bosen nih, gimana kalau kita bakar bakar aja", ajak ku ke suami.


"Boleh nanti aku siapin dulu ya", jawab suami ku.


Suami ku bergegas ke dapur mengambil semua alat dan bahan nya, aku nunggu sama key sedangkan susi ke kamar untuk menidurkan baby R. Tiba-tiba pintu terketuk gak tau siapa yang datang, bibi ros bergegas untuk membuka kan pintu nya. Bibi ros pun datang menemui ku untuk mengabari siapa yang datang.


"Bu ada pak ilyas di depan", kata bibi ros.


"Suruh ke sini aja bi", jawab ku.


Bibi ros pun memanggil mas ilyas suruh nyamperin dan bergabung sama kita disini.


"Hai putri kecil", mas ilyas langsung gendong key. Wajae sih orang key deket banget sama mas ilyas.


"Bener nih kita lagi mau bakar bakar mas Ilyas datang tepat waktu", kata ku.


"Ya lu tepat waktu giliran mau ada makanan insting nya cepet", kata suami ku.


"Ya lah gue lu lawan, gue tau donk mau ada makanan", jawab mas ilyas.


Kita pun tertawa, kita memang sudah seperti keluarga sama mas ilyas itu.


"Jagoan gue mana nih yang gede?", tanya mas ilyas.


"Oh lagi jalan-jalan sama sekolah nya, hari ini tuh kita mau ngadain pemotretan keluarga tapi prince mau jalan-jalan sama sekolahan nya. Ya udah gak jadi, jadi nya lusa, ya kan ayah?", kata ku.


"Ya, bini gue lupa ngasih tau sama gue. Eh baru tadi malam ngasih tau nya, gue cepet donk telepon studio pemotretannya buat ngundurin acara nya", jawab suami ku.


Tiba-tiba bibi ros pun kembali lagi, kali ini aku gak denger ada tamu mungkin asik ngobrol kali.


"Bu ada tamu bu dokter", kata bibi ros.


"Suruh ke sini bi", jawab ku.

__ADS_1


Aku lihat mas Ilyas salting alias salah tingkah tiap kali bertemu sinta, mungkin mas ilyas suka sama sinta.


"Hai sin, sini gabung sama kita", kata ku.


"Wah aku ganggu ya lagi ada acara nih?", tanya sinta.


"Gak kok, aku sama suami iseng mau bakar bakar. Eh kebetulan mas ilyas sama sinta ke sini,ya udah biar rame nih", jawab ku.


"Aku telpon dari tadi tapi kamu gak angkat", kata sinta.


"Oh maaf handphone ku lagi dikamar, kalau weekend begini jarang main handphone", jawab ku.


"Ya aku takut kalian lagi gak ada di rumah, aku mau main ke sini tuh", kata sinta.


"Bu dotel canti", sapa key walaupun ngomong nya kurang jelas karena dia lagi belajar bicara.


"Ya cantik sayang", kata sinta.


Aku dan sinta nyiapin bahan yang mau di bakar sedangkan suami ku dan mas ilyas nyalain api nya, sedikit demi sedikit bahan pun mulai matang dan siap untuk di makan. Bibi ros pun menyiapkan cemilan dan minuman nya, banyak banget makanan nya. Setelah selesai kita pun langsung menyantap nya selagi hangat masih enak ,habis semua makanan dan tidak ada yang tersisa satu pun. Sinta pun pamit pulang dan di susul oleh mas ilyas pun pulang, bibi ros beresin semua nya. Suami ku masuk ke kamar dan tidur, aku gak bisa tidur jadi bantuin susi packing pesenan yang besok mau di anterin. Prince pulang dari sekolah nya, dia ganti baju terus makan dan setelah itu tidur siang. Memang anakku sudah aku didik seperti itu jadi tanpa disuruh mereka pun mengerti sendiri, aku pun sama mengajari key menghargai waktu cuman nama nya bocah aku harus sabar. Rasa kantuk ku mulai menyerang akhir nya aku pun tidur di kamar, lumayan lah satu jam aku tidur. Sore nya bangun dan mandi terus makan malam, hari ini aku lihat suami ku murung, aku belum sempat nanya sama dia. Setelah selesai key tidur dan prince belajar, aku mencoba menanyakkan sesuatu sama suami ku.


"Mas ada apa?", tanya ku.


"Kenapa suntuk seperti itu apa ada masalah?", tanya ku.


"Aku gak tau mau bicara bagaimana ke kamu", kata mas ryan.


"Ngomong aja kenapa?", tanya ku kembali, membuat ku penasaran.


"Tadi susan telpon terus minta aku ke sana", jawab suami ku.


"Buat apa?", tanya ku.


"Faiq sakit, aku di suruh jagain faiq takut kenapa napa", jawab suamiku.


"Memang nya susan mau kemana, terus kenapa gak faiq aja disini", jawab ku.

__ADS_1


"Susan ada cuman disana gak ada cowok, aku juga sudah bilang disini aja cuman dia malu sama kamu", jawab suami ku.


"Ya udah pergi lah, faiq butuh kamu sayang", aku berusaha positif dan memang benar jika faiq sakit aku pun gak tega.


"Terus kamu tidur sendiri gak apa apa?", tanya suami ku.


"Kaya aku anak kecil aja mas, it's ok", jawab ku.


"Makasih sayang", kata suami ku.


"Titip salam buat faiq dan susan", kata ku.


"Ya, nanti aku sampein", jawab suami ku.


Suami ku lantas bergegas menuju kamar untuk ganti baju dan mengambil kunci motor, aku pun ditinggal sendiri dikamar. Jika ini suatu ujian buat rumah tangga kita, aku iklas karena setiap rumah tangga bahagia pasti ada sedikit ujian tersimpan didalam nya. Aku pun percaya sama suami ku tidak mungkin dia mengkhianati ku. Meskipun aku tau sejak awal susan ingin sekali bisa bersama lagi dengan mas ryan, semua pikiran negatif aku singkirkan demi faiq yang lagi sakit. Handphone ku berdering dan suami ku nelpon aku.


"Sayang belum tidur?", tanya suami ku.


"Belum, gimana faiq?", tanya ku.


"Dia lagi tidur, panas nya sudah turun", jawab suami ku.


Ketika aku lagi berbicara sama suami ku tiba-tiba ada suara yang memanggil mas ryan.


"Mas, aku mau istirahat, mas mau tidur bertiga atau tidur di kamar tamu", itu pasti suara susan.


"Aku tidur dikamar tamu", jawab suami ku.


Aku pun diam tidak berbicara, suami ku mungkin lagi pindah tempat ke kamar tamu.


"Sayang, sayang masih disana kan?", tanya suami ku.


"Masih mas, maaf", jawab ku.


"Maaf ya mas tadi dikamar susan karena faiq tidur sama susan", kata suami ku.

__ADS_1


"Ya sudah mas, aku ngantuk selamat malam", jawab ku.


"Malam sayang", jawab suami ku.


__ADS_2