ANTARA SUAMI DAN MANTAN PACAR

ANTARA SUAMI DAN MANTAN PACAR
Anak ku sudah lahir


__ADS_3

Di rumah baru dan kehidupan baru, aku ingin melupakan semua masa lalu ku yang penuh dosa. Aku ingin memperbaiki diri karna sebentar lagi aku punya anak dan aku punya suami yang sayang sama aku,aku berharap tidak bertemu sama pacar ku disini. Mungkin ya aku yang bermain api tapi aku takut untuk memadamkan nya, aku pergi begitu saja tanpa memadam kan api itu. Aku tau suatu saat bom waktu akan meledak ketika pacar ku menemukan ku dan suami ku disini, tapi aku ingin sebentar saja menikmati hidup bersama suami ku. Kehamilan ku tinggal sebentar lagi bulan depan waktu ku untuk melahirkan, aku dan suami sudah mempersiapkan semua nya dan kita tiap libur belanja kebutuhan anak kita nanti. Suami ku antusias banget ketika memilih baju dan mainan untuk anak nya, mungkin ini yang slama ini aku dan suami ku tunggu. Momen langka yang indah dan jarang terjadi, kita pun harus menunggu sekian lamanya walaupun batin ku berkata ini bukan anak suami ku tapi ini anak dari pacar ku. Aku berniat untuk test DNA jika anak ini sudah lahir tapi tanpa sepengetahuan suami ku, aku hanya ingin memastikan nya saja. Semenjak kehamilan ku mulai besar, suami ku memutuskan untuk menyewa pembantu rumah tangga karna aku sudah tidak bisa lagi mengurus rumah dan masak. Aku juga di tawarin buat nantinya sewa pengasuh anak tapi aku menolak nya biar saja aku yang urus karna dari dulu juga sebelum aku hamil rumah bisa ku urus apalagi anak ku nanti biar aku yang urus sendirian. Aku tidak berani main sosmed karna takut ketauan pacar ku, aku dirumah cuman bantu sebisa nya aku saja kadang potong potong sayur. Tapi sama pembantu ku aku tidak boleh bantu dia takut dimarahi suami ku, aku tetap maksa karna gak ada kerjaan. Aku sering curhat sama pembantu ku, usia dia sekitaran 40thn jadi asik dibawa ngobrol kadang makan bareng sama dia. Tidak ada batasan nyonya dan pembantu biar dia pun nyaman sama aku, kalau suami ku telat pulang atau suami ku ada keperluan mendadak terkadang pembantu ku tidur dikamarku. Dia tidur disopa, dia baik takut aku perlu apa apa jadi gampang. Aku pun sering belanjakan dia keperluan anak nya dikampung dan keperluan dia sendiri, sedangkan gajih sudah bersih tidak terpotong untuk beli yang lain. Aku sering dipijitin tiap malam sama pembantuku sampai aku pun tertidur, hari ini aku sakit perut ya karna mungkin aku mau lahiran. Suamiku masih dikantor, aku dibawa ke rumah sakit sama pembantuku naik taksi, dia juga segera menghubungi suami ku suruh nyusul ke rumah sakit dan aku sudah tidak berdaya karna kesakitan. Sesampainya di rumah sakit aku langsung ditangani dokter dan suami ku pun sudah tiba di sana, aku lahiran normal dan anak ku ganteng banget. Suami ku adzanin bayi nya, aku menangis saking terharunya momen ini. Aku pulang ke rumah, anak ku di gendong suami ku terus. Kalau dia nangis baru dikasih kan ke aku, yang melek tiap hari pun aku di temenin suami ku,suami ku siaga sama anak nya. Kalau nangis suami ku timang anak nya dan terkadang aku disuruh tidur. Semenjak kehadiran anak ku suasana rumah menjadi hangat, tugas ku mengurus anak kadang dibagi sama suami ku. Sebenar nya aku kasian sama suamiku tapi suami ku yang selalu minta, aku menjaga nya dari pagi sampe sore, suamiku dari sore sampai anak ku tidur. Oh iya anak ku bernama Prince, dia pangeran kesayangan ku. Kalau malam aku yang bangun buat susuin anak ku tapi terkadang suami ku pun ikut nemenin aku,


"Trimaksih sudah menjadi suami dan ayah yang siaga buat kita", ucapku sambil melihat wajah nya yang kelelahan.

__ADS_1


Hari ini suami ku pergi ke luar kota, ini kesempatan ku buat ke rumah sakit mau test DNA anak ku sama suami ku. Suami ku pergi dan aku siap siap sambil membawa anak ku, untung nya lagi suami ku disana satu minggu. Aku deg deg an melihat hasil nya nanti, aku pulang lagi kerumah dan nanti hasil nya 3hari lagi diantar ke rumah. Tiap jam suami ku sering minta video call sama anak nya, aku tidak pernah berfikir negativ tentang suamiku ketika jauh dari ku. Tiga hari yang ku tunggu kini tlah datang, surat dari rumah sakit sudah sampau ke rumah. Aku was was ketika membuka nya dan benar hasil nya memang ini bukan anak dari suami ku, hasil nya menunjukan kalau anak ku tidak terikat darah sama suamiku. Aku menangis kembali dan penuh penyesalan atas dosa besar ku terhadap suamiku, aku takut ketauan suami ku dan aku bakar hasil lab itu. Aku memandang anak ku,


"Buna sayang dan berterima kasih karna kau hadir disini tapi maafin buna sayang, buna dosa sama kalian, semoga ini semua hanya buna yang tau dan biarkan buna yang tanggung ", aku peluk anak ku yang tidak berdosa ini.

__ADS_1


"Besok lusa kamu bawa anak kita untuk ikut rapat pertemuan ya", kata haris.


"Memang nya tidak apa apa kalau bawa anak sama istri", aku sedikit ragu karna belum pernah dibawa bertemu sama teman kantor nya atau patner kerja nya.

__ADS_1


"Ini kesempatan buat aku kenalin anak dan istri ku sama kolega kerja ku dan teman temanku, pertemuan ini cukup santai kok", jawab haris.


__ADS_2