
Hari ini kehamilan ku sudah memasuki bulan mau lahiran, perut ku sudah sakit dari pagi cuman aku tahan.
"Sayang kamu kenapa?", tanya suami ku yang mungkin dia melihat gerak gerik ku.
"Sakit mas perut ku, cuman masih bisa aku tahan sih", jawab ku.
"Kita ke rumah sakit yu", kata suami.
"Ya nanti sama susi, mas", jawab ku.
"Sama aku aja, bentar mas telpon dulu ke kantor", jawab suami ku.
Aku sambil nunggu suami menelepon ke kantor, aku hanya berbaring saja. Tiba-tiba prince ngetuk pintu kamar ku.
"Masuk", jawab ku.
"Ayah, buna ayo makan prince nanti telat sekolah", kata prince sambil mendekati ku.
"Prince makan duluan ya terus berangkat, buna dan ayah nanti nyusul", jawab ku.
"Buna sakit?", tanya prince.
"Buna gak sakit, ini dede bayi nya mau ke luar sayang", jawab ku.
"Oh gituh ya, dede sabar ya sebentar lagi ketemu kakak", kata prince sambil mendekat ke perut ku.
"Gih sana makan dulu, nanti telat", kata ku.
Prince pun ke luar kamar, suami ku masih menelepon kantor. Perut ku sudah tidak sakit, aku bangun dan memberes kan bawaan buat ke rumah sakit.
"Sayang, biar mas aja yang beresin", kata suami ku setelah selesai nelpon.
"Sudah mau beres kok sayang", jawab ku.
Aku dan suami ku ke luar kamar.
"Mba ai tolong anter prince ke sekolah yah, mbah susi tolong jagain key dan bibi ros kalau sudah selesai tolong nanti ke rumah sakit ya", kata ku.
"Ya bu, semoga ke dua nya sehat dan selamat", jawab susi.
"Ibu mau makan dulu sama bapak?", tanya bibi ros.
"Gak bi, tolong bawain nanti ke rumah sakit", jawab suami ku.
"Hati hati bu, pak", kata ai.
"Sayang jangan nakal, jagain ade key ya", kata suami ku berpesan ke prince.
__ADS_1
"Siap ayah buna", jawab prince.
Aku dan suami ku cium dulu prince dan key, setelah itu pamit untuk pergi ke rumah sakit. Didalam perjalanan perut ku sakit kadang gak lagi, ya seperti itu sampai di rumah sakit. Suami ku langsung ke pendaftaran, aku duduk di kursi roda sendiri.
"Sayang tunggu ya", kata suami ku.
Aku pun mengangguk nya, kening ku di cium dan suami ku pergi buat urus urus. Setelah selesai suami ku kembali lagi ke aku, aku di dorong ke tempat persalinan. Baru masuk perut ku sudah kontraksi lagi dan ini bener-bener mau lahiran, dokter pun datang menghampiri ku. Suami ku menunggu di luar, yang ini gak lama langsung ke luar. Ternyata anakku cowok ganteng kaya mas ryan, hidung mancung kulit bersih. Suami ku masuk ke dalam dan mengadzani anak ku yang baru lahir, setelah selesai suami ku memberikan anak nya ke aku untuk di susuin.
"Ganteng ya sayang", kata suami ku.
"Ya, kaya mas ryan", jawab ku.
"Mau dikasih nama siapa?", tanya suami ku.
"Terserah mas ryan aja", jawab ku.
"Kalau nama nya rayn gimana?", tanya suami ku.
"Bagus, tapi kaya temen ku waktu di kampus", jawab ku sambil tersenyum.
"Ya, gak apa-apa bukan?", tanya suami ku.
"Ya, gak apa-apa mas", jawab ku.
Tiba-tiba pintu ada yang ngetuk, ternyata bibi ros datang bawain makanan.
"Ya, kaya ayah nya ya bi?", tanya ku.
"Ya lah, bu pak itu saya bawain makanan", kata bibi ros.
"Makasih ya bi", jawab suami ku.
Suami ku pun membuka kan makanan nya lalu makan dengan lahap, setelah selesai makan, suami ku menyuapi ku makan karena aku masih lemas. Anakku sementara di jagain bibi ros dulu.
"Bun mau nambah lagi anak?", goda suami ku.
"Gak usah mas, tiga cukup lah", jawab ku.
"Aku masih kuat loh", kata suami ku sambil senyum dan memeluk ku.
"Ya bikin nya masih kuat, aku mau membesarkan mereka tanpa ke kurangan kasih sayang", jawab ku.
Aku flasback ke belakang.
Dulu susah banget punya anak satu aja gak dapat, hampir nyerah dan mau menangis. Ntah siapa yang harus aku salahkan pada saat itu, tapi sekarang rasa nya mau berapa pun aku bisa dan cepat tanpa diminta. Alloh menunjukan kuasa nya pada ku, maaf dulu pernah suudzon dan gampang menyerah.
Ketika aku lagi melamun masa lalu, aku di kaget kan dengan kedatangan mas ryan yang dari kamar mandi.
__ADS_1
"Sayang mau makan apa lagi?", tanya suami ku.
"Tadi baru makan kan mas, udah nanti lagi aja", jawab ku.
Besok aku bisa pulang ke rumah dan sekarang bibi ros pulang, aku berdua sama suami ku di rumah sakit. Tiba-tiba aku kedatangan mas ilyas.
"Wah selamat ya sudah jadi orang tua tiga anak", kata mas ilyas.
"Ya, makasih ya sudah mau nyempetin waktu ke sini mas", jawab ku.
"Lu kapan melamar ai? Jangan jangan lu PHP nih", kata suami ku.
"Gue bukan PHP cuman belum siap aja", jawab mas ilyas.
Tiba-tiba dokter masuk dan menghentikan pembicaraan kita, aku kaya nya kenal ini dokter tapi lupa siapa ya.
"Bagus bu tensi nya, besok pasti boleh pulang", kata dokter itu.
"Makasih ya dok", jawab ku.
"Ya sama-sama, hah ini bukan nya erin ya?", tanya dokter itu.
"Ya, tapi maaf aku lupa nama kamu", jawab ku.
"Aku sinta temen satu kelas mu", jawab dokter itu.
"Ya alloh aku ingat, oh apa kabar?", tanya ku.
"Baik, sudah lama ya kita gak ketemu", jawab dokter itu.
Eh namanya sinta.
"Dulu kita dekat ya tapi setelah aku memutuskan untuk pindah kampus, aku gak dapat kabar dari kamu lagi", kata sinta.
"Ya maaf, aku lupa ngasih kabar", jawab ku.
"Ini anak ke berapa rin?", tanya sinta.
"Anak ke tiga, o ya kenalin ini suami ku mas ryan", jawab ku.
"Sinta", jawab sinta sambil kenalan dengan suami ku.
"Rin, nanti aku ke sini lagi ya. Aku mau periksa yang lain nya, ini kartu nama ku", kata sinta sambil ngasih sebuah kartu nama.
"Ya sin, nanti aku hubungi kamu?", jawab ku.
Sinta pun meninggalkan ruangan, mas ilyas pun pamitan untuk pulang. Tinggal lah aku dan suami ku disana, aku istirahat karena lelah dan suami ku yang menjaga baby R. Bahagia tak terkira hari ini setelah melahirkan kembali anak ke tiga ku, semoga suami ku tambah sayang sama aku dan anak anak ku.
__ADS_1