
Aku masih terjaga dengan lamunan ku, aku sudah punya anak mau 4. Kalau aku cerai sama mas ryan, bagaimana mental anak anakku. Apa aku harus egois dan tidak memikirkan semua anak anakku.
"Sayang", kata mas ryan.
Dia membangunkan ku dari lamunan.
"Mas sudah bangun", jawab ku.
"Ya, kenapa diam?", tanya mas ryan.
"Oh gak mas, aku nungguin mas bangun", jawab ku.
Mas ryan beranjak ke kamar mandi, tiba-tiba perut ku kram dan sakit.
"Aduh perut ku mas", kata ku.
Mas ryan dengan cepat ke luar.
"Kenapa sayang?", tanya mas ryan.
"Perut ku mas", jawab ku.
Tak lama mas ryan membawa ku ke klinik dan disana di sambut langsung sinta, kebetulan sinta ada di depan.
"Mas, erin kenapa?", tanya sinta.
"Gak tau, perut nya sakit", jawab mas ryan.
Sinta pun membawa erin ke ruangan nya, kemudian erin di baringkan di ranjang. Sinta memeriksa kandungan ku.
"Jangan banyak pikiran, tidak baik sama baby girl nya", kata sinta.
"Anakku gimana sin ?", tanya ku.
"Anakku kuat, cuman jangan terlalu di bebani pikiran mu", jawab sinta.
Mas ryan nyamperin ke dalam ruangan.
"Sin gimana keadaan istri gue?", tanya suami ku.
"Baik, bayi nya juga kuat. Cuman mungkin erin perlu istirahat dan jangan banya pikiran", kata sinta.
"Tuh sayang apa kata sinta, kamu mikirin apa sih?", tanya mas ryan.
"Ingat baby girl kali ini dia sensitif, kadang membuat buna nya lemas kaya dulu lagi", sinta menjelaskan nya.
"Sayang jagain baby nya, ingat jangan banyak pikiran", kata suami ku.
Aku dan suami ku pamit pulang, aku dikasih vitamin saja. Sampai di rumah suami ku mengantarkan aku ke kamar, aku berbaring.
"Sayang, aku ke ruang kerja ya", kata suami ku.
"Ya mas", jawab ku.
Sinta kirim pesan sama aku.
"Rin, jaga baby nya jangan pikirin ryan. Jalani aja ada aku sama mas ilyas akan membantu mu", pesan sinta.
__ADS_1
"Ya sin, trimakasih ya", jawab ku.
Aku pergi ke kamar rayn dan key, sebelum nya aku ingin melihat dulu suami ku. Aku tertahan dibalik pintu dan mendengar mas ryan menelepon seseorang.
"Ya sama aku juga rindu sama kamu sayang", kata mas ryan.
Ntah apa yang dijawab seseorang disana itu.
"Nanti kita ketemu ya, istri ku tadi sakit", kata mas ryan.
"Kamu yang menggoda ku, tadi malam aku puas banget sayang", kata mas ryan.
Benar mas ryan sudah berhubungan dulu semalam sama cewe itu. Aku tidak kuat mendengar nya, aku masuk kamar. Tadi nya mau ke kamar key tapi tidak jadi, aku menangis di kamar.
"Apa salah aku, apa aku kurang baik", rintih ku.
Aku kira ini surga ku yang selama ini telah aku bangun dengan penuh canda tawa, tapi telah dihancurkan oleh bom waktu.
Aku ke kamar mandi dan menangis dibawah shower, setelah cukup lama aku ke luar. Ternyata suami ku sudah ada di kamar.
"Sayang tumben mandi jam segini?", tanya mas ryan.
"Aku kepanasan mas", jawab ku.
"Ac sudah dingin begini masih kepanasan", jawab mas ryan heran.
"Mas aku cape", jawab ku.
Aku tidur disamping nya mas ryan dan membelakangi mas ryan.
"Ya mas lagi enak posisi seperti ini", alasan ku.
Mas ryan memelukku.
Ada rasa tercampur dan sesak didada ku, aku tidak tahu harus marah seperti apa. Aku pun tertidur, dan aku melewatkan makan malam. Pagi hari nya aku bangun dan siap siap mau ke klinik, suami ku juga bangun dan dia baru selesai mandi.
"Sayang, sudah cantik mau kemana?", tanya mas ryan.
"Mau ke klinik, bosan disini", jawab ku.
"Istirahat saja, nanti kecapean", kata mas ryan.
"Aku baik baik saja kok mas", jawab ku.
" Ok mas yang ngantar kamu", jawab mas ryan.
Aku dan suami ku menuju ke tempat makan, sudah ada anak anak menunggu.
"Bun sudah membaik?", tanya faiq.
"Sudah, nak", jawab ku.
"Hore buna bisa kumpul disini lagi", kata prince.
"Ya sayang", jawab ku.
Kita pun sarapan pagi setelah itu faiq dan prince sekolah, aku dan mas ryan berangkat. Sampai di klinik aku di antar mas ryan sampai ruangan ku dan di sambut oleh pegawai di klinik. Sinta dan mas ilyas pun menyambut ku di ruangan ku.
__ADS_1
"Hai bumil cantik", sapa sinta.
"Hai", jawab ku.
Ku lihat mas ryan tidak seperti biasa bertemu sama mas ilyas, ada rasa cemburu dan marah.
"Yan apa kabar?", tanya mas ilyas.
"Baik", jawab mas ryan.
Aku tau kenapa mas ryan seperti itu karena masalah ica.
"Sayang, aku ke kantor ya", kata suami ku.
Mas ryan pergi meninggalkan ku.
"Tumben lu ke sini?, tanya ilyas.
"Ya mas, sekalian jalan jalan. Jenuh aku di rumah terus", jawab ku.
"Rin, selanjut nya apa rencana mu?", tanya sinta.
"Aku belum tau pasti sin, aku bingung sama anak anak", jawab ku.
"Anak anak pasti ikut kamu semua, apalagi ini yang salah mas ryan. Kalau di pengadilan sudah pasti kamu menang", kata sinta.
"Aku lagi berusaha mengumpulkan bukti nya rin, nanti suatu saat kamu sudah tidak sanggup lagi dan ryan tidak berubah. Kamu bisa menggugat ryan dengan bukti yang sedang aku kumpulkan", kata ilyas.
"Trimakasih sudah membantu ku", jawab ku.
"Kamu pikir kan kandungan mu ya", kata sinta.
"Sin, kita kerja yu jangan ganggu erin", kata ilyas.
"Ok, itu semua laporan selama kamu tidak ke sini", kata sinta.
"Ok", jawab ku.
Sinta dan mas ilyas ke luar dari ruangan ku, mereka disibukan dengan pasien nya. Aku mengecek semua data laporan sampai jam makan siang. Setelah itu aku pulang tapi ku sempat kan untuk ke toko ku dulu, aku naik taxsi menuju toko ku.
Sampai disana ku lihat mobil mas ryan terparkir disana, aku masuk dan disambut oleh pegawai yang disana.
"Ica mana ya?", tanya ku.
"Anu bu anu ada di ruangan nya", jawab salah satu pegawai disana.
Aku masuk ke ruangan nya dan ternyata ada mas ryan lagi makan bareng sama ica. Mereka kaget dengan kedatangan ku.
"Sayang kok ke sini?", tanya mas ryan.
"Aku ingin tau aja keadaan toko", jawab ku.
"Mba, kita makan bareng yu", kata ica.
"Mas kok tumben disini, gak ke kantor?", tanya ku.
"Mas, tadi ke kantor tapi kata ica ada masalah disini. Ya mas ke sini dan sekalian mas makan siang disini", jawab mas ryan.
__ADS_1