ANTARA SUAMI DAN MANTAN PACAR

ANTARA SUAMI DAN MANTAN PACAR
Perceraian dia dan istrinya


__ADS_3

Kita bertiga main ke sebuah tempat bermain anak anak, anakku bahagia bermain bersama dia. Sejenak lelah ku terobati atas kehadiran dia dikehidupan ku, aku disana tidak membahas tentang rumah tangga dia karna mungkin ini belum tepat. Seharian kita main dan kita pun pulang ke rumah sesampai nya di rumah pikiran ku kembali lagi sedih, aku usaha kan tegar untuk anakku. Setiap hari dia selalu menyempatkan waktu sebentar untuk mengajak prince bermain dan akhir akhir ini aku tidak melihat istri dan anak nya, karna aku penasaran juga, aku telpon istrinya dia.


"Hallo assalamualaikum mba", tanya ku.


"Walaikumsalm , ada apa ya mba tumben telpon?", jawab susan.


"Ini anak ku nanyain kakak ke mana kok gak pulang dari nenek nya", anakku yang menjadi alasan nya.


"Aku sama mas sudah berpisah, jadi kita tidak ke sana lagi", Jawaban susan yang membuat ku shok.


"Bukannya keluarga mba baik-baik saja, aku yang selama ini menjadi tetangga nya pun tidak pernah mendengar mba bertengkar", aku memastikan nya.


"Sudah tiga bulan kebelakang rumah tangga ku retak dan kita pun memutuskan untuk berpisah, o ya kalau ada waktu bulan depan mba sama prince ke sini ya, nanti aku kasih alamat nya", tutur susan.


"Oh ya kita pasti ke sana kok, ada acara ya? ", jawab ku.


" Ya, mba aku nikah lagi sama laki-laki pilihan orang tua ku", ini jawaban yang lebih shok dari susan.


"Maksud nya, bukan kah baru cerai ya, maaf bukan aku bermaksud ikut campur", jawab ku.


"Ya, memang dari dulu keluarga ku tidak setuju aku nikah sama mas karna aku sudah dijodohkan sama teman nya papa tapi aku maksa, ku kira setelah punya anak, suami ku bisa di terima tapi nyata nya tidak, rumah tanggga ku sampai berakhir cerai karna faktor ini, kita sering bertengkar", jawaban susan.


"Yang sabar ya mba, aku tidak bisa membantu apa apa, bulan depan aku dan anakku pasti ke sana", jawab ku.

__ADS_1


Aku akhiri telponan sama susan,aku merasa kasian sama dia. Esok nya seperti biasa dia selalu datang ke rumah untuk menyempatkan bermain sebentar, ku pandangi sorot mata nya ada hati yang terluka tapi dia pun bisa setegar itu.


"Kenapa memandangi ku, baru sadar lagi kalau aku seganteng ini", kata ryan.


"Dih PD(percaya diri) banget jadi orang", ledek ku.


Dia tersenyum pada ku dan aku tersenyum balik, sekuat itu kah dia pikiran ku.


"Nanti malam aku mau bicara sama kamu, aku nanti balik lagi ke sini", kata ryan.


Aku belum juga menjawab nya dia sudah pergi. Dalam pikiran ku dia mau curhat mungkin soal rumah tangga nya itu, selama suami ku di rumah ica, aku tidak pernah menjawab kabar dari suami ku meskipun suami ku sering memberi pesan singkat tapi aku cuek. Kalau telpon aku angkat dan biarkan prince yang menjawab nya, aku sudah tidak mau lagi bicara dengan suami ku. Hari ini aku mulai belajar jualan, aku ingin berpenghasilan juga buat anakku. Aku jualan onlineshop mulai dari baju sampai alat masak, untung nya aku masih punya tabungan untuk membuka bisnis ini jadi aku tidak usah minta suami ku. Malam ini aku bertemu dengan dia, prince ku titipkan sama pembantu ku. Dia membawa ku sebuah tempat, kita duduk disana. Aku bingung kenapa dia bawa aku ke sini,


"Lihat yang duduk di sebrang sana", kata ryan.


"Apa kamu kira sehebat itu kah kamu menghadapi ini semua,aku sudah tau dari dulu dan ku yakin kamu juga tau tentang hal ini", lanjut ryan.


Aku mungkin selama ini menguatkan hati demi anakku tapi raga ku tidak setegar itu, air mata ku menetes begitu saja.


"Terus kenapa kamu bawa aku melihat mereka, untuk apa", tanya ku.


"Agar kamu berhenti bersikap pura-pura kuat dan tegar, lihat masih ada aku dan ingat... ", jawab ryan terhenti.


"Ingat prince bukan anaknya dia dan apa yang aku pertahan kan di keluarga ini kan", jawabku melanjutkan jawaban yang terpotong oleh ryan.

__ADS_1


Dia diam tidak bicara, dia peluk aku dan menenangkan aku. Aku lepaskan pelukkannya.


"Aku tidak lagi memperebutkan apa yang memang sejak awal sudah aku dapatkan, tapi aku cuman melihat anakku dan mungkin ini sebuah karma yang dulu aku tabur", jawab ku.


"Lepaskan dia, hiduplah bersama ku dan aku ingin membahagia kan mu dan prince", jawab ryan.


Aku cuman diam tidak berkata.


"Kamu juga sudah tau kan tentang aku dan istri ku, kemarin Mantan Istri ku menelepon ku supaya mengajak mu hadir nanti dipernikahan nya dan dia bilang juga kalau kamu sudah tau tentang masalah aku dan dia", kata ryan.


Disana ternyata ada juga hati yang terluka lebih dari ku, aku kira didunia ini cuman aku ternyata tidak bukan aku saja. Cukup lama kita berdiam disana dan akhirnya kita pun pulang takut prince mencari ku, sesampai di rumah aku teringat terus dia, pikiran ku mulai terpengaruhi omongan nya. Ego kah aku jika ku memutuskan pergi? Ku bingung di buat nya. Aku melihat anakku rasa nya anakku bahagia bersama dia sejak suamiku sibuk dan tidak pernah lagi mengajak nya main. Hari ini suami ku pulang, aku bersikap dingin dengan suami ku, aku tidak bertegur sapa dengan nya.


"Hari ini aku mau ngajak kalian makan diluar", kata haris.


Aku cuman ke kamar untuk siap siap dan ke kamar anakku untuk mempersiapkan nya, anak ku bahagia sekali ketika diajak keluar sama suami ku. Aku cuman diam saja, mereka bermain berdua dan malam ini aku biarkan anakku bahagia. Setelah itu kita pulang ke rumah, aku tidak tidur bareng suami ku dan aku tidur di kamar anakku. Suami ku pun mungkin mengerti kenapa aku seperti itu,pikiran ku mulai berantakkan apa yang seharus nya aku perbuat sekarang. Aktivitas ku dipagi ini seperti biasa layak nya masih seorang istri yang menyiapkan semua nya,


"Harus bagaimana lagi agar kamu mau bicara sama aku", tanya haris.


Aku cuman dia tidak mau memperpanjang masalah ini.


"Kalau kamu mau nya aku ceraikan ica, aku akan menceraikan nya setelah anak itu lahir", lanjut haris.


Tapi aku tetap tidak mau berbicara masalah ini. Suami ku pergi dan aku pun mulai berdagang online lagi.

__ADS_1


__ADS_2