
Aku kaget ica ngapain disini.
"Mba, boleh aku numpang mandi. Di kamar ku kran nya rusak", kata ica.
"Oh iya boleh, nanti aku suruh orang buat benerin nya", jawab ku.
Ica mandi dan aku ke luar kamar, aku ke dapur untuk minum dan aku lupa kalau dikamar ada ica lagi mandi.
Aku bali ke kamar ternyata ica sudah pergi dan yang ada suami ku.
"Sayang ica kenapa mandi disini?", tanya suami ku.
"Kran nya rusak ayah, tadi aku sudah suruh orang buat benerin nya", jawab ku.
"Oh gituh", jawab suami ku.
"Sayang", kata suami ku sambil mencium bibir ku dan m*lu**t bibir ku.
"Ayah belum puas semalam", godaku.
Aku pun membalas nya, tangan suamiku sudah masuk didalam baju ku dan membukakan baju dan bra ku. Sangat terampil sekali suami ku, aku pun sudah dimabuk sama suami ku dengan adegan hot nya.
Kita pun terlemas dan akhir nya ketiduran, sampai belum membereskan diri. Sore hari nya kita pun makan bersama dengan anak anak, setelah selesai aku pun masuk ke kamar karena baby R menangis ingin nyusu. Suami ku ke ruang kerja nya, setelah selesai menidurkan baby R aku malah ikutan tidur juga.
Pagi ini weekend dan acara nya kita bakalan jalan jalan, sebelum berangkat kita pun sarapan terlebih dahulu.
"Ca, kamu ikut kita ya mau jalan jalan?", ajak ku.
"Aku dirumah saja mba, mau jualan online shop aja", jawab ica.
"Ayo lah kita kan keluarga, gampang itu bisa malam dan besok", kata ku.
Ica sedikit melirik suami ku.
"Mas, bolehkan ica ikut?", tanya ku.
"Boleh kalau mau", jawab suami ku.
"Ya, saya ikut mba", jawab ica.
Setelah sarapan anak anak membereskan barang bawaan nya, aku pun sama dan ica juga. Rencana nya mau sampai malam di puncak nya.
"Mas, ajak mas ilyas sama Sinta boleh?", tanya ku.
"Boleh sayang", jawab suami ku.
Aku pun segera telpon mas ilyas.
"Hallo mas", kata ku.
__ADS_1
"Hallo ada apa rin?", tanya mas ilyas.
"Ikut kita jalan jalan ke puncak yu, tapi jemput sinta juga ya mas", jawab ku.
"Ok siap tunggu", kata mas ilyas.
Ku tutup telpon nya dan ku kabarin sinta lewat pesan singkat ku.
"Sin siap siap mau dijemput mas ilyas, kita jalan jalan ke puncak hari ini", kata ku.
Tidak lama sinta pun membalas nya.
"Huhff dasar kalian selalu memaksa ku", kata sinta.
Aku ketawa aja, setelah selesai kita pun menunggu mas ilyas dan sinta didepan rumah. Tidak lama mobil mas ilyas pun terlihat di gerbang rumah ku.
"Mas, aku titip barang ya sama ica?", kata ku ke mas ilyas.
"Ok, masuk aja ica", jawab mas ilyas.
Ica pun duduk di mobil nya mas ilyas, di mobil ku ada anak anak, ai dan susi. Si kecil rayn pun ikut biar tidak bosan di rumah terus, untung nya rayn gak rewel dari tadi dan key bernyanyi bersama kakak nya.
Sampai di villa kita pun turun dan disambut sama bibi inam dan pak tejo yang mengurus villa punya mas ryan.
Kamar pun di bagi aku dan suami ku, ica dan sinta, mas ilyas sendirian, anak anak sama susi dan ai. Rencana yang mau sehari saja berubah menjadi dua hari, kita pun harus cuti dari kerjaan.
"Mas ryan sama mas ilyas tolong bakar in jagung dulu", kata ku.
"Yas, untung lu ikut kalau gak gue sendirian yang jadi pedagang jagung melayani ratu", kata mas ryan sambil tersenyum.
"Yah gue nyesel ikut kenapa gak ikut aja ya biarin lu yang disuruh sama bini lu", jawab mas ilyas.
"Itu guna cowo ya harus ngalah lah", jawab ku.
"Bener rin", kata sinta.
Kita pun tertawa sambil menyiapkan bahan bahan nya.
"Rin, kenapa ica bareng sama lu?", tanya sinta.
"Nanti gue ceritain sama lu", jawab ku.
Acara yang seru dan bahagia, sampai semua makanan pun habis. Setelah selesai kita pun masuk ke dalam villa dan kumpul diruang keluarga yang cukup luas, disana tawa canda terpecah kan.
"Rin ikut aku ke luar sebentar", ajak sinta.
"Mas, aku ke luar sebentar sama sinta", kata ku ijin ke suami.
"Ya sayang", jawab mas ryan.
__ADS_1
Aku dan sinta pun ke luar villa, kita duduk di kursi depan.
"Rin, lu yakin dekat lagi sama ica?", tanya sinta.
"Ya, aku cuman kasian saja sih. Dia korban KDRT mas haris dan kalau dia pulang ke rumah, besar kemungkinan mas haris akan memukul nya lagi", jawab ku.
"Aku sebagai sahabat mu cuman mau ngingetin saja, dia punya masa lalu yang berkaitan dengan rumah tangga mu. Jangan sampai dia pun seperti itu", kata sinta.
"Ya sin, mas ryan pun bilang begitu tapi aku yakin mas ryan akan setia dan ica gak mungkin seperti itu lagi", jawab ku.
"Kalau ada masalah, lu bisa hubungi gue ya", kata sinta.
"Trimaksih sudah menjadi sahabat terbaikku", jawab ku.
Aku dan sinta berpelukan, kita pun kembali ke dalam. Ternyata anak anak sudah tidur dikamar tinggal ada mas ryan, mas ilyas dan ica.
"Kalian habis dari mana?", tanya ilyas.
"Lu mau tau saja", jawab ku sambil tertawa.
"Huh dasar cewek", kata mas ilyas.
Kita pun duduk bersama dan bercanda tertawa.
"Yas lu sendirian tidur nya", kata mas ryan.
"Gak usaha menakut nakuti dong", jawab mas ilyas.
"Awas ada yang ketuk pintu lu", kata mas ryan sambil tertawa.
Kita pun ikut tertawa ngerjain mas ilyas.
"Rin, gue pinjam suami lu dulu", kata mas ilyas.
"Enak saja, gue mau berduaan sama istri gue. Mau nambah adik nya rayn", kata mas ryan.
"Huhff ponakan gue mau nambah lagi, gue aja belum satu dan nikah pun belum", jawab mas ilyas.
Kita tertawa saja melihat dua manusia itu kalau lagi bersama.
"Semoga mas ilyas cepat dapat jodoh biar anak anak ku punya saudara", kata ku.
"Gue gak mau saudara lah", jawab mas ilyas.
"Terus?", tanya ku.
"Anak gue nanti mau di jodohkan sama anak lu, biar jadi menantu nya konglomerat keluarga RE ryan dan erin", jawab mas ilyas.
Kita pun tertawa kembali, sudah ada niat belum juga dia nikah pikiran nya sudah mau di jodohkan sama anak anak ku.
__ADS_1