ANTARA SUAMI DAN MANTAN PACAR

ANTARA SUAMI DAN MANTAN PACAR
Rasa itu muncul kembali


__ADS_3

Perasaan dari dulu sampai sekarang mungkin masih sama setiap kali aku bersama dia ntah bahagia dan rasa nyaman itu pasti ada, mungkin kah aku mengulang waktu itu kembali?. Jika ada waktu dia selalu ingat prince selalu bermain dengan anakku, suami ku pun juga sering ke luar kota jadi prince butuh sosok ayah untuk menemani nya. Terlintas dalam pikiran ku tentang dosa terindah ingin ku ulang lagi tapi jika ku ingat, aku tidak mau menambah semua nya menjadi lebih rumit lagi.


"Rasa untuk ku masih kau jaga dan simpan kan, aku tau sorot mata mu yang selalu menyembunyikan pandangan mu kepada ku", ucap ryan.


Aku tau dia pandai membaca mata orang lain,tapi aku tidak mau menjawabnya. Aku kembali bermain dengan anakku tanpa memikirkan perkataan nya tadi, dia pun pulang karna sudah sore. Sekitar jam sembilan malam tiba-tiba rumah ku ada yang ngetuk pintu, aku bangun dan aku pikir suami ku pulang ternyata bukan, yang datang istri nya dia.


"Mba, aku minta tolong, suami ku sakit dia harus dibawa ke rumah sakit tapi anakku rewel tidak mau ditinggalkan, aku mohon mba temenin suami ku dan biarkan anak mba nginap dirumah, aku yang jaga", susan memohon itu.


Karena ini kemanusiaan aku tidak bisa menolak nya. Aku gendong dan antarkan anak ku ke rumah dia dan aku berangkat naik mobil menuju rumah sakit bersama dia, sedangkan istri nya dirumah. Dengan sigap ku urus semua nya dan setelah mendapatkan kamar VIV aku pun duduk disebelah nya, karna mungkin efek obat dia pun tertidur pulas. Ku usahakan tidak tidur karna takut dia kenapa napa, tapi karna mata ku tidak bisa di ajak melek, aku pun tidur sambil duduk disebelah nya. Pagi nya rambut ku ada yang membelai, aku kira suami ku pulang. Eh pas bangun tau nya dia sudah bangun duluan dan aku sadar ini dirumah sakit,


"Trimaksih kamu sudah merawat ku, jika masih lelah tidur sebentar lagi aja", ucap ryan.


Aku langsung bangun dan ke kamar mandi, aku lupa tidak bawa baju ganti dari rumah jadi aku putuskan untuk cuci muka saja. Pas aku keluar dari rumah tiba-tiba ada sosok perempuan yang lagi nyuapin dia dan pasti nya itu istrinya.


"Mba, ini aku bawain baju ganti dan ini sarapan nya", ucap susan padaku.

__ADS_1


"Makasih ya, aku lupa semalam", jawab ku sambil ngambil baju dan aku langsung mandi.


Setelah selesai mandi aku pun bergabung dengan mereka dan aku makan bersama mereka.


"Maaf ya anakku merepotkan mu semalam", ku buka percakapan agar tidak terlalu kaku.


"Tidak kok harus nya aku yang minta maaf sudah merepotkan mu, o ya semalam suami mba telepon aku menanyakan mba, mungkin hp mba lowbet kali, tapi aku sudah ngasih tau suami mba", kata susan.


Aku cepat cari handphone ku dan ternyata iya lagi di cas, ku ambil dan ku liat ternyata suami ku sudah beberapa kali menghubungi ku. Aku ijin ke luar untuk menelepon suami ku dan aku jelaskan, suami ku mengerti dia tidak marah sama aku,Ya mungkin karna dia juga rekan bisnis suami ku jadi harus saling tolong menolong. Karna sudah ada istrinya yang jagain dia, aku berniat untuk pulang tapi malah...


"Mba, tolong ya semalam lagi mba jagain disini, soal nya saya tidak bisa jagain suami karna anak saya rewel", susan pun meminta ku kembali untuk jagain suami nya di rumah sakit.


"Mungkin ini yang dinamakan takdir, kemana pun kamu pergi, kamu tetap disamping ku", ucap ryan sambil menyunggingkan senyuman.


Aku tidak mau terlalu menanggapi nya lagi. Berduaan sama dia diruangan terasa canggung ntah apa yang harus ku perbuat, ku putuskan untuk mengupas buah dan nyuapin dia.

__ADS_1


"Kita bersikap biasa aja jangan kaku seperti ini, aku juga ayah dari anak kita dan sekaligus suami donk untuk mu", kata ryan yang membuat ku bingung harus menjawab apa.


Aku masih diam seribu bahasa, tidak berucap apapun.


"Jangan pernah takut kehilangan suami mu jika nanti dia tau kalau prince itu anak ku", ucap ryan.


"Jangan bahas itu lagi, biarkan ini semua kita yang tau dan yang mereka tau prince anak dari suami ku", aku kesal ryan selalu mengingatkan hal itu.


Dua hari berduaan bersama dia membuat ku jatuh cinta kembali pada dia, mungkin ini cinta tumbuh bila kita saling bicara dan dekat terus itu yang slama ini terjadi pada ku. Besok nya dokter pun bilang kalau dia sudah bisa pulang hari ini karna sudah sembuh, aku beres beres semua nya dan dia mebereskan administrasi nya. Akhirnya kita bisa pulang hari ini,


"Trimaksih sayang kau selalu hadir disaat ku butuh", ucap ryan.


"Aku cuman kasian dan sebatas tetangga untuk saling bantu", jawab ku agak sinis.


"Jika waktu memilih kita berdua untuk bersatu kenapa kita selalu menolak takdir yang berusaha menyatukan kita", kata ryan.

__ADS_1


"Jika waktu sayang sama kita kenapa membuat kita dekat bukan kah jauh itu lebih baik agar tidak ada yang tersakiti", jawab ku dan dia pun diam.


Kita sampai di rumah dia dan aku langsung peluk anak ku karna saking rindu nya, aku bawa anakku pulang ke rumah. Aku main sama anak ku dan masakin makanan nya, tiba-tiba pintu ada yang ngetuk. Pas aku buka ternyata suami ku pulang, aku sambut dengan bahagia karna seminggu ditinggal suami ku. Aku ajak suami ku berlibur tapi tumben suami ku tidak mau biasa nya suami ku yang semangat untuk mengajak kita liburan tapi kali ini suamiku nolak, mungkin suami ku lelah karna pekerjaan nya. Kita liburan cuman dirumah saja tidak kemana mana, ada yang aneh dari suami ku ntah sifat nya yang menjadi dingin. Aku coba untuk mengajak nya bicara agar suami ku bisa cerita tapi suami ku malah cuek, aku sabar mungkin ini masalah pekerjaan nya. Aku mencoba untuk membuat suami ku nyaman agar suami ku bisa cerita masalah nya tapi suami ku bilang tidak ada masalah, hati ku dan batin ku gundah tidak tau kenapa. Aku cerita tentang dirumah sakit saat menolong dia tapi respon nya biasa saja, aku mencoba hubungi teman kantor nya dan menanyakan tapi memang kantor baik-baik saja tidak ada masalah.


__ADS_2