
Sudah hampir 1jam kita disana tapi mereka belum juga datang, key pun sudah rewel dari tadi.
"Mas, apa kita pulang saja?", tanya ku.
"Ya sudah kita pulang, key juga dari tadi rewel terus dan aku kasian sama kamu sayang", jawab ryan.
Kita mau bersiap untuk pulang ke rumah, tiba-tiba ada panggilan masuk dari nomor yang tidak aku kenal.
"Hallo", kata orang itu.
"Hallo", jawab ku.
"Apa benar ini ibu erin teman dekat nya ibu susan?", tanya orang itu.
"Ya, saya teman nya, ada apa dengan susan?", tanya ku.
"Ibu susan terjadi kecelakaan dijalan raya, sekarang dia di rumah sakit medika", jawab orang itu.
"Apa, terus bagaimana keadaan susan dan anak nya?", tanya ku.
"Anak nya baik-baik saja, tapi kalau ibu susan sebaik nya ibu lihat ke sini saja", jawab orang itu.
"Baik, saya akan segera ke sana", jawab ku.
Ku tutup telpon nya dan aku masih kaget dengan kabar nya.
"Sayang ada apa?", tanya ryan.
"Susan sama faiq kecelakan mungkin mereka dalam perjalanan ke sini", jawab ku.
"Sekarang mereka di mana dan bagaimana keadaan faiq?", tanya ryan.
"Mereka di rumah sakit medika dan keadaan faiq baik-baik saja tapi susan aku tidak tau", jawab ku.
Kita bergegas menuju ke rumah sakit, anak anak dan ai, suami ku suruh mereka pulang pakai taxsi. Aku dan suami ku berangkat ke rumah sakit, sampai dirumah sakit kita mencari tau tentang keberadaan faiq dulu. Aku bertemu dengan faiq, aku peluk dia dan bergantian dengan suami ku. Dokter pun ke luar dari ruangan,
"Sudah datang kah keluarga dari korban?", tanya dokter.
"Saya keluarga nya", jawab ku.
__ADS_1
"Boleh ikut ke ruangan saya dulu", kata dokter.
Aku dan suami ku pun ikut dokter ke ruangan nya.
"Silahkan duduk", kata dokter.
Aku dan suami duduk didepan dokter itu.
"Jadi begini ya bu pak keadaan pasien ibu susan itu sangatlah kritis, beliau kehabisan darah sedangkan stok darah disini sudah habis, apakah ibu bpak ada darah nya yang cocok dengan beliau?", tanya dokter.
"Darah saya O dok", jawab ku.
"Kalau darah sayah A", jawab ryan.
"Kebetulan darah ibu yang cocok dengan pasien, apa ibu mau mendonorkan darah nya?", tanya dokter.
"Aku mau dan siap dok", jawab ku.
"Sayang are you ok?", bisik ryan.
Aku cuman mengangguk dan memegang tangan nya.
Aku ikut dokter dan suami ku kembali menemani faiq disana, aku mendonorkan darah untuk susan. Karena keadaan susan yang kritis jadi transfusi darah dilakukan secara langsung terhadap pasien, aku donor kan darah disamping tempat tidur susan. Semoga berjalan dengan lancar semua nya. Sudah 30menit berlalu proses susan di oprasi dan alhamdulillah semua berjalan dengan lancar. Aku bangun dan langsung ke luar ruangan tapi keadaan ku masih lemas, aku di gendong suami ku karena aku hampir jatuh. Suami ku siaga dia langsung mencarikan kursi roda untuk ku, aku duduk dikursi roda sambil menunggu susan dipindah ruangan setelah oprasi. Susan pun akhirnya dipindah ruangan tapi dia belum siuman masih terbaring belum sadarkan diri.
"Baik Sayang", jawab ryan.
"Kakak faiq sini tante peluk sayang", kata ku dan faiq pun mendekati ku, aku peluk dia.
"Faiq yang sabar sayang, mamah baik-baik saja kok", kata ku.
"Makasih tante sudah menolong mamah", kata faiq.
Susan belum juga siuman, suami ku memutuskan untuk membawa aku dan faiq pulang. Susan dijaga sama perawat disini, kita pun pulang ke rumah. Sampai di rumah aku panggil prince dan prince pun ke luar dari kamar nya,
"Kak faiq", kata prince sambil lari menghampiri faiq dan dia pun memeluk faiq.
"Prince, kakak faiq mulai dari sekarang tinggal disini, nanti tidur nya berdua sama prince ya sayang", kata aku.
"Beneran buna", jawab prince.
__ADS_1
"Ya sayang, kakak nya tolong bawa ke kamar prince suruh mandi dan tolong baju nya minta mba ai buat siapin ya", kata ku.
Mereka berdua masuk ke kamar, aku didorong pakai kursi roda masuk ke kamar juga. Key sudah tidur di temenin mba susi, semenjak aku hamil key punya kamar sendiri tapi diteminin mba susi karena key masih kecil. Setelah itu kita pun makan malam bersama, selesai makan malam kita istirahat dikamar tidak lagi bermain di ruang keluarga karena hari ini sangat lelah sekali. Esok hari nya kita bangun dan bersiap mau ke rumah sakit, sebelum berangkat kita sarapan pagi dulu.
"Sayang biarkan aku dan faiq yang ke rumah sakit, mas kerja saja", kata ku.
"Gak, aku mau nemenin kamu", jawab suami ku.
"Mas kan ada meeting, biarlah aku dan faiq saja", jawab ku.
"Gini aja, kamu ke rumah sakit nya diantar bibi ros, biar kamu naik kursi roda, aku gak mau kamu sakit sayang", jawab suami ku.
"Ya bu biar saya antar saja", jawab bibi ros.
Aku akhir nya diantar bibi ros ke rumah sakit, suami ku berangkat kerja dan prince pergi ke sekolah. Sampai di rumah sakit aku di dorong bibi ros menuju kamar dimana susan berada, ada suster yang baru ke luar dari kamar susan.
"Sus, bagaimana keadaan pasien bernama susan?", tanya ku.
"Dia sudah siuman sejak tadi pagi, dia memanggil nama faiq. Ibu tau siapa faiq itu?", tanya suster.
"Ini faiq anak nya, sus", jawab ku.
Kita dipersilahkan masuk untuk menemui susan, susan pun terbangun mendengar kedatangan kita.
"Faiq anakku", kata susan.
"Mah, aku disini", jawab faiq sambil memeluk mamah nya.
"Mba makasih sudah mau merawat dan menjaga faiq", kata susan.
"Sudah menjadi kewajiban ku mba, mba istirahat saja biarkan faiq dirumah saya", jawab ku.
"Mba makasih juga sudah mau mendonorkan darah nya buat saya", kata susan.
"Sudah jangan banyak bicara dulu, istirahat saja", kata ku.
"Faiq sudah ketemu mas ryan, mba?", tanya susan.
"Sudah mah, kemarin yang datang tante sama ayah, terus aku dibawa ke rumah tante sama ayah. Aku juga bertemu sama prince, aku tidur satu kamar sama prince", jawab faiq.
__ADS_1
"Makasih mba sudah banyak membantu kita", ucap susan.
Aku tersenyum dan memegang tangan nya, setelah itu aku biarkan susan tidur kembali. Sambil nunggu suami ku jemput, kita memutuskan untuk pergi ke kantin yang dekat sama rumah sakit untuk makan siang. Setelah selesai makan siang, kita pun kembali ke kamar susan. Disana sudah ada suami ku menunggu kita untuk menjemput pulang kerumah.