ANTARA SUAMI DAN MANTAN PACAR

ANTARA SUAMI DAN MANTAN PACAR
Makan dan makan


__ADS_3

Aku pun sudah tidak tau berapa banyak uang yang di keluaran untuk beli ini da itu, pokok nya sudah banyak kantong plasti yang aku bawa.


"Bun, banyak banget", kata mas ryan.


"Ya mas, hehehe", jawab ku.


Aku pun tertawa.


"Sudah belum?", tanya mas ryan.


"Kaya nya sudah lah yah, capek buna", jawab ku.


"Ya sudah kita cari tempat duduk dan nikmatin ini", kata mas ryan.


Kita pun nyari tempat duduk dan ketemulah kursi, duduk kita di sana sambil nikmatin pemandangan malam sama makan makanan ini.


"Baru kali ini kita bisa sebebas ini ya bun", kata mas ryan.


"Ya mas, aku pusing di rumah kerjaan terus sama anak anak, gak refresing", jawab ku.


"Apa bilang pusing, anak anak, kerjaan. Mau ayah cium apa peluk?", tanya suami ku.


Sambil mendekati ku dan memelukku, dan menggelitikku, terus kita tertawa.


"Ya ya sudah mas geli tau", jawab ku.


"Habis nya enak banget bilang gituh, kerja semau nya saja, anak semua di urusin sama mereka. Buna tinggal duduk enak, santai. Di bilang pusing", kata suami ku.


Aku tertawa saja.


"Awas nanti pulang dari sini buna di hukum, harus 3 ronde nih biar tahu rasa nya cape", lanjut suami ku bicara.


Aku masih saja tertawa. Pokoknya malam ini bahagia tanpa batas bersama orang tercinta, sampai tidak terdengar ternyata dari tadi faiq telpon aku.


"Buna, kok baru angkat?", tanya faiq.


"Maaf, nih gara gara ayah kalian jadi buna gak denger faiq telpon", jawab ku.


"Faiq sama prince sudah diparkiran bun", kata faiq.


"Oh kak ke sini saja, lurus dari parkiran itu. Buna gak jauh kok", jawab ku.


"Oh ok bun", jawab faiq.


Aku tutup telpon nya sambil nunggu anak anak ke sini, tidak lama mereka pun sampai di tempat kita.


"Buna", kata prince.

__ADS_1


"Sini sayang duduk", jawab ku.


"Ini yang jajan buna apa ayah banyak banget?", tanya faiq.


"Buna mu lah, masa ayah", jawab mas ryan.


"Ini coba enak banget", kata ku.


"Bun mau ini boleh?", tanya prince sambil menunjuk kantong kresek dekat aku.


"Boleh sayang", jawab ku.


"Bun, kakak mau ini", kata faiq.


"Boleh, ambil saja sayang", jawab ku.


Kita pun duduk disana sambil menikmati angin yang sejuk banget dimalam hari ini. Sayang nya dua bocah itu masih kecil gak bisa aku bawa, nanti kalau sudah besaran baru bisa aku ajak ke luar dan menikmati angin malam.


"Kalian sudah naik nya?", tanya ku.


"Sudah bun, kakak sudah naik semua wahana nya ya kan kak faiq?", tanya prince.


"Ya bun, terkecuali wahana buat anak kecil kaya adik key", jawab faiq.


"Bun, nanti kalau libur aku mau kaya gini lagi ya", kata prince.


Prince pun melirik ayah nya.


"Ayah, aku gak mau ke luar negri atau kemana pun. Aku mau ke sini kalau ayah punya waktu", kata prince.


"Ok sayang", jawab mas ryan.


"Dulu waktu sama mamah, ayah gak seperti ini sibuk terus. Terus waktu mamah nikah sama ayah baru, waktu buat aku bahagia gak ada. Tapi ketika ayah nikah sama buna, waktu itu kebahagiaan ku", kata faiq.


Aku mendekati nya dan memeluk serta mencium pipi nya.


"Mau sampai kapapun anak anak buna sekarang harus bahagia", kata ku sambil melihat mata nya faiq.


"Trimaksih buna ayah", kata faiq.


"Kalau nanti faiq sudah lagi sama mamah, faiq bisa nginam di rumah buna dan ayah kalau libur. Dan kita bisa seperti ini bersama", jawab ku.


"Pulang yu sayang sudah malam", kata ayah.


Kita pun ikut apa kata mas ryan, membereskan dulu makanan yang belum habis. Lanjut ke parkiran, mobil yang kita tumpangi pun melaju cepat meninggalkan keramaian itu. Sampai dirumah prince dan faiq ke kamar, suami ku pun masuk kamar. Aku ke kamar key siapa tau susi dan ai disana, tapi tidak ada. Aku pun pergi ke ruangan tempat jualan online shop, ternyata mereka disana.


"Sus, ai, ini aku bawain makanan", kata ku.

__ADS_1


"Wah banyak banget bu", jawab susi.


"Kaya nya ini jajanan pinggir jalan, kok ibu beli ini banyak", kata ai.


"Ya, tadi kita habis ke pasar malam. Aku kalap beli ini itu sampai tidak terasa sudah banyak banget, aku gak bisa menghabiskan nya. Tinggal bagi bagi saja ya, sama bibi kalau belum tidur dan pak satpam juga", kata ku.


"Trimaksih bu", kata susi dan ai.


Aku pun pergi meninggalkan mereka, aku masuk kamar menyusul suami ku. Suami ku lagi di kamar mandi ganti baju, aku nunggu giliran sambil main handphone. Selesai suami ku ke luar kamar mandi, giliran aku yang ganti baju dan beres beres. Setelah itu aku ke luar dari kamar mandi dan ku lihat suami ku gak di sana, mungkin lagi ke ruang kerja nya kali. Aku pun duduk di depan meja rias untuk merapihkan dan berdadan sedikit, tiba-tiba lampu padam.


Aku kaget dan berteriak teriak.


"Bibi, ayah, susi, ai kenapa ini padam listrik nya", kata ku.


Tapi gak ada yang nyaut satu pun, aku coba nyari handphone ku yang seingat ku di taro di meja rias. Aku coba cari cari gak ada, aku semakin takut.


"Bi, mas ryan, susi kenapa ini padam", aku mencoba untuk teriak kembali tapi tidak ada respon sama sekali.


Aku pun bangun dan pas jalan tiba tiba ada yang memeluk ku, aku kaget rasa nya ingin pingsan saja.


"Awwwww ini siapa main peluk saja", kata ku.


Dia diam hanya menggerayam tubuh ku.


"Mas ryan kah?", tanya ku.


Dia tetap diam, tiba-tiba listrik pun kembali nyala. Eh benar saja mas ryan.


"Mas, nakal", kata ku sambil memukul tubuh nya.


"Yah udahan, gak seru nih", jawab mas ryan.


"Mas sengaja ya?", tanya ku.


"Gak, tadi pak satpam telpon. Listrik nya ada yang konslet jadi di perbaiki dulu", jawab suami ku.


"Terus membiarkan istri mu ketakutan, mas tadi dimana?", tanya ku.


"Ya sengaja, mas ada di sini. Cuman kan sama kamu gak keliatan", jawab mas ryan sambil tertawa.


"Terus handphone ku mana?", tanya ku.


"Ini sengaja mas ambil", jawab suami ku sambil menunjukan handphone punya ku.


"Awas ya mas ryan jahat", kata ku sambil memukul badan nya.


Kita saling kejar kejaran di dalam kamar dan itu seperti anak kecil, aku mengejar mas ryan.

__ADS_1


__ADS_2