
Hari ini suami ku ke rumah sakit dimana aku bekerja, dia membantu ku untuk resign dari sana. Setelah selesai dia pun berangkat kerja ke kantor, aku di rumah saja.
"*B**una , aku mau les sama temen ku boleh*? ", tanya prince.
Ku pikir memang anakku sudah besar, harus nya dia sudah mulai mengenal sekolah.
" *Y**a boleh sayang, nanti besok buna ajak prince ke tempat les yang deket sini dan prince nanti mendaftar ya*", kata ku.
"*H**oreee aku bisa banyak teman disana*", ceria nya anakku.
Aku sebenar nya tidak tidur meskipun di dalam kamar, aku cuman merasakan seperti lelah saja ingin berbaring. Tiba-tiba ada telpon masuk dari suami ku,
"*S**ayang udah beres semua nya*", kata ryan di telpon.
"*O**h makasih ya suami ku*", jawab ku.
"*S**udah makan apa saja sayang*? ", tanya ryan. Memang dari kemarin aku susah untuk makan.
" *Cum**an makan buah anggur saja*", jawab ku.
"*M**au aku beliin apa nanti pulang*? ", tanya ryan.
"*G**ak usah, aku tidak mau apa apa*", jawab ku.
Setelah selesai menelpon suami ku pun melanjutkan pekerjaannya. Aku yang sejak dari pagi dikamar terus karna untuk bangun pun rasa nya sudah tidak ada energi. Sudah sore suami ku pasti lagi dijalan mau pulang,
"*S**ayang aku pulang*", kata ryan.
Aku cium tangan nya dan dia cium pipi ku.
"*A**ku bawain cemilan yang biasa kamu makan*", lanjut ryan.
"*M**akasih ya*", jawab ku.
Aku coba makan ternyata enak dan aku makan sampai habis, suami ku pun senang lihat nya. Baru lima menit makanan itu aku habis kan, perut ku mual dan ke luar lah makanan itu.
__ADS_1
"*G**ak apa apa sedikit sedikit makan nya sayang*", kata ryan.
Aku tidur kembali di kamar, kenapa yang ini manja banget gak kaya kakak nya nih.
"*S**ayang besok aku mau nganter prince mendaftar ke tempat les ya, kasian dia udah besar tapi belum sekokah*", kata ku.
Memang prince umur nya baru 5tahun tapi itu pas untuk dia ikut les.
"*G**ak usah, kamu tidur aja biar besok prince aku daftarin*", kata ryan.
"*K**amu kan kerja, biar aku saja*", jawab ku.
"*A**ku kerja bisa kapan saja, sesudah nganter prince juga bisa, kan nanti prince di temenin ai*", kata suami ku.
Aku panggil ai dan susi, aku suruh mereka berhenti dulu jualan online karna ai mau nganter prince dan susi ngurus rumah biar mereka tidak kecapean juga. Mereka berdua kekeh gak mau lepaskan itu,
"*B**u, kalau aku sudah selesai beres beres rumah pun bisa jualan online, aku masih sanggup kok bu*", kata susi.
"*Y**a bu, kalau aku sudah pulang dari les nya prince juga masih bisa jualan, cuman kita gak terlalu fokus doank bu kaya dulu*", kata ai.
"*G**ak apa apa bu, ibu jaga kandungan ibu saja*", kata ai.
Setelah itu mereka masuk kamar untuk istirahat, aku bahagia selalu dikelilingi orang baik seperti mereka. Rencana nya hari ini suami ku mau nganter prince mendaftar untuk les, tapi ternyata suami ku harus pindah kerja jadi les prince pun tertunda. Hari ini pagi-pagi suami ku berangkat kerja dan prince pun tertunda untuk mendaftar les.
"Buna, kenapa ayah membatalkan aku mendaftar les? ", tanya prince.
"Ayah tadi dapat telpon kata nya sih mau ada rencana pindah tugas sayang, jadi untuk sementara prince ditunda dulu ya", ku mencoba untuk menjelaskan nya.
Setelah itu prince pun main bersama pengasuh nya, aku diam saja di kamar. Tak lama suara mobil terparkir di depan rumah, aku kira suami ku pulang tapi ternyata mantan suami ku datang. Untung nya ai yang bukain pintu,
"Bu, diluar ada bapak haris, ibu mau ke sana? ", tanya ai.
"Gak usah, biarkan saja prince yang ngobrol sama bapak nya", kata ku.
Aku tidak ke luar kamar males aja ketemu sama orang kaya dia,tiba-tiba prince masuk ke kamar.
__ADS_1
"Buna boleh aku jalan jalan sama ayah? ", tanya prince.
" Boleh sayang", jawab ku.
Memang dari dulu juga aku tidak pernah melarang prince untuk bertemu ayah nya.
"Ayah tadi ngajak prince nginap di rumah nya tapi aku tidak mau karena buna lagi sakit", kata prince.
"Kalau prince mau, nggak apa apa nginap juga, buna kan disini ada yang jagain, mbak susi, mbak ai dan ayah", jawab ku.
"Gak akh buna, ya udah prince mau jalan-jalan dulu ya", kata prince sambil cium pipi ku dan memeluk ku, memang anak ku ya seperti itu sifat nya.
Aku membiarkan prince dekat sama mantan suami ku, tiba-tiba ada pesan singkat masuk.
"Buna lusa kita pindah rumah ya kerjaan ayah nya yang pindah, gak apa apa kan? ", pesan singkat dari suami ku.
" Gak apa apa kok, aku siap ikut suami ku", jawab ku.
"Aku bisa aja gak ajak kalian, tapi karena buna lagi hamil aku gak mau jauh dari kaliam, aku mau jadi suami siaga sayang", suami ku pun membalas nya.
"Ayah udah beli rumah disana", tanya ku.
"Udah, itu kunci rumah yang dipegang buna tadi nya mau surpraise tapi kerjaan malah mendadak gini", balasan dari suami ku.
"Gak apa apa sayang", jawab ku.
Aku istirahat dan sampai tidak tau kalau prince sudah kembali ke rumah, suami ku pun pulang dari kerjaan nya.
"Sayang maaf aku ketiduran", kata ku karena malu sama suami ku.
"Gak apa apa kamu istirahat saja sayang, prince dan yang lain nya sudah membereskan pakaian mereka, nih punya kita lagi di beresin", kata ryan.
"Sini aku bantu yah", kata ku.
"Gak usah, buna cantik duduk manis saja, nih sambil ngemil", jawab ryan.
__ADS_1
Setelah selesai suami ku pun istirahat karena besok pagi kita mau pindahan. Pagi ini orang rumah sibuk mau pindahan, aku cuman duduk dikursi roda karena suami ku tidak memperbolehkan ku untuk ikut membantu nya. Setelah selesai kita semua berangkat meninggalkan rumah kenangan itu, rumah dimana aku pernah berjuang sampai detik ini dan dimana rumah itu telah memberikan kehangatan disaat aku benar-benar terpuruk dulu. Suami ku pun tidak mau menjual rumah itu karna menurut dia itu saksi bahwa dia pernah berjuang untuk mendapatkan ku, betapa susah nya dulu dia mendapatkan ku sampai nikah seperti sekarang ini dan rumah pertama kali si calon anak hadir juga.