
Aku hubungin ryan agar bisa membantu jualin dagangan ku ke teman teman nya,
" Boleh aku minta bantuan?", tanya ku lewat Pesan singkat.
"Boleh, apa yang harus aku lakukan? ", jawab ryan.
" Aku lagi belajar berbisnis, tolong tawarin ke rekan kerja mu ya, nanti aku kirim poto nya", jawab ku.
"Ya boleh, kirim aja poto nya", jawab ryan.
"Trimaksih ya, maaf merepotkan ",jawab ku.
" It's ok, apapun akan ku lakukan demi kamu sayang", jawab ryan.
Aku heran begitu baik nya dia, kenapa dia malah tersakiti terus, aku kira cuman aku saja sudah cukup dulu menyakiti nya. Sejujur nya aku juga dulu tidak mau putus dari dia tapi karna orang tua ku yang egois, ku kira dia masih dendam tapi ternyata tidak, dia malah semakin menyayangi ku. Apalagi anakku adalah anak nya, mungkin ini impian ku bersama dia terwujud oleh kedatangan prince di hidup ini. Dia benar-benar membantu usaha ku sampai banyak banget yang pesen, aku sudah tidak peduli lagi rasa sakit dari suami ku karna aku disibukkan dengan pekerjaan ku. Suami ku membagi waktu seminggu disini dan seminggu disana, aku sudah tidak peduli lagi. Mungkin cinta ini sudah pudar tapi status ku masih menjadi istri jadi aku cuman menjalankan apa kewajiban sebagai istri tanpa cinta dan sayang lagi. Tiap hari aku selalu berhubungan dengan dia karna aku ditawarin untuk jadi patner bisnis nya, bisnis ku ini cukup santai aku juga bisa sambil bermain bersama anakku. Mungkin suami ku tau kalau aku punya usaha dari teman kantor nya jadi suami ku bertanya padaku tentang bisnis itu,
"Kenapa kamu tidak bilang kalau kamu punya usaha biar aku juga yang jadi suami mu bisa bantu", kata suami ku.
"Kamu urusin ica aja gak usah urusin aku dan anakku", jawab ku.
"Kamu itu... ", jawab haris dan aku potong perkataan nya,
" Istri mu jadi apa apa harus bilang ini itu", kata ku.
Suami ku diam tidak berkata apapun.
"*Ter**us sebagai suami, ketika tidur, selingkuh dan hamilin wanita lain itu bebas, istri mu di rumah nungguin, anakku selalu menanyakan mu, kamu kemana aja mas disaat itu*", hari ini aku keluarkan semua unek unek didalam hati ku.
__ADS_1
"Maafkan mas, kalau ada penebus, mas akan menebus semua nya", jawab haris.
"Jika itu ada mas akan melakukan nya? ", tanya ku.
Suami ku pun mengangguk.
"Pulangkan aku ke orang tua ku, hanya itu satu satunya biar aku tidak ingat lagi", jawab ku.
Suami ku peluk aku, aku sebagai wanita biasa kadang ego ku turun naik, aku melihat suami ku kasian tapi aku pun benci jika ingat itu. Aku tau suami ku tidak akan melakukan nya karna suami ku sukses itu bersama ku, hari ini suami ku kebagian di rumah ica dan suami ku pun pamit. Belum juga lama bel rumah pun berbunyi, aku lihat ternyata suami ku dan ica datang.
"Mau apa kalian ke sini? ", tanya ku sinis.
" Ica kan lagi hamil, mas takut dia kenapa napa kalau dirumah sendirian, jadi mas mohon biar kan ica tinggal di rumah ini sampai lahiran", jawab haris.
Aku juga pernah ada di posisi ica, jadi aku mengalah saja. Akhirnya kita bertiga satu rumah, ingin aku ke luar rumah tapi aku ingat kebahagiaan anak ku. Tiba-tiba ponsel ku bergetar dan ada pesan masuk,
"Sampai kapan kamu akan pura-pura kuat seperti itu", pesan dari ryan.
"Kalau kamu diam berarti aku akan mengurus secepatnya agar kalian bisa hidup dengan ku", lanjut ryan.
"Aku cuman butuh waktu untuk semua nya", balasan ku.
"Mau sampai kapan? Sampai aku benar-benar yang urus semua nya", balasan ryan.
Aku tidak membalas nya lagi. Pagi ini adalah hari pertama aku makan bareng bertiga,
"Yah, kok tante ini ada disini? ", tanya anak ku.
__ADS_1
"Mulai dari sekarang tante ica tinggal disini dan mulai hari ini kamu panggil tante ica dengan sebutan mamah", jawab haris.
Aku kesal kalau begini,
"Sudah cukup mas, ica tinggal disini, jangan sampai anak ku mengakui kehadiran nya", kata ku.
"Nak, kamu jangan dengar ayah mu ", lanjut ku bicara sama anakku.
Ntah bocah itu mengerti atau tidak, anakku cuman mengangguk saja. Baru sehari ica sudah mengadu dombakan aku sama suami ku, tapi karna aku tidak mau bertengkar aku cuman mengalah saja. Aku masa bodo apa yang diperbuat ica, hari hari ku habis kan dengan bekerja bersama anakku. Terkadang dia datang untuk mengajak prince jalan jalan biar prince tidak mengganggu ku bekerja, hari ini aku lelah sekali karna banyak orderan. Meskipun aku lelah tapi aku tidak melupakan kewajiban ku sebagai istri, lagi dan lagi ica membuat onar, ica membuat ku bertengkar dengan suami ku. Kali ini aku cape dengan semua nya, aku putuskan untuk pergi dari rumah bersama anakku. Ntah aku harus pergi kemana, aku tidak tau. Aku tidak mau keluarga ku tau tentang rumah tangga ku yang berantakan, dijalan aku bertemu dengan dia dan dia mengajak ku ke rumah nya yang sudah lama tidak di tempati. Akhir nya aku punya tempat tinggal sementara, dia dan dia yang selalu menolong aku. Tiap hari dia selalu menemui ku dan anakku, aku tidak enak sama dia tapi aku juga tidak tahu harus kemana.
"Besok kamu mau ke tempat susan tidak? ", tanya ku.
" Ya, nanti aku jemput kalian ya", jawab ryan.
"Sabar ya semua sakit hati pasti berlalu ", ku coba menguatkan nya.
" Aku tidak terlalu memikirkan sakit hati sama mantan istri ku karna aku sudah pernah sakit hati lebih dari ini, apa kamu tau itu kapan? ", tanya ryan.
Aku menggelengkan kepala.
"Ketika aku tau kamu menikah sama suami mu, padahal aku mencoba untuk bertahan untuk mu tapi kamu tidak sabar menunggu ku", lanjut ryan.
"Maaf aku tidak tau", jawab ku.
"Sekarang aku telah bangun cerita baru dengan mu, aku tidak mau sia sia kan nya kembali", jawab ryan.
Dia pun pulang, aku dapat pesan dari suami ku.
__ADS_1
"Aku akan urus semua nya di pengadilan, kamu tinggal tunggu panggilan saja, anak ku serahkan pada mu, tiap bulan akan ku transfer untuk anakku", itu isi pesan dari haris.
Aku cuman kasih alamat nya saja jika nanti ada pengadilan yang memanggil ku.