ANTARA SUAMI DAN MANTAN PACAR

ANTARA SUAMI DAN MANTAN PACAR
Faiq sudah tau tentang kita


__ADS_3

Aku ijin ke ilyas untuk tidak bekerja dulu selama susan masih dirawat karena aku harus nemenin faiq bulak balik ke rumah sakit. Keadaan ku mulai membaik dan sudah tidak lagi pakai kursi roda, aku bisa jalan kembali dan beraktivitas normal.


"Mas hari ini aku temenin faiq k rumah sakit lagi ya", kata ku.


"Bibi ros aja, kamu istirahat dirumah", jawab suami ku.


"Aku sudah mendingan baikkan kok", jawab ku.


"Ya sudah aku yang anter kalian, nanti pulang ku jemput lagi", jawab suami ku.


Aku dan faiq diantar ke rumah sakit, bibi ros gak ikut. Dia harus membereskan rumah, prince berangkat ke sekolah. Sampai rumah sakit kita masuk dan suami ku berangkat ke kantor, aku tanya ke dokter keadaan susan. Susan sudah mulai membaik, aku urus susan nyuapin dia.


"Mba makasih sudah merawat faiq dan aku", kata susan.


"Jangan berterima kasih melulu yang kamu pikirkan itu bisa sembuh biar faiq ada yang merawat lagi", jawab ku.


Tiba-tiba telopon berbunyi dari susi.


"Hallo bu", kata susi dengan suara panik.


"Ya ada apa sus?", tanya ku.


"Non key panas tinggi bu", jawab susi.


"Sudah dikasih obat belum?", tanya ku.


"Sudah cuman masih panas", jawab susi.


"Bawa langsung ke rumah sakit saja, aku tunggu disini", jawab ku.


Rumah sakit ini yang terdekat jadi susi aku suruh ke rumah sakit ini saja.


"Siapa yang sakit mba?", tanya susan.


"Anakku yang kecil, kata nya panas gak turun turun, aku suruh dibawa ke sini saja", jawab ku.


"Oh jadi mba sudah menikah?", tanya susan.


"Ya, sudah mau punya dua sama yang dikandung sekarang", jawab ku.

__ADS_1


"Selamat ya mba, mba mendapatkan suami yang pengertian. Mba disini nemenin aku, suami mba gak marah?", tanya susan.


"Gak, dia gak mungkin marah karena ini suatu kebaikan,mba aku pamit dulu ke depan, takut nya anakku sudah didepan", jawab ku.


"Oh iya, semoga cepat sembuh ya mba", jawab susan.


"Tante aku ikut mau liat adik key, boleh?", tanya faiq.


"Boleh, tapi nanti mamah sendiri", jawab ku.


"Kalau kamu mau ikut tante, ikut lah mamah gak apa-apa sendirian sayang", kata susan.


Faiq peluk mamah nya dan ikut aku ke depan untuk melihat key sudah datang belum, ternyata key belum datang. Aku nunggu cukup lama akhir nya key datang juga.


"Sus, aku daftar dulu ya", kata ku.


Aku membereskan administrasi key biar dia langsung ditangani dokter, setelah selesai key langsung diperiksa dokter. Untung nya key cuman deman biasa mau tumbuh gigi dan mungkin juga ingin bisa jalan, setelah itu aku ijin dulu ke susan untuk pulang karena key lagi sakit. Kita pun pulang ke rumah, aku langsung bantuin susi mengurus key yang lagi sakit. Aku lupa hubungi mas ryan sampai sore dan mas ryan pun pulang,aku tidak melihat handphone ternyata sudah banyak panggilan masuk dari mas ryan.


"Sayang, kok gak ngasih tau kalau key sakit?", tanya ryan.


"Aku lupa mas maaf", jawab ku.


"Sekarang keadaan key gimana?", tanya ryan.


"Ya, key tidur dikamar kita saja, nanti kita gantian jaga key sayang", kata ryan.


"Bu, gantian sama susi aja, ibu dan bapak sore sampe jam 11malam,nanti aku sampai pagi, kasian harus ibu dan bapak berdua saja yang gantian jagain key", kata susi.


Akhir nya kita sepakat dengan susi, aku dan suami ku menjaga key terus malam sampai mba susi yang jagain. Pagi ini kita makan bareng,


"Tante hari ini aku gak ke rumah sakit dulu nengokin mamah", kata faiq.


"Kenapa? Nanti tante yang nganter kamu", jawab ku.


"Kemarin aku sudah minta ijin ke mamah untuk merawat adik key, jadi aku gak dulu nengok mamah", jawab faiq.


"Makasih sayang", jawab ku, aku peluk faiq.


Faiq memang sudah besar dan sudah bisa membaca situasi, hari ini kita di fokus kan ke key. Agar dia cepat sembuh dan bisa bermain lagi, aku merawat key dan faiq pun membantu aku untuk menjaga key. Prince berangkat sekolah dan suami ku berangkat kerja, mungkin faiq dapat melihat aku dan mas ryan begitu dekat.

__ADS_1


"Tante maaf boleh faiq nanya sesuatu?", tanya faiq.


"Boleh sayang", jawab ku.


"Tante sama ayah kok seperti mamah dulu sama ayah, apa tante nikah sama ayah?", tanya faiq.


Aku kaget dengan pertanyaan faiq dan bingung harus bagaimana cara menjelaskan nya.


"Faiq mau janji sama tante, jangan dulu bilang ini sama mamah, faiq mau janji kan?", tanya ku.


"Ya tante faiq janji", jawab faiq.


"Tante sama ayah sudah menikah dan juga sudah punya anak yaitu adik key dan ini dede yang ada di perut tante, kalau prince faiq tau kan dia anak nya om haris", aku mencoba untuk menjelaskan nya.


"Oh jadi tante sama ayah nikah, berarti faiq punya dua mamah dan ayah ya tante?", tanya faiq.


Aku mengangguk pertanda iya.


"Jadi faiq ngertikan semua nya? Mamah faiq belum tau soal ini dan sekarang mamah juga lagi sakit, jadi faiq harus merahasiakan ini sayang biar nanti tante sama ayah yang ngasih tau ke mamah kalau mamah sudah sembuh", jawab ku.


"Jadi aku punya 3 adik ya?", tanya faiq.


"Ya sayang, nanti kalau mamah sudah tau masalah ini, faiq boleh manggil tante dengan sebutan buna seperti prince dan key", jawab ku.


Semoga faiq mengerti dan bisa menjaga rahasia ini dari mamah nya, aku pergi ke kamar dan telpon suami ku.


"Ayah lagi sibuk?", tanya ku.


"Gak, kenapa sayang?", jawab suami ku.


"Tadi faiq menanyakan tentang aku dan mas kenapa dekat seperti dulu mamah nya sama ayah, apa tante nikah sama ayah? Itu pertanyaan faiq", aku jekaskan ke suami ku.


"Terus sayang jawab apa?", tanya suami ku.


"Aku menjelaskan semua nya dan faiq pun mengerti, dia janji tidak akan ngasih tau mamah nya dulu. Semoga saja faiq tidak lupa", jawab ku.


"Oh faiq sudah tau, ya udah nanti kita jelaskan ke susan tentang kita kalau susan sudah pulang dari rumah sakit", kata suami ku.


"Ayah nanti sore antar buna periksa ya, bisa gak?", tanya ku.

__ADS_1


"Sangat bisa sayang, ayah selesaikan dulu kerjaannya biar cepat pulang ya sayang", jawab suami ku.


Aku tutup telpon nya dan biarkan suami ku bekerja dulu.


__ADS_2