Arranged Marriage

Arranged Marriage
Mencarikan karyawan


__ADS_3

Raga pergi dengan terburu - buru hingga Ia melupakan sarapannya. Anin yang baru saja turun dari kamar mengenakan pakaian santai nya ingin bersiap pergi ke toko kue dihentikan oleh ibu mertuanya.


"Wah, kamu rapi sekali hari ini, nak. Kamu mau ke toko ya pasti." Tegur nyonya Faiza.


"Hehe iya bu, sayang kalo Anin nggak masuk sehari aja rasanya, kasian Ella dan karyawan Anin kelimpungan nggak ada temannya karena mereka cuma berdua. Kalo ada Anin kan bisa lebih cepat dan meringankan mereka." Jawab Anin sembari tersenyum.


"Kenapa kamu nggak nambah karyawan aja nak? Supaya kamu bisa santai dirumah beberapa hari gitu. Lagian kan kamu baru aja menikah. Apa kamu nggak mau istirahat sebentar?" Tanya ibu mertuanya.


"Nggak papa kok bu, Anin nggak cape - cape banget juga, hehe." Anin tiba - tiba merasa tidak enak dengan ibu mertuanya.


"Ya sudah, nak hati - hati. Kamu nanti disana jangan cape - cape ya." Faiza.


"Iya bu, enggak kok. Kalau begitu Anin pergi dulu ya bu." Anin pergi meninggalkan rumah sesaat setelah bersalaman dengan ibu mertuanya.


Sepertinya aku harus menyuruh Raga mencarikan karyawan baru untuk membantu Anin. Faiza.


***


"Wah, masih pagi dan toko rame banget, aku harus cepat - cepat masuk. Mereka berdua pasti repot banget." gumam Anin.


"Mbak Anin! Mbak Ella kesini cepat ada mbak Anin nih disini." Seorang karyawan berteriak memanggil Ella yang masih disibukkan dengan panggangan kue di dapur.


"Hah, Kakak! Kakak ngapain datang ke toko! Ini kan masih hari kedua pernikahan kakak, apa orang dirumah tuan Raga yang menyuruh kakak bekerja? Kenapa mereka tega sekali." Ella datang dan membuat asumsi nya sendiri.


"Eh, kamu ngomong apa? Enggak kok, enggak sama sekali. Bahkan keluarganya tuan Raga itu baik - baik semua sama kakak. Walaupun mereka orang kaya mereka ramah banget tahu." Jawab Anin sekenanya.

__ADS_1


Syukurlah. Ella.


"Kakak, aku merindukanmu." Ella langsung menghampiri Anin dan memeluknya.


"Hmm kamu ya. Baru aja kakak pergi kemarin masa udah kangen?" Tanya Anin.


"Iya tau kak. Bahkan asal kakak tau, malam tadi ibu nggak bisa tidur mikirin keadaan kak Anin. Soalnya ibu mau menghubungi kakak nggak enak, takut ganggu." Jawab Ella jujur.


Hmm, ibu aku juga sangat merindukanmu. Anin.


"Emm, gimana kalau pulang dari toko nanti aku ikut kamu pulang aja kerumah sebentar, aku juga kangen sama ibu. Kamu bawa motor kan, dek?" Tanya Anin.


"Hah serius, ka? Kakak mau ikut pulang bersamaku naik motor? Nanti kalau ketahuan tuan Raga gimana? Aku takut nanti dia bisa marah kak!" Ada raut khawatir dan takut dalam wajah Ella.


Ah iya bagaimana ya? Tapi aku sangat merindukan ibu. Hmm yasudah lah bodo amat, paling dia tidak perduli juga. Anin.


"Yasudah kak." Ella.


***


Sementara itu, di dalam ruangan bertema vintage dan berbau mint segar, seseorang lelaki tampak bersandar santai di sebuah kursi beroda di depan meja kerjanya, siapa lagi jika bukan.. dia.


Kringggg... kringggg


"Halo nak, ini ibu. Apakah kamu sibuk? Ada yang ingin ibu bicarakan." Terdengar suara sayup dari seberang sana.

__ADS_1


"Tidak bu, aku sedang santai saja hari ini. Bukankah, ini hari pertamaku setelah menikah, jadi aku ingin bersantai di kantor." Jawab Raga santai.


Cih bahkan sekarang aku harus mengakui pernikahanku dengan gadis miskin itu di depan orangtua ku. Raga.


"Baguslah nak. Raga, ada yang ingin ibu bicarakan denganmu, nak. Hal yang penting." Ibu mencoba mengungkapkan keinginan nya pada putranya.


"Ibu, katakan saja. Memang ada apa?" Tanya Raga.


"Nak, bisakah kamu mencarikan seorang wanita untuk membantu istrimu." Pinta ibu.


Huh rupanya kamu memang sangat pandai memanfaatkan kebaikan ibuku ya, gadis muda. Tunggu saja nanti kamu. Raga.


"Huh, untuk apa bu? Apakah wanita itu membuat ulah sampai ibu memintaku mencarikan karyawan untuknya." Tanya Raga.


"Bukan begitu, nak. Ibu baru tahu, ternyata karyawan yang membantu Anin di toko hanya dua orang, yang satu memang karyawan dan satunya adik kandungnya sendiri, Ella. Karena dia tidak memiliki pekerjaan, dia terpaksa membantu Anin untuk mengusir rasa bosannya. Jika perlu, kamu carikan juga ya pekerjaan untuk adiknya Anin itu, ibu dengar dia belum mendapatkan pekerjaan, carikan di bidang akuntansi ya nak." Pinta ibu.


Benar - benar keluarga yang sangat merepotkan. Raga.


"Ya sudah bu. Nanti aku akan mencarikannya untukmu. Ibu istirahat saja ya di rumah. Jangan kemana - mana. Oh iya, bagaimana keadaan ayah, bu?" Tanya Raga.


"Ayahmu baik - baik saja, nak. Dia baru selesai sarapan. Ya sudah ibu tutup dulu ya telefonnya. Jangan lupa pesan ibu tadi, carikan karyawan yang jujut dan rajin ya nak." Ujar ibu.


"Baiklah bu, ibu tenang saja." Jawaban Raga mengakhiri perbincangan antara ibu dan anak tersebut.


Baiklah gadis muda, karena ini adalah permintaan ibuku. Maka, aku akan menuruti semua keinginannya, tapi aku bersumpah tidak akan pernah mengikuti apapun keinginanmu. Raga menghual.

__ADS_1


***


Jangan lupa vote nya ya reader, akhir - akhir ini author mungkin akan jarang update, karena ada kewajiban di dunia nyata yang tidak bisa dihindari. Terimakasih yang sudah mau mengerti. Hehe. Salam sayang🥰.


__ADS_2