Arranged Marriage

Arranged Marriage
A 9


__ADS_3

Vote, komen, like, rate 5 biar semangat up terus


.


.


Happy reading


.


.


Ponsel Anna berdering dengan nyaringnya di atas nakas. Dengan buru buru Anna mengambil benda pipih itu dan menerima sambungan telfonnya.


"Halo dave" ucap Anna untuk menyapa dave disebrang sana.


"Hei.. jadi lo udah tunangan nih?" Ucap dave to the point. Anna menghela nafasnya. Ia mendaratkan tubuhnya di single sofa yang ada di salah satu sudut kamarnya. Mencari posisi senyaman mungkin.


"Iya, gue udah tunangan dave"


"Dan lo ga kirim undangan ke gue?"


"Dave sorry.. acaranya dadakan banget dan kalaupun gue kirim undangan pasti ga bakal nyampe tepat waktu"


"Oke oke emang gue ga penting kan buat lo ann, apalagi sekarang Leo udah balik"


"Dave lo apa apaan sih, lo temen gue dan lo penting buat gue"


"Cuma temen kan?" Ucap dave dengan nada mirisnya.


Anna hanya diam tak menanggapinya. Bukan tidak mau, hanya saja ia bingung harus bersikap seperti apa. Karena Anna menganggap dave murni sebagai teman dekat saja dan tak lebih dari itu. Dan ketika dave berulang kali


menunjukkan perasaannya pada Anna, tanpa sadar dave telah membuat hubungan mereka semakin canggung. Bahkan semakin jauh.


"Dave.. gue ga bisa kayak gini"


"Kenapa? Kayak gini apa?" Tanya dave tak mengerti


"Lo terus nunjukkin perasaan lo ke gue, tapi gue ga bisa bales itu. Dan lo bikin gue bingung harus bersikap seperti apa"


Tiba tiba terdengar suara tawa dari dave. Membuat Anna bingung.


"Lo hanya perlu bersikap seperti Anna yang gue kenal. Gue emang cinta sama lo ann tapi kalau lo ga bisa bales perasaan gue yaudah gapapa"


Anna menggigit jari telunjuknya. Ia begitu resah.


"Diem aja? Kenapa?" Tanya dave lagi


"Em.. gapapa kok"


"Udah ann ga usah dipikirin"


"Iya dave. Gimana kabar lo di london?" Tanya anna mengalihkan topik pembicaraan.


"Luar biasa. Lo tau, sekretaris rekan bisnis gue sexy sexy" ucap dave dengan nada antusiasnya. Anna terkekeh pelan


"Oh ya? Terus, nggak lo gebet?"


"Santuy lah.. milih milih dulu mana yang paling perfect. Kalau udah nemu baru gass" Annasemakin tertawa. Membuat dave juga ikut tertawa.


"Oke oke, serah lo. Sebahagianya kamu deng akang"


"Iya neng, tenang"


"Oh iya akang mau siap siap, ada meeting 30 menit lagi. Neng baik baik ya disana. See you"


"Iya akang, semangat kerjanya. See you to" balas anna sambil menutup sambungan telfonnya.


Ia tersenyum. Dave selalu bisa membuatnya tersenyum. Meski kadang menjengkelkan dan membuatnya berada di ambang kebimbangan. Namun tak bisa dipungkiri anna bahagia bersama pria itu. Namun perasaan anna tetap tak lebih dari teman.


Tok tok tok


"Masuk" ucap anna saat ada yang mengetuk pintu kamarnya. Muncullah seorang maid dengan seragam khasnya.


"Nona anna, anda di tunggu nyonya di ruang makan"


"Oh baiklah. Aku akan kesana. Terimakasih" maid itu mengangguk sambil sedikit membungkuk. Kemudian keluar dari sana.


Anna pun ikut keluar. Ia berjalan dengan santai menuju ruang makan. Saat akan sampai, ia dapat melihat mommy nya dan Thunder sedang berbincang meja bar. Anna ikut mengambil duduk di sebelah thunder dan berhadapan dengan agatha.


"Ada apa mom?"


"Kamu hari ini belanja ya ke mall, untuk kebutuhan rumah ya" ucap agatha.


Anna mengerutkan keningnya bingung.


"Tumben. Biasanya kan yang belanja mbak mbak maid"


"Ya kan bentar lagi kamu mau kawin biar bisa jadi istri teladan" celetuk Thunder sambil memakan kancang telur didepannya.


"Nikah kak, bukan kawin" balas anna tak terima.


"Ya kan habis nikah, pasti kawin. Nggak mungkin enggak"


"Haduh kalian ini pembahasannya, bikin mommy merinding" ucap agatha sambil bergidik dan mengusap kedua lengannya.


"Yah mom, baru aja daddy ke kantor 6 jam yang lalu udah pengen kaw.."


Puk


Anna tertawa terbahak bahak saat sebuah bolpoint yang tadi digunakan agatha untuk mecatat barang yang harus dibeli mendarat dengan mulus dikepala thunder. Thunder hanya mengerucutkan bibirnya sambil mengusap kepalanya yang terkena timpukkan.


"Mulut kamu Thunder... Ya Tuhan" ucap agatha sambil geleng geleng kepala. Bingung dengan sikap Thunder yang menurun dari siapa. Padahal keluarga diaz tidak ada yang seperti itu.


"Kamu diajarin siapa ha ngomong kayakgitu? Makin hari ngomongnya makin ngelantur"


"Diajarin uncle agastya mom" balas Thunder dengan entengnya. Agatha membulatkan matanya.


"Dasar perjaka tua" guman agatha yang ditujukan untuk abang kembarannya itu.


Anna masih saja tertawa bahkan sampai memegangi perutnya.


"Puas ya lo ketawain gue" ucap Thunder ngegas.


"Puas lah" jawab anna enteng.

__ADS_1


"Udah udah. Sekarang kamu belanja dan ini catetannya"


Anna menerima kertas yang diberikan oleh agatha. Ia terperangah melihat catatan itu.


"Ini beneran harus dibeli semua mom" tanya anna heboh


"Banyak amat. Ini buat sebulan apa setahun apa seabad sih" celetuk Thunder.


"Udah cepetan berangkat sana. Nantu kemaleman" ucap agatha. Anna menghela nafasnya.


Ia beranjak dari tempat duduknya untuk pergi kekamar mengambil dompet dan tas slempangnya.


IDIH..


"By by adikku tersayang, semangat ya" ucap Thunder sambil melambaikan tangannya.


"Hei apa semangat semangat. Kamu anterin adek kamu. Jangan lupa bayarin juga" ucap agatha. Thunder terkejut.


"Lah mom"


"Ga ada protes. Ayo cepat. Kamu juga suatu saat nanti mau jadi suami, biasain bayarin istri belanja. Lagian kamu juga udah banyak uang, ga masalah kan"


Anna tersenyum menang melihat wajah lesu Thunder.


"Nak sabar ya, bisa mungkin daddy akan jaga isi perut kamu kok" ucap Thunder pada dompetnya sambil mengelus elus dompet itu.


****************


Anna berjalan memasuki sebuah pusat perbelanjaan. Namun ia merasa ada sesuatu yang janggal.


"Eh kemana sih kak Thunder?" Guman anna sambil celingukan kesana kesini mencari Thunder. Padahal pria itu ada dibelakangnya tadi.


Anna terus mencari dan akhirnya ia menemukan Thunder sedang membantu seorang gadis memasukkan barang belanjaanya ke mobil. Anna melipat kedua tangannya didada. Sambil memperhatikan Thunder yang sedang caper.


Tak lama gadis itu terlihat berpamitan pada Thunder dan mengucapkan terimakasih. Kemudian pergi dari sana.


"Kak cepetan!!" Teriak anna pada Thunder. Ia sudah sangat kesal.


"Ashiap!! Superman meluncur wuss" Anna geleng geleng kepala saja melihat tingkah Thunder. Apalagi banyak orang yang melihat kearah Thunder sambil berbisik bisik.


"Jatuh ga ikut ikut" ucap anna langsung pergi dari sana. Meninggalkan Thunder dengan tingkah anehnya. Namun baru beberapa langkah ia masuk, anna mendengar suara yang membuatnya berhenti melangkah


Brakk


"Aduh"


Anna tersenyum. Itu suara Thunder dan tanpa mau repot repot melihat ke arah sana anna tau apa yang terjadi pada Thunder. Dan dia bodo amat dengan hal itu.


Didalam sana anna langsung mengambil troli belanja dan mulai mencari barang yang harus dibeli. Tak lupa pula Anna membaca tanggal kadaluarsa barang yang akan dimasukkan ke troli.


Sayup sayup anna mendengar beberapa orang tengah berbisik bisik. Saat Anna melihat kearah orang itu, ternyata mereka sedang melihat kearahnya.


Tak bisa dipungkiri jika anna memang Cukup terkenal. Tentu saja selain karena nama besar daddynya, juga karena kesuksesan Anna dalam dunia fashion. Terutama para kaum hawa pasti mengenalnya.


Anna tak menghiraukan mereka. Biarlah mereka berbicara sesuka hati. Toh mereka punya mulut gunanya juga untuk itu.


"Gila! Udah penuh aja tuh troli" ucap Thunder yang baru datang. Anna tersenyum.


"Baru separuh kak" ucap anna sambil menunjuk ke arah kertas catatannya.


"Bangkrut nih ann bisa bisa dompet kakak" ucap Thunder dengan wajah ngeri. Anna hanya tersenyum saja dan melanjutkan aktivitasnya.


ucap Thunder . la mengambil troli yanh dibawa anna menuju kasir. Kemudian anna mengambil troli baru.


"Capek aku tuh" ujar anna


"Bukannya cewek suka belanja?"


"Kak Thunder lupa? Aku sama monmmy spesies yang berbeda" Thunder langsung menyengir kuda. Membuat kedua matanya membentuk garis lurus.


"Iya sih lupa. Ada nggak ya cewek lain yang sespesies kayak kamu sama mommy?" Tanya Thunder. Anna tersenyum.


"Ada kok. Aku naik ya" tanpa menunggu persetujuan dari Thunder, anna langsung naik ke troli dengan wajah tidak berdosanya.


"Aduh ann, kamu tuh udah bukan anak kecil lagi. Turun" ucap Thunder kesal.


"Gamau, aku capek. Ayo ke sana. Barang berikutnya ada disana" anna menunjuk ke arah tempat ia akan mengambil barang berikutnya. Thunder hanya menghela nafasnya.


"Ga sadar diri. Badan gemol gitu masih aja naik ginian. Dikira ga berat apa" guman Thunder pada dirinya sendiri, namun tentu saja masih bisa didengar anna. Anna hanya mengerucutkan bibirnya saja.


"Aku ini sexy bukan gemol" ucap anna.


"Ya sexy, kalau dilihat sama merem"


"Serah kamu deh kak"


Tak ada perbincangan lagi. Anna sedang serius menyebutkan barang yang akan dibeli. Dan Thunder menurut saja apa perkataan Anna .


"Kak"


"Hem?"


"Kak Thunder sama rebeca jadian?"


"Enggak"


"Terus? Kok kemarin so sweet gitu. Anna tau kalian saling suka kan"


"Saling suka bukan berarti harus jadian ann"


Anna tersenyum miris


"Dan jadian bukan berarti saling suka. Iya kan?" Ucap anna membuat Thunder tersenyum singkat.


"Kak Thunder ga ada cita cita baikan sama kak leo?"


"Enggak"


"Kenapa? Kak Leo kan mau jadi adik ipar kak Thunder"


"Bodo amat"


"Kak Thunder kok gitu si


"Kalau ga suka ya ga suka ann. Ga usah dipaksain" anna mengerucutkan bibirnya. Memang terkadang membujuk Thunder itu rumit. Sama seperti daddynya.

__ADS_1


"Kenapa kak Thunder ga jadian sama rebeca?"


"Kok lo jadi banyak tanya sih?"


"Kok kak Thunder ngegas sih. Kan malu bertanya sesat dijalan"


Thunder menghela nafasnya. Ia merasa seperti mengajak jalan anak anak yang masih kepo terhadap berbagai hal.


"Rebeca yang ga mau


"Kenapa kok ga mau? Rebeca ga cinta sama kak thunder?"


"Cintalah!! Ya kan gue ngegas" anna terkekeh pelan mendengar suara frustasi Thunder.


"Rebeca hanya nggak pd sama kondisi dia yang sekarang. Kamu tau kan kalau rebeca sering ngedown. Dia mengakui kalau cinta sama kakak, tapi dia ga mau kita pacaran karena dia merasa ga pantes buat kakak"


"Kak Thunder cinta sama rebeca? Sayang?" Tanya anna. Thunder mengangguk.


"Kakak cinta dan sayang banget sama dia"


"Berarti kak thunder harus yakinin rebeca bahwa dia pantes buat kak thunder" Thunder tersenyum.


"I know. Tapi itu sulit. Udah kakak coba tapi masih tetap sama"


"Perlahan aja kak. Yang penting berhasil"


Thunder menganggukkan kepalanya beberapa kali. Tak terasa semua barang sudah terbeli. Dan troli mereka juga hampir penuh. Susah payah Anna keluar dari sana dan dibantu oleh Thunder. Mereka berjalan bersama menuju kasir. Untuk membayar semua belanjaannya.


Thunder sibuk mengurusi pembayaran itu sedangkan anna berkutat dengan ponselnya. Membalas pesan dari all .


Dimana?


***Di mall sama kak thunder***.



***Kenapa kak***?


Mall mana?


***Mall deket rumah***


5 menit lagi lo ke rooftopnya


***Ha*** ***Ngapain***?


Ga usah banyak tanya


Jangan telat


5 menit harus udah ada disana


Anna panik membaca pesan terakhir dari Leo . 5 menit? Mall ini cukup besar. Dan kini ia berada di lantai dasar.


Anna buru buru mendekati Thunder. Mengatakan apa yang terjadi. Belum sempat thunder mengijinkannya Anna sudah pergi terlebih dahulu. Meninggalkan Thunder dengan barang belanjaan yang membludak itu.


Anna menunggu dengan gelisah didepan pintu lift. Jika ia naik tangga pasti akan lebih lama. Lebih baik ia menunggu. Akhirnya pintu terbuka.


Anna langsung masuk begitu saja. Anna membuka pintu menuju rooftop. Ternyata tidak di kunci dan hal itu membuat anna bernafas lega. Sampai disana anna tak menemukan apapun.


Namun anna baru menyadari jika ini adalah helipad atau landasan helikopter.


Dan tak lama setelah itu terdengar suara helikopter mendekat. Anna mencari keberadaan helikopter itu dan ia menemukannya. Helikopter itu akan mendarat disana, membuat anna mundur dan menepi.


Setelah mendarat ada seorang pria bertubuh besar memakai pakaian serba hitam keluar dari sana dan berjalan mendekatinya. Anna sedikit was was karena ia tak mengenal orang itu.


"Nona anna, tuan Leo menunggu anda didalam" ucap orang itu sedikit berteriak karena suara bising helikopter. Anna mengangguk. Ia berjalan ke arah helikopter itu dan benar saja, didalam sana ada Leo sebagai pilotnya.


Leo menoleh ke arah Anna dan mengisyaratkan agar gadis itu masuk. Tanpa mengatakan apapun Anna langsung masuk. Ini bukan pertama kalinya anna naik helikopter, ia kerap kali naik helikopter karena Thunder memilikinya. Dan thunder juga sering mengajak anna sekedar untuk berkeliling saja.


"Pakai pengamannya" ucap leo . Anna mengangguk dan langsung memakai sabuk pengamarn dan peralatan lainnya.


Setelah anna sudah siap Leo mulai


menerbangkan. Anna tak tau Leo akan membawanya kemana. Namun anna cukup senang karena bisa menikmati pemandangan kota malam ini dengan gemerlap lampunya.


"Kak kita mau kemana?" Tanya anna pada akhirnya.


"Bertemu seseorang" ucap leo . Anna mengerutkan keningnya. Namun ia hanya membalas perkataan Leo dengan anggukan saja.


Sekitar 15 menit akhirnya helikopternya


mendarat di sebuah helipad yang entah berada di daerah mana. Anna dan Leo turun dari sana dan langsung disambut beberapa bodyguard Leo yang sudah menunggu.


"Silahkan tuan, lewat sini" ucap salah satu dari mereka.


Leo mengangguk dan mengikuti arahan orang itu. Anna hanya mengikuti Leo dari belakang. Ternyata ini adalah restoran. Dan yang membuat anna terkejut adalah ini restoran berbintang. Dan tentu saja orang yang datang kesana berpakaian formal.


Namun dirinya? Sangat tidak pantas untuk berada disana. Tetapi anna cuek saja. Toh Leo juga memakai pakaian casual seperti dirinya.


"Kak Leo kok ga bilang kalau ngajak kesini? Kan aku bisa siap siap"


"Kita kesini untuk ketemu seseorang. Bukan kencan. Ga usah berlebihan"


Baiklah, diam adalah yang lebih baik untuk Anna. Dari pada berbicara namun mendapat jawaban pedas.


Leo masuk kedalam sebuah ruangan yang diyakini anna sebagai area privasi. Saat Leo masuk anna masih berdiri di luar ruangan. Membuat Leo berbalik dan menatapnya tajam.


"Masuk ann!" Tajam leo. Anna terkejut dan langsung masuk.


Didalam sana ternyata sudah ada seorang wanita cantik dengan dress yang membalut tubuh sexynya. Leo menyapa wanita itu dengan ramah, bahkan mereka saling berpelukan dan ciuman.


Anna terkejut namun ia berusaha bersikap biasa saja. Wanita itu melihat ke arah anna dengan tatapan sulit diartikan. Namum anna hanya membalasnya dengan senyuman saja.


"Ann kenalin ini alice"ucap leo tiba tiba.


Anna melihat wanita itu sambil tersenyum dan dibalas senyuman singkat oleh wanita itu.


"Dia pacar aku" lanjut Leo .


Sontak anna langsung melihat ke arah leo. Menatap pria itu dengan tak percaya.


Anna kembali melihat ke arah wanita itu yang kini bergelayut dilengan Leo. Anna berusaha keras menahan air matanya. Belum ada lima menit dia disana, bahkan anna pun belum duduk namun sudah mendapatkan berita semacam ini.


"Pacar?" Tanya anna dengan suara bergetar. Dan leo hanya mengangguk saja.

__ADS_1


Dunia anna bagaikan runtuh. Ia tak menyangka hal seperti ini akan terjadi pada dirinya.


Menyakitkan...


__ADS_2