
Malam harinya, Anin melamun di atas kasur, ia tidak bisa tidur karena deg - deg an untuk pertama kalinya ia akan pergi ke luar negeri. Tadi, ia sempat berbicara dengan ayah dan ibunya melalui telepon.
Flashback on
"Ayah, ibu mohon doanya ya untuk Anin sama Raga agar selamat sampai tujuan hingga pulang nanti." ucap Anin dibalik telepon genggam yang ia pegang.
"Pasti nak, ibu doakan kalian selalu sehat dan bahagia, supaya bisa kasih ibu sama ayah cucu yang lucu - lucu." jawab ibu Pertiwi sembari tertawa kecil dari balik telepon, dari suaranya tampaknya beliau sangat senang dan semangat sekali.
"Iya bu, ibu sama ayah mau dibawakan oleh - oleh apa?" tanya Anin lagi.
"Duh apa ya nak, ibu sama ayah ini nggak terlalu tau ada apa - apa aja di luar negeri." jawab ibunya dengan tertawa dan disambut tawa juga oleh Anin.
"Aku sebenarnya juga tidak tahu bu, ini pertama kalinya aku ke luar negeri, aku sampai nggak bisa tidur bu. Gugup banget." ucap Anin dengan suara datar.
"Jangan gugup nak, banyak - banyak berdoa saja. Nanti ceritain ke ibu gimana rasanya naik pesawat, sama fotoin ya nak semua yang ada di luar negeri." jawab ibu Pertiwi.
__ADS_1
"Haha, iya bu pasti!" ucap Anin yang tiba - tiba menguap.
"Nah tu kamu sudah menguap, tidur ya nak supaya besok tetap fit." ucap ibu kepada putrinya itu.
"Iya bu, salam kan kepada ayah ya bu, maaf karena aku harus berpamitan lewat telepon dan tidak bisa kesana langsung." ucap Anin yang merasa bersalah.
"Iya nak, sudah tidak usah dipikirkan, lebih baik kamu istirahat saja, jangan berpikiran yang macam - macam ya nak." ucap ibu yang peduli.
"Iya bu." Tidak lama mereka berdua mengakhiri panggilan itu.
"Kenapa belum tidur?" tanya Raga membelah kesunyian malam itu hingga mengejutkan Anin.
"Kamu kenapa bangun? Aku ganggu ya? Maaf ya, kamu tidur lagi aja." Anin langsung merasa bersalah karena membangunkan suaminya.
"Stts sudah sudah, kamu tidak bisa tidur ya? Sini mendekatlah kepadaku." ucap Raga sembari menarik tangan Anin menyuruhnya untuk merebahkan diri.
__ADS_1
"Nggak nggak, nggak mau! Kamu pasti mau macam - macam!" ucap Anin yang sudah tau tabiat suaminya itu.
"Tidak akan! Cepat sini!" Lelaki itu berhasil menarik tangan istrinya dan memeluknya dengan erat hingga tubuh mereka berdua menempel tanpa jarak sedikitpun.
"Sekarang tidur ya." ucap Raga sembari mengelus kepala istrinya dalam dekapannya.
Tidak lama kemudian, Anin langsung terlelap di dalam dekapan hangat lelaki itu, tapi saat Anin sudah tidur malah Raga lah yang tidak bisa tidur. Ia kepikiran.. sesuatu.
Ku harap setelah bulan madu kita nanti, hubungan kita akan semakin erat ya sayang. Aku berjanji tidak akan membiarkan siapa pun yang mencoba memisahkan kita, aku sangat mencintaimu. Dan akan selalu seperti itu. Ucap Raga dalam hati dan langsung memeluk erat wanita itu.
Tidak lama kemudian, Raga mengeratkan pelukannya, mencium dalam - dalam wangi tubuh wanita dalam dekapannya itu, sebelum akhirnya mereka berdua tertidur dalam satu pelukan.
***
Jangan lupa like dan vote nya ya! Maaf baru bisa update
__ADS_1