
Saat malam menjelang, semua anggota keluarga berkumpul di meja makan untuk makan malam, mereka bercerita banyak hal, selesai makan malam, Anin dan Raga berpamitan kepada semua orang untuk kembali ke kamar, begitupun juga dengan ayah, ibu, dan adik - adik Anin yang dipaksa menginap oleh ibu Faiza, karena Anin dan Raga memutuskan akan menginap ke rumah mereka lusa, jadi menurutnya sekalian saja nanti besan nya itu pulang bersamaan dengan Raga dan Anin, lagipula menurutnya besan nya itu tidak pernah menginap atau berkunjung lama di rumahnya, oleh karena itu ia meminta agar ibu dan ayah Anin menginap di rumahnya, dan mereka pun setuju walau sempat menolak.
***
"Sayang, apa kau mau makan sesuatu lagi?" tanya Raga yang saat ini ikut mendudukan tubuhnya di sebelah Anin yang sedang mengusap lembut perutnya yang masih datar.
"Tidak, aku sudah sangat kenyang. Apa kau masih lapar?" Tanya Anin balik dan hanya dibalas gelengan kepala oleh Raga.
"Besok kita akan pergi ke dokter untuk memeriksakan kandunganmu." ajak Raga sembari mencium kepala Anin dengan lembut.
__ADS_1
"Ayoo, aku mau sekali, aku mau!" Ucap nya dengan kegirangan sembari bertepuk tangan dengan heboh membuat Raga langsung menenangkan istrinya itu.
"Kau ini jangan terlalu heboh seperti itu, bagaimana nanti jika terjadi apa - apa dengan bayi kita! Nanti dia terkejut!" Protes Raga yang akhir - akhir ini menjadi lebih posesif kepada istrinya itu, karena Raga tahu bahwa Anin adalah wanita ceroboh yang tidak bisa diam, oleh karena itu ia selalu mengawasi tingkah laku istrinya itu.
"Iya iya sayang, maafkan aku yaa, hehe." Jawab Anin sembari mencium pipi suaminya itu agar tidak marah lagi.
"Pokoknya mulai sekarang aku bakal ngawasin kamu, semua yang kamu lakukan, apa yang kamu makan, siapa orang yang kamu temui, atau kalau perlu kamu tidak usah keluar rumah dulu selama sembilan bulan." Ucap Raga dengan santainya sembari memeluk erat perut Anin.
"Jaga bicaramu itu! Tidak akan terjadi sesuatu pada anak kita, itulah mengapa aku tidak memperbolehkan mu keluar! Aku tau yang terbaik!" Balas Raga yang tidak mau kalah dengan istrinya itu.
__ADS_1
"Sayaanngggg..." suara Anin memelas dengan raut wajahnya yang membuat Raga langsung memalingkan wajahnya.
KENAPA WAJAHNYA ITU!!! Membuatku frustasi saja karena tidak bisa menolaknya! Raga.
"Aishhh menyebalkan sekali! Baiklah kau boleh keluar, tapi dengan beberapa syarat dariku, dan kau harus menepatinya bagaimanapun caranya! Kau mengerti?!!" Perintah calon ayah yang mulai posesif itu.
"Baiklahh! Aku akan menuruti semuanya!! Tapi jangan aneh - aneh! Kau itu biasanya selalu membuat syarat yang aneh - aneh dan tidak ada bedanya dengan perintah mu sebelumnya!" Ketus Anin yang sudah bisa mencium aroma nakal dari ide suaminya itu.
"Baiklah sayangku!" Jawab Raga yang langsung merebahkan tubuh Anin untuk memulai aksinya malam itu.
__ADS_1
Hai teman - teman readers semua!!! Apa kabarnyaa nih? Semoga semua baik - baik aja ya. Sebelumnya aku mohon maaf karena sudah lama tidak update disini dikarenakan kesibukan di real life, jadi aku akan jarang banget update hihi maaf ya maaf banget soalnya aku dah mulai agak sibuk, padahal aku pengen banget nyelesain puncak konflik ini :( mohon pengertiannya yaa semua, tp jgn di unfavourite dulu yaa tetap stay tune, makasih banyakk udah tetap setia sama novel iniðŸ˜