
Keesokan paginya, Anin dan Raga berbicara kepada Ayah Malik dan sudah memutuskan untuk pergi bulan madu ke Italia esok hari, dan ayah Malik pun setuju.
"Kalian mau berapa hari disana?" tanya Ayah.
"Tidak tahu juga, yah. Jika kami sudah bosan, kami akan pulang." jawab Raga sembari tertawa kecil.
"Baiklah, baiklah. Semua sudah diatur, bersenang - senanglah ya." ucap Ayah sembari tersenyum dan menepuk pundak anak lelakinya itu.
"Terima kasih banyak yah, maaf jadi merepotkanmu." ucap Anin secara tiba - tiba.
"Tidak apa - apa nak, sama sekali tidak merepotkan. Kalian memang mestinya punya waktu untuk berdua selama beberapa hari." jawab Ayah Malik dengan tersenyum.
"Iya yah, terima kasih banyak." ucap mereka berdua.
***
"Sayang.." Raga tiba - tiba memeluk Anin dari belakang saat wanita itu sedang mengemas pakaian mereka untuk berbulan madu.
Ada apa dengannya? Tumben sekali. Anin.
"Tumben." jawab Anin singkat sembari masih mengemas pakaian mereka.
"Tumben apanya?" suara Raga terdengar seperti anak kecil saat ia menempelkan dagunya di bahu istrinya itu.
"Ya tumben saja kamu bersikap manis seperti ini, peluk - peluk segala lagi." sindir Anin.
__ADS_1
"Kenapa sih emangnya? Suka - suka aku lah lagian juga peluk - peluknya kan sama istri sendiri." sewot Raga.
"Pergilah, aku belum selesai berkemas, masih banyak pakaian kita yang belum masuk koper." usir Anin.
"Kenapa kamu jadi melakukan hal seperti ini, memangnya tidak ada pembantu dirumah ini!" Seru Raga.
Raga langsung melepaskan tangannya dari tubuh Anin dan beranjak menuju pintu dan berteriak mengejutkan Anin.
"Apa tidak ada pelayan di rumah ini?!" Teriaknya mengejutkan Anin.
"Sayang, kenapa teriak - teriak?" tanya Anin sekaligur menegurnya.
"Biar orang - orang di rumah ini paham dan mengerti tugasnya masing - masing!" seru Raga.
Tidak lama kemudia beberapa pelayan datang menghampiri kamar mereka dengan tergesa - gesa.
Anin langsung menghampiri suaminya itu dan membawanya ke taman untuk menenangkannya, sebelumnya ia mengatakan kepada pelayan yang mengemas baju mereka, agar memanggil mereka di taman apabila sudah selesai mengemas baju. Lalu, ia turun dan meminta pelayan untuk membuatkan segelas coklat panas dan segelas kopi.
"Sayang, jangan emosi dengan hal kecil seperti itu. Sudahlah, kamu ini!" ucap Anin sembari mengusap kepala Raga yang bersandar di dadanya. Kata - kata Anin terdengar sangat lembut masuk ke telinga Raga.
"Aku sangat mencintaimu." ucap Raga dan langsung menciumi Anin.
Kenapa dia ini random sekali. Anin.
"Sayang, aku tidak sabar untuk berbulan madu." ucap Anin dengan gemas sembari menciumi kepala Raga.
__ADS_1
"Aku juga." jawabnya singkat.
"Sayang kita nanti berapa hari disana?" tanya Anin lagi.
"Tidak tahu, bagaimana kalau selamanya?" memberikan ide - ide aneh yang langsung membuat Anin memelototkan matanya.
"Jangan aneh - aneh ya! Gimana bisa kita ninggalin keluarga disini, terus juga gimana nasib toko kue ku, dan pekerjaan mu juga." jawab Anin tanpa jeda.
"Aku hanya bercanda sayangg." ucap si manja itu sembari menciumi wajah Anin sampai ke bibir ranum istrinya itu.
"Sayang!" teriak Anin sembari memukul bahu suaminya itu lantaran ia tidak bisa bernafas.
Raga cekikikan melihat Anin yang semakin cemberut karena ulahnya.
"Nanti dilihat banyak orang!" Tegur Anin.
"Biarkan saja, memangnya kenapa?" seolah tak perduli Raga tidak menghiraukan Anin.
***
"Tuan, nona, pakaian nya sudah selesai dikemas." salah seorang pelayan menghampiri kedua orang yang sedang dimabuk cinta itu.
"Cepat sekali, terima kasih banyak ya!" ucap Anin sembari tersenyum.
"Tidak perlu ber terima kasih nona, kalau begitu saya permisi." jawabnya dengan sungkan lalu pergi meninggalkan Raga dan Anin.
__ADS_1
***
Jangan lupa like dan vote nya, maaf baru bisa up, terimakasih selalu setia menunggu💖