Arranged Marriage

Arranged Marriage
Bicaralah dan katakan segalanya


__ADS_3

Kenapa dia harus kemari? Mengacaukan suasana saja! Luna.


"Ufaa, kemarilah nak bergabung dengan kami! Dengan senang hati." sambut tuan Malik kepada mantan kekasih anaknya itu, tetapi kata - kata yang keluar dari mulut Luna seketika menghentikan langkah wanita itu.


"Kau ada keperluan apa kemari? Ingin mengacaukan suasana ya?! Ooh aku tau atau kau ingin mengambil perhatian kakak sehingga kakak menyukaimu lagi lalu meninggalkan kakak ipar? Begitu?" Luna memang seorang yang blak - blakan tidak peduli dimanapun ia berada, hingga perhatian semua orang sedang tertuju padanya.


"Luna jaga bicaramu! Jangan tidak sopan, apalagi ada ibu dari kak Anin disini!" Danu menyenggol bahu Luna dan memperingatkan adiknya itu dengan berbisik agar tidak terdengar semua orang.


"Kenapa? Kau tidak suka? Kau itu lelaki dan tidak tahu apa - apa! Aku ini wanita jelas tahu! Mana ada perempuan yang masih berteman dengan mantan kekasihnya yang sudah beristri kecuali ingin merebutnya!" Kata - kata itu dengan lancar dan nyaring keluar dari mulut Luna, hingga membuat ayah Roy dan ibu Pertiwi saling memandang.


"Ehm maafkan aku, aku tidak bermaksud apa - apa, aku kemari hanya karena ingin mengantarkan sebuah paket dari dokter Deon untukmu Luna." Sahut Ufa kemudian memberikan sebuah barang yang dibungkus plastik kepada Luna, yang kemudian diambil dengan kasar oleh wanita itu.


"Em kalau begitu aku permisi, maaf sudah mengganggu." Sahut Ufa yang hendak beranjak, namun panggilan Anin kepadanya seketika membuatnya berpaling.

__ADS_1


"Ufa kemarilah bergabung bersama kami, kami baru saja pulang dari Italia dan membawa banyak oleh - oleh. Ambilah beberapa untukmu." Anin menawarkan dengan senyuman tulusnya, ia tidak mau lagi bermusuhan dengan siapapun, apalagi ia sedang hamil begini.


"Ehm tidak Anin tidak usah repot - repot, aku langsung saja." Tolak Ufa yang kemudian langsung berbalik badan hendak meninggalkan rumah itu, tetapi panggilan Raga membuatnya berpaling kembali.


"Kemarilah Ufa, mumpung kami semua juga lagi berkumpul, kau sudah lama juga tidak kemari." ajak Raga.


Apanya yang tidak kesini?! Dia hampir setiap hari mencarimu dengan alasan mengantarkan kue kue buatannya kepada ibu, kak! Kakakku ini bodoh atau bagaimana sih! Luna yang kesal membuatnya menyumpahi kakak sulungnya itu karena Raga mengajak Ufa bergabung bersama mereka.


"Tidak! Tidak bisa! Kau pergi saja! Nanti oleh - oleh akan diantar oleh supir ke rumah mu, kau pulang saja sana!" Usir Luna secara terang - terangan membuat semua orang menatapnya keheranan.


"Luna sayang, kenapa kau mengusir Ufa?" Tanya Anin yang mulai buka suara, ia tahu adik iparnya itu tidak bisa diajak bicara dengan emosi.


"Kenapa? Kakak masih tanya kenapa? Dia ini pelakor kak! Pelakor! Dia mengincar suamimu! Kau ini bagaimana sih?!" Luna yang emosi tidak bisa menjaga kata - katanya tiba - tiba berbicara seperti itu, tapi satu tamparan keras terdengar lantang saat itu juga.

__ADS_1


"Jaga bicaramu! Dia ini wanita baik - baik! Memangnya kau pernah bermasalah dengan dia! Kenapa kau menyebutnya pelakor! Jangan sembarangan menghina orang lain Luna! Berfikirlah menggunakan otakmu itu!" Tegas ayah Malik membuat semua orang semakin terkejut karena hal itu, lalu tanpa berfikir Luna langsung menjawab kata - kata ayahnya itu.


"Ayah yang seharusnya bisa membuka mata ayah! Lihatlah wanita ini! Dia yang kalian puji - puji sebagai wanita baik - baik, dia pernah memaki kakak ipar di depan seluruh karyawan toko kue nya. Dia ini wanita munafik!" Teriak Luna semakin memperkeruh suasana di rumah itu.


"Luna, luna sayang, sudah jangan seperti ini. Kakak sudah memaafkan semua yang pernah ia lakukan, jangan membahas itu apalagi di depan ayah, nanti ayah akan shock!" Bisik Anin yang langsung menghampiri dan menutup mulut Luna membuat semua orang semakin penasaran.


"Kakak apa yang kau lakukan? Kenapa kau menutup mulut Luna, biarkan saja dia membongkar semuanya!" Teriak Roman kepada kakak sulungnya itu.


"Diamlah Roman, jangan ikut bicara!" Tegur Anin dan langsung membuat Roman tidak berani berkutik.


"Kenapa dia tidak boleh bicara?" Tanya Raga yang langsung menghampiri Roman dan menepuk pundak adik iparnya itu.


"Bicaralah dan katakan segalanya Roman.." ucap Raga hingga membuat Anin memelototi adik laki - lakinya itu.

__ADS_1


***


Sorry baru bisa updatee readerrss huhu kangen bgt sama kalian semuaa, bagaimana kabar kalian? Semoga sehat selalu yaaa, aku akan update lebih dari satu bab yaa, makasihhh banyak atas supportnya. Maaf akhir - akhir ini jarang update karena lagi update di novel terbaru akuu yang lain judulnya Mengejar Cinta Sang Pangeran, kalo berkenan boleh mampir yaa, klik bio aku aja hehe makasihhh.


__ADS_2