Arranged Marriage

Arranged Marriage
A 2


__ADS_3

Happy reading


.


.


.


Leo menatap pantulan dirinya didepan cermin sejenak. Kemudian tatapannya beralih pada botol botol yang terbuat dari kaca didepannya. Kini pikiran leo kembali pada perkataan papanya semalam. Soal perjodohan itu. Membuat seketika emosinya kembali memuncak.


Leo mengacak rambutnya frustasi. Bagaimana bisa papanya membuat keputusan untuk menjodohkannya dengan gadis itu. Gadis yang sangat dihindarinya beberapa tahun ini. Ya, meskipun papanya tidak tau tentang hal itu namun, kenapa papanya masih saja mencoba menjodohkan dirinya.


Ia belum setua itu hingga harus segera menikah. Atau papanya memilih menikahkannya lebih cepat karena takut jika tak lama lagi Leo akan....


"Arrggggh"


Pyarrrrr


Seketika cermin itu pecah saat menghantamnya untuk meluapkan emosinya. Semenjak mendengar soal perjodohan itu, leo jadi lebih mudah emosi. Apalagi setelah ia tau dengan siapa ia akan dijodohkan. Leo mengambil serpihan cermin itu. Menatap dirinya dari sana yang terlihat kacau.


Tiba tiba wajahnya berganti oleh wajah seseorang yang melihat kearahnya dengan tatapan sendu. Dari tatapan itu terlihat gurat kekecewaan yang besar. Air mata mengalir membasahi pipi itu.


Leo terkejut melihatnya. Ingin rasanya ia memeluk orang itu namun ia tak bisa. Hati leo bergetar. Entah mengapa ia merasa sakit melihat air mata itu.


Namun tiba tiba wajah itu mulai memudar dan akhirnya hilang. Kini leo kembali melihat wajahnya. Tanpa sadar ia mengepalkan tangannya kuat kuat, hingga tangannya terluka. Namun leo tak peduli.


Pikirannya benar benar kacau. Sangat kacau. Ia tak tau harus melakukan apa. Ia bimbang. Ia hancur. Ia sakit. Semua rasa itu bercampur menjadi satu, membuatnya terduduk lemas disana.


"Tuhan kenapa takdirmu seperti ini" lirihnya.


***************


Anna membuka kedua matanya perlahan. Ia mengedarkan pandangannya kesekitar. Ternyata dirinya masih berada dikamar mommy dan daddynya. Namun mereka berdua sudah tidak ada disana. Pasti daddynya sudah bersiap kekantor saat ini dan mommynya tentu saja sibuk menyiapkan berbagai hal.


Anna terduduk diranjang itu sebentar untuk mengumpulkan nyawanya. Kemudian ia turun dari ranjang itu dan berjalan keluar kamar.


Saat keluar kamar sayup sayup anna mendengar suara orang yang sedang berdebat. Suara itu seperti milik daddy dan kakaknya.


Akhirnya anna mengurungkan niatnya menuju kekamarnya sendiri untuk mandi. Dengan masih menggunakan piyama tidur berwarna pink motif polkadot dan sandal karakter hello kitty, Anna melangkahkan kakinya menuju asal suara itu, yaitu ke tempat ruang makan. Semakin dekat, suara itu semakin jelas. Dan benar saja, ternyata daddy dan kakaknya sedang berdebat disana.


"Daddy ga bisa kayak gini" ucap thunder dengan nada tinggi. Membuat anna terkejut, karena baru pertama kali ini ia melihat kakaknya bersikap seperti itu pada daddynya. Mereka masih belum menyadari keberadaan anna disana.


Terlihat Thunder yang berdiri dari kursinya dengan wajah memerah. Sedanglan diaz masih duduk di kursinya dan menatap tajam kearah Thunder. Disana juga ada agatha yang hanya diam mendengarkan perdebatan itu.


"Daddy hanya menginginkan yang terbaik buat anna"


"Tapi kenapa harus dengan cara ini? Kenapa ga biarin anna menentukan sendiri pilihannya sendiri"


"Daddy tau ini pilihan anna. Ini yang di inginkan anna selama ini"


"Tapi dia bukan orang yang baik dad. Dan daddy tau itu. Lalu kenapa daddy malah jodohin anna sama orang itu"


"Jodohin?" Ucap Anna mengulangi perkataan Thunder.

__ADS_1


Seketika Thunder dan diaz langsung terdiam. Sedangkan anna berdiri mematung disana. Tak ada yang kembali berucap. Keadaan disana seketika hening dan atmosfer terasa begitu panas.


"Sayang kamu sudah bangun? Ayo sini kita sarapan bersama" ucap agatha berusaha merubah suasana disana. Namun anna sama sekali tak bergeming.


"Daddy mau jodohin aku?" Tanya anna pada diaz.


Diaz langsung bangkit dari duduknya dan melangkah menemui anna yang masih berdiri disana.


"Iya, daddy ingin jodohkan kamu dengan putra rekan bisnis daddy."


"Anna ga mau" tolak anna secara langsung


"Dengerin daddy. Daddy tidak memaksa kamu untuk menerima perjodohan ini. Daddy minta kamu bertemu dulu dengan orangnya, setelah itu kamu putuskan apakah kamu menerima periodohan ini atau tidak. oke."


"Tapi anna ga mau dad, anna hanya cinta sama.."


"Leo?" Potong diaz. Anna mengangguk pelan.


"Sayang, kamu putri daddy yang baik. Daddy sudah membuat janji dengan rekan bisnis daddy. Tolong kamu datang ke pertemuan itu besok. Sekali ini saja. Setelah itu kamu bebas menentukan pilihan. Jangan buat daddy malu dengan menolak datang kesana" jelas diaz.


Anna melihat diaz menatapnya dengan penuh harap. Kemudian tatapannya beralih pada agatha yang tersenyum kearahnya. Berarti bahwa agatha juga memiliki keputusan yang sama dengan diaz. Kemudian tatapannya beralih pada Thunder yang hanya diam dengan wajah mengeras. Pria itu sedang menahan emosinya. Anna menghela nafasnya.


"Baiklah anna akan datang besok. Tapi setelah itu keputusannya terserah anna kan?" Diaz mengangguk mantap.


"Oke masalah selesai. Sekarang kita makan bersama" ucap agatha.


Anna dan diaz mengambil duduk di kursi meja makan. Mereka mulai menyantap sarapan itu bersama sama.


Suasana sarapan kali ini tidak seperti biasanya yang dihiasi oleh ocehan Thunder dan anna. Kini mereka diam, karena Thunder masih belum bisa mengembalikan moodnya. Pria itu masih diam sejak tadi. Anna , agatha dan diaz terkejut saat tiba tiba Thunder bangkit dari duduknya.


Anna menatap kepergian Thunder dengan sedih. Ia tidak suka jika kakaknya seperti ini. Ia takut kejadian masa lalu terulang lagi. Saat dimana kakaknya pergi dari rumah karena suatu masalah.


"Sudah, nanti kakak kamu akan memperbaiki moodnya sendiri. Kamu tidak perlu khawatir sayang" ucap agatha mengerti kecemasan anna.


"Dia sudah dewasa. Dia punya banyak tanggung jawab yang tak bisa ditinggalkan begitu saja. Dia tidak akan melakukannya lagi" tambah diaz.


Anna hanya mengangguk. Semoga apa yang dikatakan oleh orang tuanya itu memang benar.


Anna memutuskan untuk mengunjungi kantor Thunder saja hari ini saat jam makan siang. Membawakan masakan kesukaannya dan makam bersama dikantornya. Pasti Thunder akan kembali ceria.


*******************


Leo berjalan dengan angkuhnya keluar dari jet pribadinya yang baru saja mendarat dibandara Soekarno-Hatta. Disana sudah ada sebuah mobil dan seorang supir yang menunggunya.


"Aku akan menyetir sendiri" ucap Leo pada supir itu dengan bahasa indonesia yang fasih. Tentu saja, meskipun ia tidak tinggal di indonesia namum ia menghabiskan masa kecil hingga SMA nya disini.


"Baik tuan" balas supir itu sambil membukakan pintu untuk leo. Tanpa mengatakan apapun lagi leo langsung masuk ke mobil itu.


Leo melepas kaca matanya kemudian mengedarkan pandangannya. Sudah lama ia tidak menginjakkan kaki disini.


Leo langsung menyalakan mobilnya dan mengemudikannya keluar dari landasan. Ia


memilih langsung ke rumahnya saja karena sudah lelah dengan penerbangan tadi. Apalagi ia tau di jam seperti ini jakarta pasti macet.

__ADS_1


**************


"Hei bangun, ayo pulang" ucap Thunder sambil menggoncankannya tubuh anna pelan. Anna mengerjabkan matanya beberapa kali kemudian ia terduduk disofa itu. Ternyata ia tertidur dikantor thunder setelah makan siang bersama disana.


"Kak Thunder ga jadi meeting?" Tanya anna kemudian menguap.


Thunder terkekeh pelan. Tangannya sibuk membereskan berkas berkasnya.


"Lihat sekarang jam berapa" anna melihat kearah jam dinding. Pukul 17.15. anna langsung membulatkan matanya.


"Ya ampun aku ketiduran lama banget berarti" ucapnya histeris.


"Kamu tidur kayak orang pingsan" ucap Thunder yang kini sudah berdidi didepannya.


"Ayo pulang" ajak Thunder.


"Gendong... aku masih lemes" ucap anna manja sambil mengulurkan kedua tangannya. Thunder memutar kedua matanya. Resiko memiliki adik manja.


Namun Thunder tetaplah Thunder. Tak bisa menolak keinginan anna. Entahlah hatinya hanya merasa tak tega menolak keinginannya.


"Ayo naik" ucap Thunder saat ia sudah berjongkok di depan anna. Dengan senang hati, anna langsung naik ke punggung Thunder.


"Berat amat. Ini manusia apa king kong" ucap Thunder dilebih lebihkan. Padahal tubuh kekarnya tidak merasa keberatan sedikit pun saat menggendong tubuh langsing anna.


"Ini princess bukan king kong" kesal anna


"Iya princess. Princess kong"


"Kak Thunder!!" Thunder tertawa mendengar kekesalan anna. Itu adalah kebahagiaan tersendiri untuknya.


Akhirnya ia menggendong anna keluar kantornya. Tak memperdulikan tatapan para karyawan yang memperhatikan mereka. Toh itu sudah biasa. Mereka sudah tau bagaimana kedekatan anna dan Thunder. Bahkan mereka merasa kagum dengan kedekatan Anna dan Thunder. Tak semua orang memiliki kedekatan yang begitu erat dengan saudaranya.


Leo mendesah pelan saat mobilnya sama sekali tak bergerak. Tentu saja karena terjebak kemacetan ibukota. Apalagi saat ini sedang hujan. Rasanya ia ingin segera membaringkan tubuhnya di kasur empuknya.


Mata coklat leo menatap kesekitarnya. Ia ingat bagaimana dulu ia sering kehujanan saat pulang sekolah. Apalagi saat itu leo mengendarai motor. Membuat tubuhnya basah kuyup. Namun ia tetap merasa hangat karena ada seseorang yang duduk dibelakangnya sambil memeluknya erat.


Leo terus memperhatikan sekitarnya. Hingga tatapannya tertuju kearah spion mobilnya. Ia mengerutkan keningnya saat melihat apa yang terjadi disana.


Leo menggeleng gelengkan kepalanya melihat kelakuan pengendara mobil di belakangnya.


"Dasar gadis bodoh"guman Leo.


Mata leo terus tertuju pada gadis itu. Ia memperhatikan wajah itu, seperti tak asing untuknya. Namun leo tidak tau siapa. Entah mengapa kedua sudut bibir leo terangkat membentuk sebuah senyuman saat melihat wajah bahagia gadis itu.


Hati leo menghangat melihat kebahagiaan gadis itu saat bisa menikmati air hujan yang mengenai wajahnya. Bebepa saat leo terhanyut dalam suasana itu.


Tiba tiba gadis itu menghentikan aksi gilanya. Membuat leo kembali menatap ke arah depan.


Lalu lintas perlahan mulai lancar. Leo merasa lega dengan hal itu. Sungguh ia sudah sangat lelah. Ia sangat merindukan kasurnya.Sebuah mobil yang tak kalah mewah dengan mobilnya melintas melewatinya dari arah kiri. Ternyata itu adalah mobil yang tadi berada dibelakangnya. Dan leo bisa melihat gadis yang melakukan aksi gila tadi sedang bertumpu dagu di pinggiran jendela mobil. Masih asik menikmati air hujan.


Sepertinya gadis itu sangat menyukai hujan. Sama seperti seseorang dimasa lalunya. Leo mengehembuskan nafas gusar. Lagi lagi ia teringat pada orang itu.


Anna mengerutkan kenignya saat melihat seseorang dibalik kemudian mobil yang baru saja dilewatinya. Ia tidak tau siapa orang itu, namun entah mengapa hatinya senang saat melihat siluet orang itu. Anna merasa aneh. Apa yang terjadi pada dirinya.

__ADS_1


"Aku kenapa sih?" Gumannya.


Namun ia tak ingin terlalu larut dalam pikiran yang tidak jelas. Dan kini ia memutuskam kembali menikmati air hujan. Memejamkan mata dan merasakan rintikan air yang mengenai wajahnya hingga ke hati.


__ADS_2